KISAH ABU NASWA DIHUKUM GARA GARA MENGEJEK GUBERNUR, ABU NAWAS BALIK MEMBALASNYA

KISAH ABU NASWA DIHUKUM GARA GARA MENGEJEK GUBERNUR, ABU NAWAS BALIK MEMBALASNYA 1

KISAH ABU NASWA DIHUKUM GARA GARA MENGEJEK GUBERNUR, ABU NAWAS BALIK MEMBALASNYA

Assalamualaikum semuanya semoga Allah
senantiasa memberikan keberkahan kepada
kita semuanya amin ya robbal alamin dikisahkan Baginda Raja mengangkat
seorang Gubernur baru yang akan
ditempatkan di kota Baghdad dan ternyata
sang gubernur adalah pengagum
syair-syair karya daripada Abu Nawas
menurutnya Abu Nawas adalah sosok
penyair yang cerdas dan berwawasan
sangat luas Hal itulah yang membuat
sanggupbernur ingin bisa membuat syair
seperti Abu Nawas suatu kali di
sela-sela waktu kosongnya sang Gubernur
mencoba membuat syair Entah sudah berapa
kali dia telah meralat 

 

KISAH ABU NASWA DIHUKUM GARA GARA MENGEJEK GUBERNUR, ABU NAWAS BALIK MEMBALASNYA 2
setiap kata agar
kalimat akhirnya terdengar indah bahkan
saking hati-hatinya sampai satu bulan
lamanya syair tersebut baru bisa
tercipta
setelah merasa yakin syair yang
dibuatnya benar-benar sempurna sang
Gubernur lalu mengundang Abu Nawas
wahai Abu Nawas Saya ingin mendengar
pendapatmu tentang syair yang aku buat
ucap sang Gubernur Ya silahkan coba Tuan
baca syairnya minta Abu Nawas
dengan ekspresi penuh penghayatan sang
Gubernur membaca syair buatannya akan
tetapi belum juga sang Gubernur membaca
syairnya sampai selesai Abu Nawas
langsung menyela hentikan syair Anda Tak
ubahnya seperti 
 
 
anak kecil Yang merengek
minta jajan
jangankan orang lain orang tuanya
sendiri saja tidak suka mendengar
rengekan tersebut kata Abu Nawas Apa
maksudmu Abu Nawas tanya sang Gubernur
tersinggung
syair Anda jelek sekali Aku tak ingin
mendengarnya balas Abu Nawas
jawaban Abu Nawas membuat sanggubernur
merasa sangat terhina dan dipermalukan
apalagi diucapkannya di hadapan para
pengawal sang Gubernur hal ini membuat
sang Gubernur menjadi emosi mengingat
saat ia membuat syair Butuh waktu
sebulan untuk menyelesaikannya akan
tetapi usahanya membuat syair malah
dihina oleh Abu Nawas Ia pun menyuruh
para pengawal untuk menangkap Abu Nawas
dan menjebloskannya ke dalam penjara
selama Abu Nawas mendekam dipenjara sang
Gubernur mencoba membuat syair yang baru
setelah syairnya selesai sang Gubernur
kembali 
 
 
mengundang Abu Nawas untuk
datang menghadapnya
wahai Abu Nawas Saya telah membuat syair
baru akan aku bacakan di hadapanmu dan
aku ingin tahu Apa pendapatmu tutur sang
Gubernur Ya silahkan Tuan baca balas Abu
Nawas
sanggup pun mulai membaca akhirnya
setiap kalimat yang terucap sang
Gubernur membacakannya dengan penuh
penjiwaan dan penghayatan
sejak Kalimat pertama Dibaca sampai
akhir kalimat Abu Nawas tak menyela
ataupun menghentikannya seperti yang
dilakukan sebelumnya
sang Gubernur pun merasa senang karena
mengira Abu Nawas menyukai syair
buatannya yang baru
Bagaimana menurutmu Abu Nawas tanya sang
Gubernur penasaran
sejenak Abu Nawas terdiam seolah mencari
kata yang tepat untuk memberikan
pendapatnya Namun ternyata Abu Nawas
justru berdiri dan pergi meninggalkan
sang Gubernur kamu mau kemana Abu Nawas
tanya sang Gubernur Heran aku mau balik
ke dalam penjara jawab Abu Nawas
Apa maksudmu engkau kan belum memberikan
pendapatmu tanya sang Gubernur
kalaupun saya memberikan pendapatku
pasti Tuan akan menyuruh pengawal untuk
kembali menjebloskanku ke dalam penjara 
 
 
makanya sebelum Tuan menyuruh pengawal
Lebih baik aku masuk sendiri saja Jawab
Abu Nawas berarti menurutmu syair
barusan yang aku baca jelek tanya
sanggup bener itu sudah pasti jawab Abu
Nawas
tuan tuan adalah gubernur yang bijak dan
adil Tuan juga seorang pengagum syair
tapi bukan berarti Tuan pandai bersyair
Tiap orang kan punya kelebihan dan
kekurangan masing-masing lebih baik Tuan
fokus dengan tugas Tuan sebagai seorang
Gubernur tutur Abu Nawas melanjutkan
sang Gubernur pun akhirnya menyadari
akan kekhilafannya Ia lalu membebaskan
Abu Nawas dan dipersilahkan pulang
Beberapa hari kemudian Abu Nawas Membeli
cincin seharga 5 dirham dengan cincinnya
tersebut Abu Nawas ingin membalas
perlakuan gubernur yang telah
memenjarakannya tanpa sebab Abu Nawas
ingin mendapatkan dan dirugi selama ia
mendekam di dalam penjara maka Pergilah
Abu Nawas ke istana Gubernur Setibanya
di istana sang Gubernur 

KISAH ABU NASWA DIHUKUM GARA GARA MENGEJEK GUBERNUR, ABU NAWAS BALIK MEMBALASNYA

menyambutnya
dengan hangat
sang Gubernur merasa tersanjung karena
penyair pujaannya berkenan datang
menemui dirinya Abu Nawas selalu dijamu
dengan berbagai macam hidangan yang
lezat Saat tengah menyantap makanan sang
Gubernur berdecak kagum melihat cincin
yang dipakai Abu Nawas
betapa indahnya cincinmu belum pernah
aku melihat cincin seindah itu Puji sang
Gubernur Berapa harga Yang Kau Minta
bila aku ingin membelinya darimu tanya
sang Gubernur
seribu dirham jawab Abu Nawas
Mendengar hal itu salah satu asisten
istana menghampiri sang Gubernur lalu
berbisik
Tuan harga yang ditawarkan Abu Nawas
sangat mahal di pasaran paling harganya
cuman 5 dirham fisik asisten istana
sang Gubernur kemudian berkata kepada
Abu Nawas
Abu Nawas harga yang engkau tawarkan
sangat mahal Abu Nawas menjawab memang
harga tersebut terkesan mahal tapi aku
tahu hanya ada satu Gubernur di alam
semesta ini yang memiliki selera tinggi
untuk membeli cincin ini
mendengar pujian tersebut sang Gubernur
merasa terbang melayang apalagi yang
memuji 
 
 
adalah seseorang yang sangat
dikaguminya sang Gubernur pun segera
menyuruh asisten istana untuk membayar
harga cincin sesuai dengan permintaan
Abu Nawas setelah mendapatkan uang
seribu dirham Abu Nawas menghampiri
asisten istana dan berkata kepadanya
Kamu mungkin tahu harga cincin tersebut
tapi aku lebih tahu cara memuji sang
Gubernur
Abu Nawas pun akhirnya pulang dengan
membawa uang seribu Dirham
cerita berikutnya
di kisahkan ada seorang menteri yang
usianya semakin menua meski demikian ia
ingin selalu tampil mudah dan gagah di
depan orang-orang tapi yang namanya usia
tidak mungkin bisa 
 
 
dibohongi apalagi
dengan warna janggutnya yang sudah mulai
memutih
suatu ketika sang menteri akan
mengadakan pesta yang hanya dihadiri
oleh orang-orang pilihan untuk menambah
semaraknya suasana pesta Tuan menteri
tak lupa mengundang serta Abu Nawas maka
diperintahkanlah beberapa pengawal untuk
memanggil Abu Nawas di rumahnya
sesampainya di rumah Abu Nawas salah
satu pengawal berkata Tuan Abu nanti
malam anda diundang pesta di rumah tuan
menteri
mendengar kabar tersebut tentu saja
membuat Abu Nawas kegirangan
Baik nanti malam saya akan ke sana Oh
iya Sampaikan salam hormat saya untuk
Tuhan menteri balas Abu Nawas
asik nanti malam saya akan menyantap
hidangan yang lezat batin Abu Nawas
singkat cerita malam pun tiba Abu Nawas
bergegas menuju rumah tuan menteri
Setibanya di sana Abu Nawas disambut
hangat layaknya tamu kehormatan
Tuan menteri lalu mempersilahkan Abu
Nawas duduk bersama para tamu undangan
yang lain
tidak Berapa lama kemudian hidangan
lezat mulai disajikan di atas meja makan
melihat hal itu Abu Nawas sudah tidak
sabar untuk menyantapnya
sembari mengambil hidangan di hadapannya
Abu 
 
 
Nawas pura-pura berbasa-basi
ngomong-ngomong pesta Dalam rangka apa
ini jangan-jangan Tuan menteri naik
jabatan ya tanya Abu Nawas
bukan Abu Nawas hanya pesta syukuran
kecil-kecilan untuk menyambut tanggal
hari kelahiran saya jawab Tuan menteri
Oh pantesan balas Abu Nawas
pantesan Kenapa Abu Nawas tanya Tuan
menteri penasaran
pantesan hidangannya enak-enak dan Tuhan
menteri juga terlihat gagah dan
berwibawa Puji Abu Nawas kamu bisa saja
Abu Nawas balas Tuan menteri tersipu
malu
Saat tengah asik menyantap hidangan
tiba-tiba salah satu tamunya berkata
maaf tuan menteri jangan kebutuhan
menteri mulai berubah mungkin akan lebih
indah bila Tuan menteri mengecat
janggutnya menjadi hitam mendengar itu
Tuan menteri yang tadinya berseri-seri
mendadak berubah menjadi emosi
kurang ajar kamu Kau pikir aku sudah tua
bangka kamu menghina saya bentak Tuan
menteri
ampun Tuhan menteri saya sama sekali
tidak bermaksud demikian jawab tamu
tersebut ketakutan
mengawal tangkap orang ini dan masukkan
ke dalam penjara selama 3 hari perintah
Tuhan 
 
 
menteri kepada para pengawalnya
dengan Sigap para pengawalnya langsung
menyeret tamu tersebut untuk dimasukkan
ke dalam penjara ternyata kemarahan
Tuhan menteri tidak berhenti sampai di
situ ia lantas bertanya kepada tamu
undangan yang lain
apakah kamu lihat ada uban di janggutku
tanya Tuan menteri
karena takut dihukum tamu yang ditanya
kali ini menjawab dengan berkata bohong
hampir tidak ada Tuan menteri jawabnya
Apa maksudmu dengan hampir pengawal
seret orang ini ke dalam penjara teriak
Tuan menteri
tamu kedua pun dibawa oleh pengawal
untuk dimasukkan ke dalam penjara
Atas kejadian ini suasana pesta yang
tadinya meriah kini berubah jadi
menegangkan untuk ketiga 
 
 
kalinya Tuan
menteri mengajukan pertanyaan yang sama
kepada tamu Selanjutnya
apa kau lihat ada uban di janggutku
tanya Tuan menteri
karena takut dihukum seperti kedua tamu
sebelumnya tamu kali ini menjawab dengan
berkata bohong sama sekali tidak ada
Tuan bahkan janggut Tuan terlihat hitam
dan indah jawab tamu yang ketiga kamu
pembohong bentak Tuan menteri pengawal
berikan ia 10 jam bukan di punggungnya
dan kemudian penjarakan dia selama
sebulan perintah Tuhan menteri akhirnya
Tuan menteri menoleh ke arah Abu Nawas
tapi Abu Nawas terlihat asyik menyantap
makanan seolah sedang tidak terjadi
apa-apa
apa kau melihat uban di janggutku tanya
Tuan menteri
Abu Nawas yang sedang asyik menyantap
makanan tidak menghiraukan pertanyaan
Tuan menteri Hai Abu Nawas aku bertanya
kepadamu bentak Tuan menteri
mendengar namanya disebut Abu Nawas pun
menoleh ke arah Tuan menteri dan
menghentikan matanya untuk sementara
maaf tuan menteri Tuan bertanya kepada
saya sahut Abu Nawas
Iya saya bertanya kepadamu Apa kau
melihat uban 
 
 
di janggutku tanya Tuan
menteri Sebenarnya saya ingin
menjawabnya Tuan menteri tapi saya buta
warna jadi saya tidak tahu mana warna
hitam dan mana warna putih ucap Abu
Nawas Ia pun kembali meneruskan makannya
jawaban Abu Nawas yang singkat tapi
menggelikan membuat Tuan menteri tertawa
terpingkal-pingkal wajahnya yang tadi
penuh emosi seketika rendam dan kembali
tenang untuk mencairkan suasana setelah
Abu Nawas selesai makan Ia menceritakan
Beberapa kisah lucu yang membuat seisi
ruangan penuh gelap tawa
cerita berikutnya
Dalam sejarah perjalanan Abu Nawas
ternyata ia pernah bekerja di toko
pakaian milik saudagar kaya kala itu
kondisi ekonominya sedang terpuruk ia
sama sekali tidak punya uang untuk
membeli makanan
apalagi waktu itu Baginda Sudah lama tak
memanggil dirinya Sudah barang tentu ia
tak lagi mendapatkan hadiah berupa
pundi-pundi uang sebenarnya ia bisa saja
menemui Baginda Raja untuk meminta
hadiah karena sebelumnya Baginda Raja
pernah mengatakan 
 

KISAH ABU NASWA DIHUKUM GARA GARA MENGEJEK GUBERNUR, ABU NAWAS BALIK MEMBALASNYA

kalau Abu Nawas butuh
apa-apa langsung saja minta padanya tak
perlu sungkan-sungkan ataupun malu tapi
itu bukanlah sifat Abu Nawas ia pantang
meminta atau menerima hadiah tanpa
bekerja meskipun pekerjaan yang ia
lakukan hanya menghibur Baginda Raja
menurutnya itu lebih mulia daripada
meminta
akibat kondisi ekonominya yang serba
kekurangan inilah sang istri pun selalu
mengomel tiap hari
Sampai kapan kita terus begini untuk
makan saja susah kalau kamu tidak mau
meminta hadiah pada Baginda Raja cari
kerja sana biar dapat uang untuk beli
makanan ucap istrinya sewot karena tak
tahan dengan omelan sang istri Abu Nawas
pun menjawab iya iya saya akan cari
kerja kemudian Abu Nawas bergegas pergi
ke pasar untuk mencari pekerjaan
saat berjalan menuju pasar ia tak
sengaja bertemu dengan sahabat lamanya
Hai Abu Nawas kamu mau kemana Kenapa
kamu terlihat cemberut tanya sahabatnya
Saya mau cari pekerjaan di rumah istriku
ngomel-ngomel terus minta dibelikan
istana jawab Abu Nawas sebenarnya
mendengar itu sahabatnya langsung
tertawa terpingkal-pingkal Abu 
 
 
Nawas Abu
Nawas kamu masih saja lucu seperti dulu
Tapi serius kamu mau cari pekerjaan
tanya sahabatnya memastikan
Iya aku serius Memangnya ada lowongan
kerja kata Abu Nawas paling bertanya
ada sih di toko pakaian milik saudagar
kaya tapi banyak yang tidak betah kerja
di situ Katanya sih sodaker tersebut
sangat pelit jawab sahabatnya
tidak apalah yang penting saya bisa
bekerja dan mendapatkan upah balas Abu
Nawas kemudian sahabatnya mengantarkan
Abu Nawas ke toko pakaian milik saudagar
kaya
singkat cerita Abu Nawas diterima kerja
di toko tersebut Hari pertama kerja Abu
Nawas merapikan baju-baju dagangan
supaya terlihat menarik bagi calon
pembeli yang datang di toko tempat ia
bekerja Abu Nawas penasaran dengan
gentong kecil yang berada di atas meja
majikannya
sesekali Abu Nawas melirik ke arah
gentong tersebut
melihat gerakan Abu Nawas yang
mencurigakan saudagar kaya itu berkata
Hai Abu Nawas Kenapa kamu selalu melihat
gentong ini kamu tahu tidak gentong ini
isinya racun jangan coba-coba untuk
meminumnya nanti kamu bisa mati kata 
 
 
 
Sang majikan memperingatkan
tapi yang membuat Abu Nawas heran Ketika
sang majikan pergi gentong itu ikut di
bawah serta setelah menjelang siang Abu
Nawas disuruh beristirahat sebentar akan
tetapi ia sama sekali tidak diberi makan
bahkan air putih pun tidak dikasih
pantesan banyak yang tidak betah kerja
di sini ucap Abu Nawas dalam hati
Sore harinya Abu Nawas pun pamit pulang
dan meminta upah kepada sang majikan
Ini upahmu kata Sang majikan sembari
memberikan uangnya
Kenapa upahnya sedikit sekali ini tidak
sebanding dengan pekerjaanku protes Abu
Nawas
kalau kamu keberatan silahkan berhenti
kerja balas sang majikan
karena saat itu Abu Nawas sedang butuh
pekerjaan meskipun upahnya sangat
sedikit terpaksa harus ia jalani
hari berikutnya Abu Nawas kembali
berangkat kerja seperti biasa ia
merapikan baju-baju dagangan supaya
terlihat menarik setelah waktu siang
tiba majikannya masih belum juga datang
ke Toko padahal ini sudah waktunya bagi
Abu Nawas untuk beristirahat sebentar
rasa 
 
 
lapar pun mulai menghinggap
sebenarnya ia ingin pergi keluar untuk
beli makanan tapi Abu Nawas khawatir
Karena bila ia meninggalkan tokonya akan
ada maling yang masuk tidak berapa lama
datang seorang pembeli orang tersebut
memilih baju yang disukai lalu membayar
sesuai dengan harganya orang tersebut
lalu pergi meninggalkan toko ketika Abu
Nawas hendak menaruh uang di meja
majikannya ia melihat gentong kecil yang
sempat membuatnya penasaran
rupanya kemarin sang majikan lupa
membawa pulang gentong tersebut
karena penasaran Abu Nawas segera
membukanya dan ternyata gentong itu
bukan berisi racun seperti yang
dikatakan sang majikan melainkan berisi
madu yang sangat manis
seketika muncul ide usil Abu Nawas untuk
mengerjai sang majikan yang pelit uang
hasil melayani baju tadi langsung ia
gunakan membeli roti lantas ia memakan
roti tersebut dengan diolesi madu milik
majikannya tidak tanggung-
 
 
tanggung Abu
Nawas menghabiskan semua madu yang ada
di dalam gentong itu
Alhamdulillah perutku sekarang sudah
kenyang ucap Abu Nawas tidak lama
kemudian sang majikan datang ke toko
bukannya menyuruh Abu Nawas istirahat ia
malah meneliti satu persatu baju
dagangannya sang majikan pun tersadar
kalau baju dagangannya kurang satu Ia
juga di kejutan gentong madu miliknya
sudah terbuka dalam keadaan kosong
Abu Nawas apa yang terjadi Kenapa
bajunya kurang satu dan isi gentongnya
juga kosong tanya sang majikan penuh
emosi
dengan ekspresi seperti orang sekarang
Abu Nawas menjawab tadi ada maling masuk
dan mencuri baju Tuan aku sudah sempat
mengejarnya tapi si maling keburu
menghilang karena aku Takut dimarahi
Tuan Terpaksa aku memilih untuk bunuh
diri aku meminum racun yang ada di dalam
gentong Lihatlah keadaanku Tuhan aku
terlihat sekarang
tentu saja jawaban Abu Nawas membuat
sang majikan semakin emosi mana ada
makan madu jadi sekarat kamu
mempermainkan saya ya ucap sang majikan
sangat sewot
Benarkah itu Tuan Tapi 
 
kemarin Tuan
bilang tentang itu isinya racun Ternyata
isinya madu ya tuan berarti saya gagal
bunuh diri dong Tuan balas Abu Nawas
sudah kamu jangan pura-pura sekarat
sekarang juga kamu saya pecat hardik
sang majikan
Abu Nawas lalu meninggalkan tokoh
tersebut dan tidak mau lagi bekerja di
tempat itu
sampai disini dulu perjumpaan kita
Semoga anda terhibur wassalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *