Apa Alasannya Rasulallah Mau Membakar Sahabat Ini Hidup-Hidup ?

Apa Alasannya Rasulallah Mau Membakar Sahabat Ini Hidup-Hidup ? 1

Apa Alasannya Rasulallah Mau Membakar Sahabat Ini Hidup-Hidup ?

Bloggerbanyumas.com – Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh sobat Jazirah ilmu yang dimuliakan Allah semoga kita selalu dalam keadaan sehat walafiat Amin ya robbal alamin kali ini kita akan mengisahkan tentang seorang sahabat Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang sulit mengucapkan kalimat syahadat di penghujung nyawanya kisah kali ini sangat terkenal di kalangan kaum muslimin yang biasanya diceritakan di dalam tema berbakti kepada orang tua karena kisah ini berhubungan tentang durhakanya sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ini kepada ibunya bahkan sampai-sampai ketika itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam hendak membakar sahabatnya ini hidup-hidup tapi apakah benar kisah ini dan apakah riwayatnya Shahih untuk teman-temanku seiman Mohon untuk membaca artikel ini sampai habis agar tidak terjadi kekeliruan dan salah paham 

Apa Alasannya Rasulallah Mau Membakar Sahabat Ini Hidup-Hidup ? 2

dikisahkan pada zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ada seorang sahabat yang bernama alqomah alqomah adalah seorang pemuda yang giat beribadah rajin salat banyak puasa dan suka bersedekah ya pokoknya Dia adalah seorang yang zuhud dan selalu menuruti apa yang Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam perintahkan Pada suatu hari Allah Subhanahu Wa Ta’ala takdirkan alqomah sakit keras dia berbaring di rumahnya tak bisa kemana-mana Pada suatu hari alqomah menyuruh istrinya untuk memberi kabar kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tentang kondisi sakitnya ini maka setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mendapati kabar bahwasanya alqomah Tengah sakit keras di rumahnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengutus Amar bin Yasir dan Bilal bin Rabah untuk melihat keadaan alqomah di rumahnya Nabi 

 

Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Pergilah ke rumah alqomah dan talkinkanlah untuk mengucapkan Lailahaillallah maka berangkatlah amar dan Bilal menuju rumah alqomah tapi ternyata teman-teman ketika keduanya telah sampai di rumah alqomah rupanya saat itu alqomah Tengah berada dalam kondisi sakaratul maut melihat kondisi alqomah sudah seperti itu amar dan bila langsung saja bergegas mentalqinkan atau menuntun alqomah supaya dia segera mengucapkan Lailahaillallah tapi ternyata alqomah sulit mengucapkan kalimat itu lisannya seolah-olah kaku Dia terlihat seperti tak sanggup mengucapkan sepatah kata pun lalu amar dan bila pulang kembali menemui Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan memberitahu bahwasanya alqomah sulit untuk mengucapkan Lailahaillallah kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pun bertanya kepada mereka apakah alqomah masih mempunyai kedua orang tua lalu salah seorang dari mereka ada yang menjawab wahai Rasulullah alqomah masih mempunyai seorang ibu yang sudah tua Renta kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda katakan kepada ibunya alqomah Jika dia masih mampu untuk berjalan menemuiku maka datanglah kemari namun jika tidak maka biarlah aku yang akan 

 

ke sana singkat cerita utusan ini menemui Ibunya alqomah dan menyampaikan pesan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tersebut ibunya alqomah berkata akulah yang lebih berhak dan pantas untuk mendatangi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian dia pun mengambil tongkatnya dan berjalan menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam maka setelah keduanya Telah bertemu langsung saja Rasulullah bersabda wahai ibunya alqomah Jawablah pertanyaanku dengan jujur sebab jika engkau berbohong maka akan datang kepadaku Wahyu dari Allah yang akan memberitahukan hal itu kepadaku Bagaimana sebenarnya keadaan putramu Si alqomah ini kemudian ibu ini menjawab wahai nabi Allah anakku itu rajin mengerjakan salat banyak berpuasa dan senang sekali bersedekah lalu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Wahai ibu lalu Bagaimana perasaanmu terhadapnya Ibu ini menjawab wahai nabiyullah Sebenarnya aku menyimpan amarah kepada anakku itu karena dia lebih mengutamakan istrinya dibandingkan aku ditambah lagi dia itu durhaka kepadaku Mendengar hal ini Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Wahai ibu Sesungguhnya kemarahanmu telah menghalangi lisan alqomah sehingga tidak bisa mengucapkan kalimat syahadat yang ditalqinkan oleh Ammar dan Bilal maka Sekarang pergilah engkau dan kumpulkanlah kayu bakar yang 

 

banyak Ibu ini jadi penasaran dia berkata Wahai Rasulullah untuk apa aku mengumpulkan kayu bakar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda aku akan membakarnya di hadapanmu si Ibu berkata jangan wahai Rasulullah Aku tidak akan sanggup jika engkau melakukan itu di hadapanku Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pun bersabda Wahai ibu sesungguhnya azab Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan lebih pedih dan lama untuk anakmu alqomah tapi jika engkau ingin agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengampuni alqomah maka Maafkanlah dia dengan hati yang ikhlas demi Dzat yang jiwaku berada di tangannya salat sedekah dan puasanya itu sama sekali tidak akan memberinya manfaat di akhirat jika engkau masih menyimpan amarah kepadanya lantas ibunya alqomah berkata Wahai Rasulullah Allah subhanahu wa ta’ala sebagai saksi serta semua kaum muslimin yang ada di sini bahwa aku telah ridho dan memaafkan semua kesalahan anakku alqomah mendengar kesaksian dari ibunya alqomah ini Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda wahai Bilal Pergilah sekarang engkau ke rumah alqomah kemudian Lihatlah Apakah dia sudah bisa 

 

mengucapkan syahadat atau belum barangkali ibunya alqomah ini mengucapkan sesuatu yang bukan berasal dari hatinya atau barangkali dia hanya malu kepadaku langsung saja bila pun pergi menuju rumah alqomah dan ternyata Bilal mendengar dari dalam rumah alqomah mengucapkan Lailahaillallah kemudian bila Langsung kembali menemui Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan berkata Wahai orang-orang semua sesungguhnya kemarahan ibunya alqomah telah mengalami lisannya sehingga tidak bisa mengucapkan syahadat dan Ridhonya yang telah memaafkan alqomah menjadikannya mampu mengucapkan syahadat teman-temanku seiman tak lama setelah kejadian itu alqomah pun meninggal dunia kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melihatnya dan memerintahkan agar dia dimandikan untuk kemudian dikafani setelah itu jasad alqomah disalatkan dan dikuburkan di dekat kuburan alqomah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda wahai kaum Muhajirin dan ansor barangsiapa yang melebihkan istrinya daripada Ibunya maka dia akan mendapatkan laknat dari Allah subhanahu wa ta’ala para malaikat dan seluruh manusia Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak akan menerima amalannya sedikitpun Kecuali Dia mau bertobat dan berbuat baik kepada ibunya serta meminta keridnya karena ridho Allah subhanahu wa ta’ala ada pada ibu dan kemarahan Allah Subhanahu Wa Ta’ala ada 

 

pada ibu sobat Jazirah ilmu yang dimuliakan Allah sebenarnya kisah ini sudah banyak diceritakan oleh orang-orang dan sangat terkenal di kalangan kaum muslimin kisah ini terdapat di dalam kitab-kitab yang membicarakan tentang kewajiban berbuat baik kepada kedua orang tua namun semua itu tidaklah dapat menjadi jaminan bahwasanya kisah ini sanadnya Shahih Sisi kelemahannya adalah bahwa kisah ini diriwayatkan hanya dari jalur Abul Warkop faidh Abdurrahman Padahal dia adalah seorang yang ditinggalkan Haditsnya dan seorang yang tertuduh berdusta Imam Bukhari berkata Dia meriwayatkan dari Ibnu Abi Aufa Dan Dia adalah seorang yang mungkar hadits kemudian Imam Ibnu Hajar mengatakan dia orang yang lemah dan ditinggalkan Haditsnya dengan 

 

kesepakatan dari para ulama Sebenarnya teman-teman masih banyak imam dan perawi hadits yang menyebutkan bahwasanya kisah ini sanadnya tidak Shahih walaupun begitu kita sebagai umat muslim hanya bisa mengambil ibrahnya saja dari kisah kali ini karena berbakti kepada kedua orang tua adalah sebuah kewajiban syar’i dan durhaka adalah sebuah keharaman yang nyata Jadi itulah kisah tentang ketika Rasulullah akan membakar sahabatnya lebih dan kurangnya Mohon dimaafkan yang benar datangnya dari Allah subhanahu wa ta’ala khilaf atau keliru itu datangnya dari saya pribadi sebagai manusia biasa Sampai ketemu di kisah-kisah seru yang penuh makna selanjutnya saya akhiri wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *