Cerbung Guru Killer Itu Kekasihku Part 16 1

Cerbung Guru Killer Itu Kekasihku Part 16

 Keyra merebahkan tubuhnya di atas kasur. Baru saja hendak memejamkan matanya, terdengar suara notifikasi pesan masuk di ponselnya.

Keyra beringsut meraih ponselnya. Senyumnya mengembang ketika tau siapa yang mengirim nya pesan.

Cerbung Guru Killer Itu Kekasihku Part 16 2

{ Keyra,} isi chat dari pak Reygan

{ Iya, pak? } balas Keyra

{ Kenapa masih belum tidur? } tanya pak Rey

{ Ini baru aja mau tidur ko pak, } balas Keyra

{  Yaudah kalo gitu, sekarang kamu istirahat, tidur yang nyenyak! }

{ G. Night }

{ Mimpi indah Key! }

Pesan beruntun dari pak Rey masuk memenuhi ponsel Keyra.

{ Mimpiin bapak boleh, nggak? } balas Keyra yang kini mulai berani menggoda pak Rey

Sedangkan di seberang sana, pak Rey tampak tersenyum sumringah saat membaca balasan chat dari Keyra.

“Keyra, naughty girl! Kamu sepertinya semakin hari semakin berani denganku,” gumam pak Rey menyunggingkan sebuah senyuman di bibirnya yang sensual sambil menatap layar ponselnya. NAUGHTY GIRL, begitulah pak Rey menamai Keyra di ponselnya.

_____

Pagi harinya…

Kali ini Keyra tampak berangkat sekolah di antar oleh Ira- mamanya.

“Ma, Keyra masuk dulu ya?” ucap Keyra sembari mencium punggung tangan mamanya.

“Iya sayang, belajar yang rajin ya anak mama,” ucap Ira seraya mencium kening Keyra.

Brumm…

Sebuah motor ninja berwarna hitam berhenti tepat di hadapan Ira dan Keyra, siswa tersebut tampak melepas helmnya.

“Pagi tante! Pagi Key,” sapa Andre, lalu turun dari motor dan menghampiri Ira untuk menyalaminya.

“Pagi Ndre, tumben pake motor?” tanya Keyra merasa heran.

“Hehe iseng pengen naik motor Key,” sahut Andre

Di parkiran sekolah, tampak seseorang tengah memperhatikan interaksi ketiga orang yang tampak akrab itu dengan sorot mata tajamnya.

______

Jam pelajaran pertama kali ini adalah PjOK. Keyra dan semua temen kelasnya tampak sudah bekumpul di lapangan.

Pritt…suara peluit yang di tiup oleh Pak Tama selaku guru mata pelajaran tersebut, mengisyaratkan agar para siswa dan siswi berbaris di tengah lapangan.

Pak Rey yang kini sedang berjalan menuju kantor tiba-tiba terhenti kala mata pak Rey tertuju pada satu orang siswi yaitu, Keyra. Dari sekian banyaknya murid yang berada di tengah lapangan, hanya Keyra satu-satunya siswi yang mampu menarik perhatian pak Rey. Harus pak Rey akui bahwa anak muridnya itu semakin hari semakin bertambah cantik di matanya.

____

Bel tanda pulang sekolah sudah berbunyi, para siswa dan siswi tampak berhamburan.

Keyra berjalan keluar dari kelasnya bersama beberapa siswa yang masih tersisa.

“Keyra!” ujar seseorang memanggil Keyra, membuat langkah Keyra terhenti, Keyra memutar badannya dan mendapati sosok pria yang begitu familiar tengah bersandar pada dinding kelas sambil menatap ke arahnya.

Sudut bibir Keyra tersangkat saat dia melihat siapa orang yang memanggilnya, siapa lagi kalo bukan pak Rey. Pak Rey berjalan menghampiri Keyra.

“Pak Rey, bapak ngapain di sini?” tanya Keyra

“Ngapain lagi? Sudah jelas untuk menunggu kamu Key memang mau apa lagi?” sahut pak Rey

Deg! Menunggunya? Keyra tidak salah dengar kan?

“Tapi, kenapa?” tanya Keyra seperti orang bodoh saja membuat pak Rey mengernyitkan dahinya.

Pletak! Sebuah sentilan mendarat di dahi Keyra

“Sshhh,” bibir Keyra meringis

Sementara pak Rey mendesah

“Keyra kamu lupa?”

“Tentang?” 

“Bimbingan yang akan kita lakukan hari ini Key,” sahut pak Rey, sontak membuat Keyra membulatkan matanya, ia menepuk jidatnya.

“Jangan bilang kamu lupa, Key?” tanya pak Rey

“Heheh maaf pak,” sahut Keyra cengengesan

“Ck, yasudah mulai hari ini kita mulai bimbingan nya, untuk tempatnya kamu yang nentuin Key mau di sekolah apa di rumah?” tanya pak Rey

“Emm..di rumah aja pak,” sahut Keyra

“Oke, nggak papa, saya bisa pergi ke rumah kamu,” sahut pak Rey, “Yasudah kamu tunggu di parkiran saya ngambil tas dulu sekalian saya langsung anterin kamu pulang,” lanjutnya lagi

Keyra hanya mengangguk kemudian berjalan menuju parkiran

“Key belum pulang? Yuk gue anterin,” tawar Andre kepada Keyra

Baru saja Keyra hendak menjawab, seseorang sudah lebih dulu menjawabnya.

“Keyra pulang sama saya, jadi kamu nggak usah repot-repot nganterin Keyra. Duluan saja!” ucap pak Rey dengan nada yang terdengar sinis.

“Pak Rey,” lirih Keyra

“Key, lo beneran pulang sama pak Rey?” tanya Andre

“Iya, sorry ya Ndre, solanya gue mau ada bimbingan buat persiapan Olimpiade,” sahut Keyra

“Nggak apa-apa ko Key,” sahut Andre, ” Yaudah Key kalo gitu gue duluan ya,” ucap Andre sembari mengusap pucak kepala Keyra. Entah keberanian dari mana Andre melakukan aksi itu di depan pak Rey.

“Iya Ndre,” sahut Keyra

“Saya duluan ya pak,” ucap Andre kepada pak Rey

“Hmmm,” jawab Pak Rey berdehem sinis

Jangan tanyakan bagaimana perasaan pak Rey saat ini. Sudah pasti dia sudah kebakaran jenggot. Darahnya juga sudah mulai mendidih hingga ke ubun-ubun. Berani sekali anak itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *