Cerbung Guru Killer Itu Kekasihku Part 10

Cerbung Guru Killer Itu Kekasihku Part 10 1

Cerbung Guru Killer Itu Kekasihku Part 10

Bloggerbanyumas.com – Starlight High School Semua siswa di kelas XI IPA tampak tegang menunggu kedatangan pak Rey. Bagaimana tidak, hari ini akan di adakan ulangan harian Kimia, itu pun dadakan.

“Duh Key, gue tegang banget nih! Mana ulangan kimia lagi!” ucap Livy pada Keyra.

Cerbung Guru Killer Itu Kekasihku Part 10 2

“Udah gak usah di pikirin, di bawa santai aja.” Jawab Keyra.

“Lo mah enak ngomong gitu, secara lo kan pintar. Lah gue?” 

“Hahaha..ya mau gimana lagi? Makannya belajar!”

Tak lama kemudian pak Rey masuk ke dalam kelas. Dan seperti biasa, pak Rey tampak tampan dan gagah, apalagi dia kali ini tidak memakai kecamatanya.

“Pak Rey, ganteng banget ya kalo gak make kecamata gitu?” tanya Livy.

“Iya.” sahut Keyra tanpa sadar.

“Eh, lo bilang apa?” tanya Livy.

“Apa? Nggak ko, nggak ada.” elak Keyra.

“Bayu, bagikan sola ini,” titah pak Rey kepada bayu selaku ketua kelas.

Bayu kemudian membagikan satu persatu soal ulangan kepada teman-temannya.

Suasana kelas seketika hening.

“Ingat kerjakan sendiri! Jangan coba-coba untuk mencontek jawaban dari temen kalian!” ucap pak Rey tegas.

Pak Rey mulai mengitari para murid yang sedang fokus menjawab ulangan tersebut.

Pak Rey tampak tersenyum takjub ke arah Keyra yang sampai saat ini masih begitu tenang.

Seperti ada sebuah magnet yang menariknya, kini pak Rey berjalan ke arah bangku milik Keyra.

“Key, masih belum selesai juga?” Pak Rey berbicara begitu lembut tepat di sebelah Keyra dan hal itu bener-bener membuat Keyra gugup.

“Sedikit lagi pak.” Jawab Keyra gugup dan jantung nya nyaris copot dari tempatnya.

“Apa kamu mengalami kesulitan menjawab soal terakhir?” tanya pak Rey lagi.

“Ti-tidak pak.”

“Hm, yaudah lanjutkan Key, waktunya hampir habis,” pak Rey berdehem seraya menyentuh pundak Key lembut.

Deg! Apa itu tadi? Pak Rey menyentuh pundaknya? Dan rasanya…sialan lembut sekali.

“Baiklah waktu nya sudah habis! Sekarang juga kumpulkan lembar jawabn kalian!” ucap pak Rey.

“Ck, cepet amat sih, mana gue belum selesai lagi,” ucap Livy panik.

“Keyra!” uajar pak Rey

“Iya, pak?” sahut Keyra

“Bantu saya membawa ini keruangan saya,” titah pak Rey menunjuk tumpuk lembaran jawaban di hadapannya.

“Eh? Iya, pak.” sahut Keyra.

Tanpa pikir panjang Keyra segera membawa tumpukan kertas itu dan berjalan beriringan dengan pak Rey menuju ruangan nya.

Di dalam ruangan pak Rey

Keyra sibuk memeriksa jawaban miliknya dan temen-temennya atas perintah dari pak Rey.

“Sudah selesai semua?” tanya pak Rey beranjak berdiri dan mendekati Keyra dan duduk di sebelah Keyra.

“Tinggal satu lagi pak!” sahut Keyra tanpa menoleh dia tidak menyadari bahwa kini pak Rey telah duduk di sebelahnya tanpa jarak sedikitpun. Pak Rey tampak menatap wajah Keyra yang terlihat begitu cantik, manis dan menggemaskan.

“Ini pak sudah selesai,” ucap Keyra kemudian menoleh dan dia begitu terkejut saat mendapati pak Rey duduk di sebelahnya.

“Astaghfirullah! pak mengagetkan saja.” ucap Keyra sambil mengusap dadanya.

“Ck, harus ya kaget gitu? kaya abis liat setan aja.” decak pak Rey merampas lembar jawaban dari tangan Keyra.

“Maaf pak saya hanya kaget tadi. Yaudah pak, karena semuanya sudah beres saya izin balik ke kelas lagi.” Izin Keyra.

“Sekarang?”

“Maksudnya pak? Ya iyalah sekarang masa taun depan. Apa bapak mau saya tetap di sini nemenin Bapak?” tanya Keyra sedikit bercanda.

“Jangan ngawur deh Key, ngapain juga saya nahan kamu lama-lama di sini,” sahut pak Rey berkilah.

“Hmm, yaudah kalo gitu saya pergi.” uajar Keyra lalu beranjak berdiri, namun tiba-tiba pak Rey mencekal tangannya.

“Siapa bilang kamu boleh pergi?” tanya pak Rey yang kini sudah berdiri dan menatap Keyra begitu intens.

“Pak,” lirih Keyra. Tatapan mata elang pak Rey membuat seluruh tubuh Keyra menegang dia tak bisa berkutik saat pak Rey mulai mendekatkan wajahnya ke arah Keyra. Hembusan nafas beraroma mint itu seakan menyapu seluruh wajah Keyra.

Glek’ Situasi ini bener-bener membuat Keyra menelan salivanya susah payah. Apa pak Rey hendak mencivmnya dan apa sebentar lagi Keyra akan kehilangan First kissnya? Memikirkan hal itu sontak membuat Keyra memejamkan matanya. Dan..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *