Buddha adalah Nabi Zulkifli ? | Ramalan Buddha tentang Kedatangan Nabi Muhammad SAW

Buddha adalah Nabi Zulkifli ? | Ramalan Buddha tentang Kedatangan Nabi Muhammad SAW 1

Buddha adalah Nabi Zulkifli ? | Ramalan Buddha tentang Kedatangan Nabi Muhammad SAW

kita kembali akan menceritakan kisah tentang nabi-nabi Allah Nabi satu ini termasuk dalam 25 nabi yang namanya tercantum di dalam Alquran kisahnya sangat menarik untuk disimak karena syaiton bahkan sampai iblis turun tangan pun tak sanggup untuk menggoda manusia pilihan Allah subhanahu wa ta’ala ini ditambah lagi nabi ini seringkali dikait-kaitkan dengan tokoh Buddha banyak yang beranggapan bahwasanya beliau adalah sosok Sidharta Gautama yang menjadi pendiri dari agama Buddha untuk itu di video kali ini kita akan membahas tentang kisah nabi Allah Zulkifli Alaihissalam 

Buddha adalah Nabi Zulkifli ? | Ramalan Buddha tentang Kedatangan Nabi Muhammad SAW 2

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh sobat Jazirah ilmu yang dimuliakan Allah semoga kita selalu dalam keadaan sehat wal afiat Amin ya robbal alamin nama Nabi Zulkifli disebutkan Hanya dua kali di dalam Alquran yaitu di dalam surat Shad ayat ke-48 dan ingatlah akan Ismail Ilyasa dan Zulkifli semuanya termasuk orang-orang yang paling baik kemudian di Surat Al Anbiya ayat ke 85 dan ingatlah kisah Ismail Idris dan Zulkifli semuanya mereka termasuk orang-orang yang sabar meskipun Zulkifli tidak disebutkan secara tegas dalam Alquran bahwasanya beliau adalah seorang nabi tapi karena di kedua Ayat tersebut nama Zulkifli disebutkan dengan pujian bersamaan dengan para nabi lainnya maka para ulama dan sejarawan menyimpulkan bahwasanya Zulkifli juga Seorang nabi menurut pendapat dari Imam Ibnu Katsir di dalam Kitab Tafsir Alquran al-azim beliau menegaskan bahwa Zulkifli adalah seorang nabi utusan 

 

Allah subhanahu wa ta’ala dengan alasan tidak ada seorangpun yang namanya disebut dalam deretan nama nabi-nabi Kecuali Dia adalah seorang nabi akan tetapi teman-teman ada pula beberapa ulama yang menyebutkan bahwasanya Zulkifli bukanlah Seorang nabi akan tetapi beliau hanyalah seorang yang sholeh dan adil diantara Sekian banyak ulama yang berpendapat demikian adalah Imam Ibnu jarir at-thabari teman-teman khuzaiman Zulkifli bukanlah nama sebenarnya itu adalah sebuah julukan atau nama kehormatan yang diberikan untuk seseorang di dalam Kitab Ibnu Katsir nama asli dari Zulkifli adalah Basyar atau Bashar disebutkan juga di sana bahwa Nabi Zulkifli adalah putra dari Nabi Ayub Alaihissalam jadi nasab beliau adalah Basyar bin Ayub nasab lengkapnya Bashar bin Ayub bin amus bin thawaf binrum bin Aish bin Ishaq bin Ibrahim Al Khalil beliau hidup sekitar abad ke-16 sampai 15 sebelum masehi dan diutus Allah Subhanahu Wa Ta’Ala kepada suatu kaum yang bernama arami atau amori kaum ini adalah bangsa room yang ketiga itu mereka tinggal di wilayah sekitar damaskusi Ria dan Yordania di sanalah Nabi Zulkifli melanjutkan tugas 

Buddha adalah Nabi Zulkifli ? | Ramalan Buddha tentang Kedatangan Nabi Muhammad SAW

kenabiannya dari ayahnya yaitu Nabi Ayub ini pendapat dari Imam Ibnu Katsir namun para ulama lain ada yang berbeda pendapat tentang kapan masa diutusnya Nabi Zulkifli ini kalau menurut Imam Ibnu jarir ath-thabari Nabi Zulkifli ini adalah penerus dari nabi Ilyasa yang hidup sekitaran abad ke-9 masehi namun antara Imam Ibnu Katsir dan Imam Thabari sama-sama menyebutkan bahwasanya Nabi Zulkifli adalah salah seorang raja di negeri Syam kisahnya begini teman-teman ada sebuah negeri di Syam yang dipimpin oleh seorang raja Saleh Raja ini merupakan salah seorang nabi yang diutus Allah Subhanahu Wa Ta’ala Beliau bernama Raja Ilyasa atau nabi Ilyasa ketika itu nabi Ilyasa sudah sangat tua dan beliau tidak memiliki anak laki-laki sebagai penerusnya maka ketika itu nabi atau Raja Ilyasa ini mengumpulkan rakyatnya di suatu tempat kemudian nabi Ilyasa berkata Wahai kaumku saat ini aku sudah sangat tua dan tidak memiliki pengganti di kerajaan ini aku akan menunjuk salah seorang diantara kalian untuk menjadi penggantiku selagi aku masih hidup dan agar aku bisa melihat bagaimana kerjanya Siapa yang mau menerima tiga hal dariku maka aku akan tunjuk dia sebagai penggantiku yang pertama selalu berpuasa di siang hari yang kedua selalu salat pada malam hari dan yang ketiga dia tidak pernah marah seumur hidupnya Siapakah dari kalian yang mau tapi rupanya teman-teman ketika itu tak ada seorangpun yang tunjuk tangan karena dinilai tugas dari 

 

nabi Ilyasa itu terlalu berat makanya orang-orang dari kaumnya dirasa tak sanggup melakukannya Mereka pun saling tatap-tatapan satu sama lain berharap salah seorang diantara mereka ada yang tunjuk tangan tapi ditunggu beberapa lama rupanya tak satupun orang mau ketika itu lalu dari barisan belakang ada yang menyahut saya wahai nabiyullah suara itu berasal dari seorang laki-laki yang usianya masih sangat muda pemuda ini bernama Basyar kemudian nabi Ilyasa berkata Wahai anakku engkau masih sangat muda tugas ini sangatlah berat untukmu nabi Ilyasa pun menolak anak ini karena dirasa dia masih sangat muda dan terlihat masih sedikit punya pengalaman keesokan harinya di tempat yang sama dan dengan orang-orang yang sama nabi Ilyasa berseru hal yang sama lagi kepada kaumnya Tapi tetap saja ketika itu tak ada yang mau menerima tawaran tersebut kecuali pemuda yang bernama Bashar dia mengacungkan tangan lagi dan lagi-lagi nabi Ilyasa menolaknya dengan alasan yang sama sampailah Pada hari ketiga nabi Ilyasa berseru hal yang sama dan beliau berharap kali ini bukan 

 

hanya Bashar saja yang penyup tangan tapi ternyata teman-teman sama seperti kemarin ketika itu hanya Bashar lah yang tunjuk tangan dan menyanggupi segala persyaratan tersebut alasan detail nabi Ilyasa menolak adalah karena selain Dia harus menjadi raja yang menjamin kesejahteraan semua kaumnya dia juga harus menjadi Hakim yang adil yang bisa berlaku bijaksana dalam memutuskan segala permasalahan kaumnya Nah karena Bashar ini masih sangat mudah nabi Ilyasa khawatir dia tidak bisa berlaku adil dan bijaksana akhirnya karena sudah tiga kali tidak ada yang mau nabi Ilyasa pun mengangkat Bashar menjadi raja sekaligus Hakim tapi kegiatan yang dilakukan Bashar tetap dipantau oleh Nabi Ilyasa Basyar pun ketika itu mulai menjalani puasa di siang hari dan salat atau beribadah sampai larut malam kemudian sehari-hari dia selalu menahan amarahnya nabi Ilyasa kagum dengan pemuda ini tak disangka-sangka dia sanggup menjalani persyaratan itu dia pun luar biasa bijak dalam menyelesaikan 

 

segala masalah di dalam kaumnya nabi Ilyasa bangga kepada Bashar dia menepati janji-janjinya kemudian Bashar pun diberikan julukan yaitu Zulkifli yang artinya sanggup karena kesanggupannya menjalankan semua persyaratan ditambah lagi dia selalu berlaku adil dan bijaksana  sobat Jazirah ilmu yang dimuliakan Allah kisah naiknya Zulkifli atau Basyar ini menjadi raja disampaikan oleh Imam Ibnu Katsir di dalam kitabnya yang berjudul qisasul Anbiya hanya saja nama rajanya berbeda Bukan nabi Ilyasa di sana dituliskan Raja itu bernama Yasa lain halnya di dalam Kitab Ibnu jarir beliau menuliskan raja pada masa itu adalah nabi Allah Ilyasa Seiring berjalannya waktu Nabi Ilyasa pun meninggal dunia dan kini Raja Zulkifli tak ada lagi yang memantau sepeninggal Ilyasa Nabi Zulkifli memimpin negeri Syam dengan sangat baik Zulkifli sangat mementingkan urusan rakyatnya daripada urusan dirinya dan keluarganya beliau Memegang teguh janjinya untuk selalu berpuasa di siang hari dan beribadah di malam hari serta tak pernah sekalipun beliau marah Zulkifli selalu sabar dalam 

 

keadaan apapun di sisi lain iblis melihat kesolehan dan kebaikan Nabi Zulkifli dalam memimpin rakyatnya dan juga begitu kuatnya dia Memegang janji maka iblis pun tak tinggal diam kemudian iblis pun mengutus tentaranya yaitu syaitan yang sangat kuat-kuat untuk menggoda Zulkifli supaya minimal goyah sedikit keimanannya berkali-kali iblis mengutus syaiton untuk menggoda berkali-kali pulang Mereka gagal dan tak ada satupun setan yang berhasil menggoda Nabi Zulkifli Ini akhirnya saat itu iblis berinisiatif untuk turun tangan langsung menggoda Nabi Zulkifli dia pun mulai mencari timing yang pas untuk menggoda teman-temanku Simon di dalam kerajaan Nabi atau Raja Zulkifli ini setiap harinya sibuk dengan urusan kerajaannya jadi setiap hari jadwal beliau dari pagi sampai siang Zulkifli berangkat ke pengadilan di negeri itu untuk menjadi hakim dan menyelesaikan masalah-masalah rakyatnya itu beliau lakukan selama dalam posisi berpuasa makanya Setiap hari dia mengambil jam istirahat untuk tidur siang sebentar kemudian persidangan dilanjutkan kembali setelah beliau bangun 

 

persidangan pun dilanjut sampai sore atau malam hari malam harinya beliau beribadah dan berdoa sampai larut malam besok paginya beliau ke persidangan lagi begitu terus kegiatan yang beliau lakukan setiap harinya Zulkifli betul-betul figur seorang raja yang memuliakan seluruh rakyatnya hingga iblis melihat peluang untuk bisa menggoda Nabi Zulkifli ketika itu iblis hendak membuat Zulkifli marah karena iblis mau Zulkifli ini Melanggar janjinya kepada nabi Ilyasa untuk tidak boleh marah sama sekali akhirnya pada suatu hari iblis datang menemui Zulkifli dalam bentuk orang tua Renta dan miskin kalau itu iblis datang ketika Zulkifli sedang tidur siang hari itu entah mengapa sang raja merasa sangat lelah ketika di jam istirahatnya Zulkifli pulang terburu-buru beliau hendak tidur siang lebih awal supaya bisa mendapatkan waktu lebih di siang itu baru saja Zulkifli hampir terlelap di kamarnya iblis yang menyerupai kakek tua ini datang dan mengetuk pintu kamarnya dari dalam kamar Zulkifli bertanya siapa itu kemudian iblis menjawab Aku orang tua yang teraniaya Zulkifli Pun bangun dari tempat tidurnya Kemudian beliau membukakan pintu dan ketika itu iblis 

 

menceritakan permasalahannya Iblis kemudian mengarang cerita dia bilang aku dan kaumku terlibat permusuhan mereka memperlakukanku semena-mena melakukan ini dan itu padaku iblis terus bercerita panjang lebar hingga waktu istirahat Zulkifli pun habis sang raja yang sudah terlihat sangat kelelahan tidak jadi istirahat pada siang itu karena diganggu oleh iblis yang menyamar sebagai kakek-kakek ini dan tibalah waktunya Zulkifli untuk kembali ke tempat persidangan untuk melanjutkan menyelesaikan permasalahan kaumnya kemudian sang raja berkata pada Kakek ini wahai Paman engkau bisa meneruskan ceritamu nanti Karena sekarang aku harus ke tempat persidangan datanglah ke sana sore ini aku akan membantu menyelesaikan masalahmu di sana Zulkifli pun Kembali ke tempat persidangan dan meneruskan menjadi hakim pada hari itu kemudian setelah tiba waktu sore Zulkifli melihat kesana kemari di tempat persidangan itu beliau tak melihat kakek tua tadi di sana lalu ditunggunya sampai gelap tapi kakek tua itu tak kunjung datang menemuinya di ruang persidangan itu Zulkifli 

 

pun pulang ke rumahnya beliau berpikir mungkin besok pagi kakek tua itu akan datang ke majelisnya teman-temanku seiman keesokan harinya Nabi Zulkifli seperti biasanya duduk di persidangan menjadi Hakim yang adil untuk menyelesaikan permasalahan kaumnya ditunggunya sampai siang kakek tua tersebut tak kunjung datang maka tibalah waktu dimana Zulkifli harus beristirahat beliau menutup sementara majelisnya untuk beristirahat siang di rumahnya saat baru saja tertidur iblis yang kemarin datang lagi mengetuk pintu ketika pintu dibuka rupanya yang datang kakek-kakek yang kemarin Zulkifli pun menyuruh tamunya masuk dengan ada yang lembut Nabi Zulkifli berkata kepada Kakek ini wahai Paman Bukankah sudah kukatakan padamu kemarin datanglah ketika aku sedang di persidangan maka aku akan menyelesaikan masalahmu di sana lalu iblis kembali mengarang cerita dengan bercerita panjang lebar kepada Zulkifli hingga waktu istirahat Zulkifli pun habis ini sudah dua hari jam istirahat beliau diganggu kemudian Zulkifli berkata pada Kakek ini wahai Paman datanglah ke majelisku sore ini aku akan menunggumu di sana untuk menyelesaikan 

 

masalahmu kakek itu pun pergi dan Zulkifli Kembali ke tempat persidangannya beliau terlihat lelah dan sangat mengantuk karena tak sempat istirahat lalu datanglah waktu sore dilihatnya kesana kemari kakek tua itu tak datang juga Nabi Zulkifli memohon perlindungannya kepada Allah Subhanahu wa ta’ala untuk menyebarkan hatinya supaya beliau tidak marah ketika itu di hari yang ketiga ketika tiba waktu istirahat sang raja Zulkifli pun langsung cepat-cepat pulang hari itu betul-betul beliau sangat kelelahan bahkan jauh lebih lelah daripada kemarin sebelum beliau istirahat tidur siang beliau menyampaikan pesan kepada pengawal dan salah seorang keluarganya jangan kalian biarkan siapapun datang mendekati pintu ini aku mau tidur Hari ini aku lelah sekali baru saja Zulkifli tidur iblis yang menyamar dengan kakek-kakek yang sama datang lagi hendak mengetuk pintu namun ketika itu Kakek ini dihalau oleh penjaga pintu Hai Paman Raja Sedang 

 

istirahat beliau tak ingin diganggu kemudian Kakek ini berkata aku sudah memiliki janji kepada sang raja untuk datang pada hari ini tapi penjaga pintu tetap melarangnya dan menyuruh kakek itu untuk menunggu waktu istirahat sang raja selesai iblis pun tak bisa berbuat apa-apa dia pun pergi dan dia melihat ada sebuah lubang di atas kamar sang raja kemudian dia memanjat dan masuk ke dalam kamarnya iblis melihat Zulkifli sedang tertidur iblis hendak membuat Zulkifli marah maka dia pun membangunkan tidur Sang Raja Zulkifli pun terbangun dan mengatakan Hai Paman Apa yang kau lakukan di kamarku Bukankah aku telah menyuruhmu untuk menemuiku di persidangan ketika itu hampir saja Nabi Zulkifli marah Tapi beliau sekuat tenaga menahan amarahnya itu iblis yang melihat Zulkifli tidak marah akhirnya dia merasa putus asa kemudian iblis berkata Wahai raja coba lihat aku Apakah engkau tidak mengenali siapa aku Zulkifli pun memperhatikan lebih jelas Kakek ini kemudian Beliau berkata engkau 

 

pasti adalah musuh Allah Kakek ini menjawab iya benar engkau membuat aku tak berdaya dalam segala hal akhirnya aku melakukan ini semua untuk membuatmu marah yang akan bisa membatalkan janjimu kemudian iblis pun pergi dan dia gagal untuk membuat Zulkifli marah sobat Jazirah ilmu yang dimuliakan Allah selama memimpin kerajaannya Nabi Zulkifli tidak selalu hidup bahagia dan sejahtera bahkan beliau kerap kali mendapat banyak cobaan dari Allah subhanahu wa ta’ala salah satunya adalah cobaan yang berasal dari kaumnya beberapa orang kaumnya ketika itu mencoba menentang dan memberontak pada kekuasaannya hingga orang-orang tersebut berniat menghancurkan Kerajaan Nabi Zulkifli mereka berharap Zulkifli turun dari jabatannya sebagai raja Akhirnya Nabi Zulkifli memerintahkan kepada kaum yang mendukungnya untuk ikut berperang melawan kalangan pemberontak Walaupun sebagian besar dari kaumnya tak mau ikut dalam peperangan itu alasannya adalah karena mereka takut mati di medan perang karena alasan inilah pasukan yang dimiliki Zulkifli jumlahnya sangat amat sedikit dan jika dipaksa berperang melawan pemberontak sekarang bisa 

 

dipastikan Zulkifli akan kalah ketika itu kaumnya yang tak mau ikut berperang memberikan syarat yang terbilang mustahil yaitu agar saat bertempur mereka ada jaminan akan tetap hidup dan tidak terbunuh sama sekali di Medan peperangan lalu Nabi Zulkifli pun berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala beliau mendoakan agar segenap kaumnya diberikan keselamatan saat melawan para pemberontak tentu saja teman-teman doa dari Seorang nabi pasti diijabah oleh Allah subhanahu wa ta’ala pecahlah pertempuran antara pasukan Nabi Zulkifli yang terdiri dari pasukan rakyat jelata melawan pasukan pemberontak pertempuran ini terjadi cukup sengit dan di pertempuran ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala kabulkan doa dari Nabi Zulkifli Tak ada satupun anggota pasukan yang tewas dalam pertempuran waktu itu sekaligus Ini menghasilkan kemenangan atas Nabi Zulkifli dan pasukannya menurut dari para ulama selain kesabaran yang luar biasa doanya atas peperangan tersebut diabadikan menjadi salah satu mukjizat Nabi Zulkifli Alaihissalam beberapa waktu setelah perang tersebut kondisi kerajaan Nabi Zulkifli merasa sangat tentram dan sejahtera terlebih lagi dipimpin oleh seorang raja yang adil dan bijaksana serta 

 

rajanya hidup dalam kesederhanaan dan lebih mementingkan kesejahteraan rakyatnya di dalam Kitab Tafsir imam ath-thabari yang meyakini Nabi Zulkifli adalah penerus dari nabi Ilyasa tapi ada pula Sebagian ulama lain yang beranggapan bahwasanya Nabi Zulkifli ini adalah orang yang sama dengan nabi Yehezkiel atau nabi hiskill yang kisahnya pernah kita ceritakan di video beberapa waktu lalu Karena nabi yeskiel meninggal di Babilonia dan dimakamkan di sebuah tempat yang tempat tersebut bernama alkivel di kawasan Irak Abdullah Yusuf Ali dalam The Holy Quran menyebutkan bahwa kata kifli adalah bentuk Arab dari Yehezkiel yang berbahasa Ibrani sehingga menurut pendapat ini Zulkifli bukanlah julukan melainkan nama asli terlepas Apakah pendapat ini benar atau tidak menurut para ulama seperti atau Bari Ibnu Katsir Ibnu Ishak dan Ibnu kutaibah memandang Yehezkiel sebagai nabi Allah bahkan Ibnu Katsir dalam kitabnya mengisahkan kisah Nabi Zulkifli dan Nabi yeskiel dalam dua cerita yang berbeda artinya kisah Zulkifli sendiri dan kisah yeskiel sendiri teman-temanku seiman di sini kita akan membahas tentang perdebatan panjang yang menyebutkan bahwasanya Zulkifli adalah sosok Buddha Sidharta Gautama seorang tokoh yang diyakini sebagai pendiri dari agama Buddha Sidharta 

 

Gautama diperkirakan hidup pada antara abad ke-6 sampai 4 sebelum masehi ada yang berpendapat budha itu adalah Nabi Zulkifli Ada pula yang mengatakan dia adalah Nabi Idris dan bahkan ada pendapat juga bahwa Buddha adalah Nabi Khidir pendapat ini didasari karena kata kivel dianggap bentuk Arab dari kata Kapil kependekan dari kapilawastu yang merupakan ibukota Zakia dan tempat tinggal Sidharta Gautama sebelum dia meninggalkan istana anggapan bahwasanya sosok Buddha adalah Zulkifli diantaranya disebutkan oleh Hamid Abdul Qodir dalam karyanya Budha The Great his life and philosofi beliau menyimpulkan prinsip-prinsip hidup yang dijalankan Nabi Zulkifli memiliki persamaan dengan filosofi hidup yang diajarkan Sidharta Gautama pendapat ini diperkuat juga oleh seorang ahli tafsir yang bernama Al qasimi yang menafsirkan surat at-tin Demi buah tin dan buah zaitun demi Gunung Sinai dan demi Negeri Mekkah yang aman ini sungguh kami telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya tafsir ayat ini menurut Al qasimi pertama Allah Subhanahu Wa Ta’ala bersumpah dengan pohon Atin tempat Buddha mendapatkan Wahyu dan menjadi rasul lalu dari situlah lahir agama Buddha ayat kedua Allah Subhanahu Wa Ta’ala 

 

bersumpah dengan pohon ajaibtu yaitu tempat Isa diangkat menjadi nabi dan rasul maka lahirlah agama Kristen tafsir ayat ketiga Allah Subhanahu Wa Ta’ala bersumpah dengan Bukit Sinai Tempat Nabi Musa mendapat mandat dari Allah subhanahu wa ta’ala untuk menyelamatkan Bani Israil lalu lahirlah agama Yahudi tafsir ayat ke-4 Allah Subhanahu Wa Ta’ala bersumpah dengan negeri yang aman Al Balad Al Amin yaitu kota Mekah tempat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam mendapat Wahyu maka lahirlah di sana agama Islam dalam tafsir tersebut timbul sebuah pertanyaan Kenapa Buddha dan Kristen disebut lebih awal sementara Yahudi dan Islam disebut paling akhir Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa penyebutan agama Buddha paling awal dilihat dari jauhnya agama ini dari kebenaran kemudian disusul Agama Kristen dan Yahudi yang lebih mendekati kebenaran sedangkan Islam disebut disana paling terakhir karena kesempurnaan dan kebenarannya itu sendiri perlu diketahui teman-teman Ibnu Taimiyah merupakan ulama yang memiliki cakrawala yang begitu luas kritiknya terhadap tokoh-tokoh filsafat kalam fiqih tasawuf sejarah dan ulasannya mengenai agama lain tentunya lahir dari sumber bacaannya yang melimpah tapi ada pendapat lain yang mengatakan bahwasanya Buddha dihubungkan dengan Nabi Khidir itu 

 

terdapat dalam almiral wa annihal yang ditulis oleh ulama yang bernama asyah rastani Beliau mengatakan jika memang ajaran-ajaran yang mereka Jelaskan ini benar sosok budaya ini Tentunya mirip sekali dengan nabi Allah Khidir Alaihissalam dalam keyakinan orang Islam teman-temanku seiman yang menyatakan bahwasanya Buddha adalah Nabi Idris adalah karena keduanya memiliki banyak kesamaan yang pertama seorang bhikhu harus memakai jubah yang dibuat sesuai ketentuan ini adalah peraturan dari kebikukuhan yang harus ditaati oleh semua bikhu hal ini menjadi dasar bahwasanya Sidharta telah merancang sendiri busana kebikuan yang akan dipergunakannya nanti di pertapaannya kisah anu ruda teradama menjelaskan bahwa menjahit memang salah satu keahlian para bhikhu dalam kitab mustadrak Al Hakim dari Ibnu Abbas berkata Daud adalah seorang pembuat perisai Adam adalah seorang petani Nuh adalah seorang tukang kayu Idris adalah seorang penjahit dan Musa adalah penggembala Sidharta Gautama adalah seorang pangeran putra dari raja sudodana pada saat usia 7 tahun Pangeran Sidharta mempunyai tiga kolam bunga 

 

teratai yaitu kolam bunga teratai berwarna biru atau upala kolam bunga teratai berwarna merah atau paduma dan kolam bunga teratai berwarna putih ataupun dari k kata acider atau sidra atau sidar atau Idris merujuk pada arti atau makna bunga teratai ini merupakan hal yang patut dipertimbangkan lebih lanjut ditambah lagi kisah Sang Buddha yang menemui kesempurnaannya menuju para Nirwana Sama persis dengan apa yang dialami oleh Nabi Idris yaitu mencapai jannahnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala tanpa melalui kematian terlebih dahulu pada suatu malam Pangeran Siddharta memutuskan untuk meninggalkan istananya kemudian dia bertekad untuk menjalani hidup sebagai Pertapa dan tepat pada usia 40 tahun beliau diangkat menjadi seorang nabi sebagaimana lazimnya nabi-nabi lainnya dalam Islam Buddha Gautama juga teman-teman meramalkan kehadiran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dengan menyebutnya sebagai Buddha Maitreya aku bukanlah satu-satunya Buddha saja 

 

selepas aku akan lahir seorang budak lagi yang dikenal dengan nama Maitreya dia akan memiliki banyak sifat-sifat mulia dan utama kalau anak muridku beratus-ratus my Trio tersebut beribu-ribu seorang sejarawan muslim yang bernama Al Biruni pernah tinggal selama bertahun-tahun di India Kemudian beliau menuliskan sebuah kitab yang dinamakan alhin di dalam kitabnya tersebut Beliau mengatakan bahwa para penganut Buddha di India tidak pernah mengakui Buddha sebagai Tuhan mereka hanya berkeyakinan bahwasanya Buddha adalah seorang nabi Jadi itulah kisah nabi Allah Zulkifli semoga Kisah ini bermanfaat lebih dan kurangnya Mohon dimaafkan yang benar datangnya dari Allah subhanahu wa ta’ala khilaf atau keliru itu datangnya dari saya pribadi sebagai manusia biasa Sampai ketemu di kisah-kisah seru yang penuh makna selanjutnya saya akhiri wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *