Anaknya Dibiarkan Nangis Kelaparan | Inilah kisah Sahabat yang Membuat Rasulallah Menangis

Anaknya Dibiarkan Nangis Kelaparan | Inilah kisah Sahabat yang Membuat Rasulallah Menangis 1

 Anaknya Dibiarkan Nangis Kelaparan | Inilah kisah Sahabat yang Membuat Rasulallah Menangis

Anaknya Dibiarkan Nangis Kelaparan | Inilah kisah Sahabat yang Membuat Rasulallah Menangis 2

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh sobat Jazirah ilmu yang dimuliakan Allah semoga kita selalu dalam keadaan sehat walafiat Amin ya robbal alamin video kali ini kita akan mengisahkan salah seorang sahabat Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang mungkin saja kita belum pernah mendengar tentang kisahnya kisah tentang Abu dujanah dan sebuah pohon kurma cerita kali ini akan ada banyak Hikmah yang bisa kita ambil dari sini Bagaimana teguhnya Abu dujanah menjaga keluarganya dari memakan makanan yang haram dan bagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan rezeki kepada hambanya yang senantiasa menjauhi larangannya kisah kali ini ternukil Di dalam kitab ibnatut tholibin babluqotoh karya Abu Bakar bin Muhammad syata ad Dimyati menceritakan tentang seorang sahabat yang membuat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam 
 
 
meneteskan air mata Baiklah begini kisahnya teman-teman Abu dujanah radhiallahu Anhu adalah salah seorang sahabat Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang berasal dari kabilah hazraj yang wafat pada tahun 632 Masehi Abu dujanah mati syahid di dalam Perang Yamamah ketika Tengah memerangi nabi palsu Musailamah Al Kadzab Abu dujanah ini teman-teman selain dikenal sangat pemberani di medan perang Beliau juga sangat menjaga diri dan keluarganya dari perkara yang haram Pada suatu hari ketika selesai salat subuh berjamaah bersama Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Nah setelah selesai salat Abu dujanah ini terlihat seperti terburu-buru dan segera pulang meninggalkan masjid tanpa mengikuti doa setelah salat yang biasanya selalu dipanjatkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam selalu memperhatikan Abu dujanah setiap selesai salat pasti Abu dujana langsung pulang sambil berlari ke rumahnya tanpa menunggu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam memanjatkan doa akhirnya pada suatu hari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam hendak meminta klarifikasi sebenarnya Ada hal penting apa yang ia lakukan sehingga tak menunggu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam memanjatkan doa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala akhirnya Di suatu hari ketika Abu dujanah hendak bergegas pulang Setelah usai melaksanakan salat berjamaah Abu dujana 
 
 
ditahan oleh Nabi Shallallahu alaihi wasallam dan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bertanya kepada Abu dujanah Mengapa setiap selesai sholat subuh kamu selalu terburu-buru pulang Apakah engkau tidak memiliki permintaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala sehingga tidak pernah menungguku selesai berdoa Ada apa wahai Abu bejana [Musik] Abu dujana menjawab begini ceritanya wahai Rasulullah rumahku bersampingan persis dengan rumah seorang laki-laki di pekarangan rumah tetanggaku terdapat sebuah pohon kurma yang dahannya menjulang dan menjuntai ke pekarangan rumahku setiap kali ada angin bertiup di malam hari kurma kurma itu saling berjatuhan dan mendarat di rumahku Ya Rasulullah Kami adalah keluarga orang yang tak berpunya keluargaku sangat miskin bahkan anak-anakku sering kelaparan karena tidak ada makanan sama sekali Saat anak-anakku bangun dalam keadaan perut yang lapar ketika itu apapun yang mereka dapat pasti mereka akan memakannya Oleh karena itu rasulullah Setelah usai Salat Subuh aku selalu terburu-buru pulang sebelum anak-
 
 
anakku terbangun dari tidurnya Aku berlari ke rumah kemudian kumpulkan kurma kurma milik tetanggaku yang berjatuhan di pekarangan rumahku kemudian ku kembalikan kepada tetanggaku itu Pada suatu hari aku pulang ke rumah Agak terlambat kulihat anakku sudah terlanjur makan kurma tetanggaku yang jatuh itu dan aku menyaksikan tampak ia Tengah mengunyah kurma basah di dalam mulutnya rupanya ia telah memungut kurma yang telah jatuh di rumah kami semalam mengetahui hal itu maka kumasukkan Jari Jariku ke dalam mulut anakku laluku keluarkan makanan apapun yang ada di dalam mulutnya kemudian aku berkata pada anakku nak janganlah engkau memalukan ayahmu ini di akhirat kelak kemudian anakku menangis kedua pasang kelopak matanya mengalirkan air karena sangat lapar wahai Rasulullah aku berkata lagi kepada anakku itu hingga nyawamu lepas pun aku tidak akan rela meninggalkan harta haram di dalam perutmu seluruh isi perut yang haram itu akan ku keluarkan dan akan aku kembalikan bersama kurma kurma yang lain kepada pemiliknya yang berhak 
 
 
setelah mendengar hal ini mata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam pun berkaca-kaca tak terhindarkan saat itu rasulullah Pun Menangis terharu mendengar begitu sedihnya kisah sahabat dan keluarganya ini lalu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bertanya kepada Abu dujanah tentang Siapakah tetangganya Abu dujanah ini si pemilik pohon kurma tersebut dan Abu dujanah mengatakan bahwasanya pemilik pohon kurma tetangganya itu adalah seorang laki-laki dari golongan orang-orang munafik sobat Jazirah ilmu yang dimuliakan Allah singkat cerita si pemilik pohon kurma diundang untuk bertemu Rasulullah dan ketika itu teman-teman Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam hendak membeli pohon kurma pria munafik ini dan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam berkata Bisakah jika kau beli pohon kurma di pekaranganmu aku akan membelinya dengan 10 kali lipat dari pohon kurma itu sendiri pohonnya terbuat dari batu zamrud berwarna biru disirami dengan emas merah tangkainya terbuat dari mutiara putih disitu tersedia bidadari cantik jelita sesuai dengan hitungan buah kurma yang ada di dahannya di sini teman-teman 
 
 
 
Rasulullah Hendak memberikan penawaran kepada pria munafik ini mau nggak kalau pohon kurmanya ditukar dengan pohon kurma yang ada di akhirat nanti kemudian laki-laki munafik ini menjawab Aku tidak pernah berdagang dengan sistem jatuh tempo Aku tidak mau menjual apapun kecuali dengan uang kontan dan tidak pakai janji nanti-nanti rupanya pria munafik ini menolak tawaran dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dia ingin Jika pohon kurma itu dibeli dengan sejumlah uang atau ditukar dengan sebuah barang tak lama dari itu datanglah sahabat setia Rasulullah yaitu Abu Bakar As Siddiq radhiallahu Anhu Abu Bakar yang sebelumnya mendengar percakapan ini kemudian ia berkata Bagaimana jika pohon kurma mu itu kubeli dengan 10 pohon kurma milik Pak Fulan yang langka dan varietasnya tidak ada di kota ini nah Abu Bakar hendak menawarkan barter kepada pria munafik ini dengan 10 pohon kurma yang jenisnya jauh lebih bagus 
 
 
 
daripada pohon kurma miliknya lalu mendengar perkataan Abu Bakar pria munafik ini kegirangan dan ia berkata Ya sudah kalau begitu pohon kurmaku telah sah aku jual akhirnya setelah pohon kurma itu telah sah menjadi milik Abu Bakar dan pada saat itu juga Abu Bakar langsung menyerahkan pohon kurma tersebut kepada Abu dujanah kemudian Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Hai Abu Bakar aku yang akan menanggung gantinya untukmu Mendengar hal ini sontak Abu Bakar pun kegirangan Begitu juga dengan Abu dujanah yang baru saja mendapatkan sebuah pohon kurma [Musik] teman-temanku seiman si pria munafik ini setelah ia bertemu Rasulullah dan menjual pohon kurmanya Ia pun pulang ke rumahnya dengan perasaan senang sesampainya dia di rumah Dia bercerita kepada istrinya aku telah mendapat untung banyak hari ini aku dapat 10 pohon kurma yang lebih bagus padahal kurma yang aku jual itu masih tetap berada di pekarangan rumahku aku tetap akan memakannya lebih dahulu dan buah-buahnya pun tidak akan pernah aku berikan kepada tetangga kita itu sedikitpun sungguh bodoh dan licik ternyata pria munafik ini teman-teman padahal pohon kurmanya sudah dijual dan dia malah tetap merasa itu miliknya 
 
 
 
dan Bahkan dia mau ambil semua buah kurmanya supaya Abu bejana dan keluarganya tidak bisa makan tapi lihatlah Allah Subhanahu Wa Ta’ala memperlihatkan kekuasaannya kepada pria munafik ini pada malam harinya saat si pria munafik ini tidur ia pun sengaja bangun subuh-subuh karena mau mengambil semua buah kurma itu tiba-tiba ketika pria munafik ini lihat betapa terkejutnya ia karena mengetahui ternyata pohon kurma di pekarangannya telah pindah ke peperangan rumah abu dujanah dan bahkan teman-teman seolah-olah tak pernah sekalipun tampak pohon itu pernah tumbuh di pekarangan rumah si pria munafik ini pohon kurma ini berpindah sendirinya atas izin dari Allah 

Anaknya Dibiarkan Nangis Kelaparan | Inilah kisah Sahabat yang Membuat Rasulallah Menangis

 
subhanahu wa ta’ala [Musik] wallahualam Bishawab Jadi itulah kisah tentang Abu dujanah dan pohon kurma semoga Kisah ini bermanfaat lebih dan kurangnya Mohon dimaafkan yang benar datangnya dari Allah subhanahu wa ta’ala khilaf ataupun keliru itu datangnya dari saya pribadi sebagai manusia biasa Sampai ketemu di kisah-kisah seru yang penuh makna selanjutnya saya akhiri wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *