Cerbung Guru Killer Itu Kekasihku Part 14

Cerbung Guru Killer Itu Kekasihku Part 14 1

Cerbung Guru Killer Itu Kekasihku Part 14

Bloggerbanyumas.com – Setelah mengetahui pak Rey telah kembali, membuat semangat yang ada dalam diri Keyra kembali berkobar. Kini dia sudah kembali menjadi Keyra yang ceria seperti sedia kala, banyak omong dan jahil tentunya. Hal itu tentu menarik perhatian Livy.

Cerbung Guru Killer Itu Kekasihku Part 14 2

“Key, kenapa lo? Seneng banget kayanya,” tanya Livy

“Nggak ko, biasa aja,” sahut Keyra dengan senyuman yang mengembang di wajahnya.

“Nggak, nggak mungkin ini pasti ada something nih,” tanya Livy lagi.

“Yah…di bilangin malah gak percaya,” ucap Keyra kemudian.

“Yaudah gue percaya. Eh, btw tadi lo ngapain di panggil pak Kepsek? Ada masalah apa?” tanya Livy penasaran

“Biasa lah, apalagi kalo bukan soal olimpiade,” sahut Keyra

“Terus siapa yang bakal bimbing lo kali ini?” tanya Livy lagi

“Pak Rey, Liv,” sahut Keyra

“What? Pak Rey?” tanya Livy tak percaya. “Tapi bukannya pak Rey masih belum masuk yah?” tanyanya lagi

“Dia udah masuk ko, tadi dia ada di kantor Kepsek bareng gue,” sahut Keyra

Livy hanya ber OH saja.

____

Sepulang sekolah…..

“Liv, gue duluan ya gue harus ke ruangan pak Rey dulu, kayanya dia mau bahas soal Olimpiade deh,” ucap Keyra dengan terburu-buru.

“Yaudah sana! Gue doain biar lo bisa menangin Olimpiade itu,” 

“Thanks ya Liv, gue pergi dulu,” Keyra berlari keluar menuju ruangan pak Rey.

Di ruangan pak Rey.

Tok tok tok

“Permisi, pak,” ujar Keyra dari luar

“Masuk, Key!” sahut pak Rey

Keyra yang mendengar itu langsung saja masuk.

“Duduk dulu, Key!” titah pak Rey

Keyra menurut ia kemudian segera duduk di sofa panjang tersebut namun.

“Baca ini dulu, Key!” Pak Rey memberikan beberapa kertas pada Keyra.

“Apa ini, pak?”

“Itu adalah beberapa materi baru, yang saya dapat saat seminar kemarin. Nah sekarang kamu baca supaya ada gambaran tentang materi itu, nanti saya jelaskan lagi secara detail,” ucap pak Rey kemudian bangkit dari duduknya.

“Iya pak, tapi Bapak mau kemana?” tanya Keyra menyelidik.

“Keyra, sepertinya kamu takut sekali ya saya tinggalkan?” goda pak Rey sambil tersenyum jahil.

“Shhh, apaan sih pak, saya cuma nanya ko,” sahut Keyra dengan nada kesal dan sewot.

“Haha.. Key! Saya cuma mau keluar sebentar, nggak lama ko,” ucap pak Rey kemudian.

“Terserah!”sahut Keyra tanpa melihat ke arah pak Rey. Dia fokus membaca materi yang di berikan pak Rey. Sementara pak Rey yang melihat itu hanya terkekeh gemas.

Pak Rey kemudian pergi meninggalkan Keyra seorang diri di dalam ruangannya.

____

“Ini pak Rey kemana coba? Katanya cuma pergi sebentar, tapi ini udah setengah jam lebih,” desis Keyra 

“Niat ngajar gak sih dia?” Gerutu nya lagi

Hampir sati jam Keyra menunggu, namun pak Rey tak kunjung datang juga hingga membuat Keyra mengantuk. Keyra menyandarkan dirinya di sofa mencari posisi yang terasa nyaman. Setelah di rasa nyaman, Keyra mulai memejamkan matanya.

Tak lama kemudian pak Rey pun kembali dengan beberapa belanja di tangannya.

“Keyra apa kamu….”ucapannya terhenti saat melihat gadis cantik itu tengah tertidur dengan bersandar di sofa.

Pak Rey tersenyum, “Apa aku pergi terlalu lama?” tanya pak Rey bergumam. Pak Rey kemudian melangkah mengahmpiri Keyra.

Keyra tampak tidur dengan nyenyak. Pelan-pelan pak Rey membenarkan posisi tidur Keyra. Pak Rey merebahkan tubuh Keyra di sofa panjang tersebut, lalu menyelimuti tubuh Keyra dengan jas nya.

Senyuman mengembang di sudut bibir pak Rey, “Cantik dan manis sekali,” guamamnya.

Pak Rey kini berjongkok tepat di hadapan wajah Keyra. Tangannya mulai menyentuh dan membelai lembut wajah Keyra, menggaris alis Keyra, dia menatap bulu matanya yang lentik. 

Pandangan pak Rey terhenti pada bibir berwarna merah muda yang terlihat begitu manis dan menggoda imannya. Pak Rey menyentuh bibir itu dengan ibu jarinya, sungguh pak Rey merasa tidak tahan lagi. Perlahan pak Rey mendekatkan wajahnya ke arah wajah Keyra, semakin dekat hingga mengikis jarak di antara mereka dan….

CUP! Pak Rey mendaratkan bibirnya tepat di bibir Keyra, dia mencivm sekilas bibir Keyra dengan begitu lembut.

“Maafkan saya Key,” ujarnya kemudian mengusap lembut bibir yang telah ia curi civmannya tanpa di ketahui sang empunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *