bloggerbanyumasbloggerbanyumas

Cerbung Guru Killer Itu Kekasihku Part 18

 Kini mereka sudah tiba di depan rumah Keyra. pak Rey menepikan mobilnya dan memarkirkannya di pinggir jalan kemudian bergegas turun. 

“Sepi banget rumahnya Key?” tanya pak Rey

Cerbung Guru Killer Itu Kekasihku Part 18 1

“Ya pak, memang jam segini mama gak pernah di rumah,” sahut Keyra, “Silahkan masuk pak,” ucap Keyra mempersilahkan pak Rey masuk ke dalam rumahnya.

“Bapak mau minum apa?” tanya Keyra kemudian

“Saya kopi aja Key, seperti yang biasa kamu buatkan,” sahut pak Rey

“Ya sudah saya buatkan kopi dulu, tunggu bentar ya pak,” ucap Keyra kemudian beranjak dari sofa dan melenggang menuju dapur.

Sambil menunggu Keyra, pak Rey kemudian beranjak berdiri dan berjalan-jalan untuk mengamati ruangan tersebut.

Pak Rey menghentikan langkahnya di depan sebuah rak buku yang terbuat dari kayu. Pandangan mata pak Rey tertuju pada sebuah buku yang menurutnya mencurigakan.

Karena penasaran pak Rey akhirnya meraih buku tersebut dan benar saja begitu melihat sampul dan judul buku tersebut seketika matanya membulat.

*SCKANDAL*

“Apa-apaan?” gumam pak Rey

“Bisa-bisanya dia mengoleksi buku seperti ini,” gerutunya lagi. Pak Rey kemudian membuka satu persatu halaman dari buku itu. Dan baru saja ia membuka beberapa halaman awal, isi dari tersebut sudah membuat tubuhnya meremang tidak jelas.

“Pak ini kopi dan….,” ucapan Keyra terhenti saat dia melihat buku yang kini berada di tangan pak Rey. Di tambah lagi sorot mata pak Rey yang kini menatapnya tidak bersahabat.

“Pak balikin buku saya!” ucap Keyra hendak menyambar buku itu namun kalah cepet.

“Nggak!” ucap pak Rey tegas

“Pak balikin,” rengek Keyra

“Nggak saya tidak akan memberikannya!” tegas pak Rey bersikukuh

“Ayolah pak, pleas balikin yah,” rayu Keyra

“Nggak Keyra!” 

“Ck!” Keyra berdecak. Kembali berusaha meraih buku itu dengan meloncat-loncat, sedangkan pak Rey terus melangkah mundur hingga kakinya terhalang oleh sofa dan alhasil….

Brughh! Pak Rey dan Keyra sama-sama terjatuh di atas sofa dengan posisi yang tidak terduga. Keyra terjatuh dengan menindih tubuh pak Rey. Jarak antara keduanya begitu dekat, bola mata mereka saling bertemu. Kini mereka saling tatap dengan jarak yang begitu dekat

Brakk!! Suara pintu yang tertutup oleh angin menyadarkan mereka berdua.

 “Ekhm maaf, pak,” Keyra begegas berdiri dan menyingkir dari tubuh pak Rey.

“Ekhm, bapak minum kopinya dulu, saya mau ganti baju dulu,” ucap Keyra gugup sembari menaiki tangga untuk menuju kekamarnya. Bahkan sampai melupakan bukunya yang masih di tangan pak Rey

“Hmm” sahut pak Rey yang tak kalah gugupnya. Pak Rey kemudian meneguk kopi kopinya sambil menatap Keyra yang mulai menghilang di atas sana sambil tersenyum miring. Kopi buatan Keyra memang yang terbaik.

______

Pak Rey tampak mulai menjelaskan kepada Keyra beberapa materi baru untuk persiapan olimpiade dan Keyra dengan serius mencoba untuk menyimak dan mencatat setiap poin yang di anggapnya penting.

“Bagaimana Key? Sejauh ini kamu paham kan?” tanya pak Rey

“Iya pak, paham,” sahut Keyra

“Baiklah kalo begitu kita coba dengan contoh soal pertama,” ucap pak Rey

“Hmm,” Keyra hanya berdehem

Pak Rey mulai membacakan soal, dan Keyra mencatat nya. Setelah itu dia mulai menjawabnya.

Pak Rey kini malah tampak mengamati Keyra yang sedang sibuk mengerjakan soal tersebut.

Tak lama kemudian terdengar suara deru mobil yang masuk ke halaman rumah Keyra.

“Siapa Key?” tanya pak Rey saat mendengar suara mobil tersebut.

“Itu mama pak, tumben jam segini udah pulang,” sahut Keyra, biasanya mamanya akan pulang malam.

Tak berselang lama terdengar handle pintu yang terbuka. Dan benar saja Ira tampak melenggang masuk menuju ke ruang tengah.

“Key sayang? Ada tamu ya? Siapa?” tanya Ira yang baru saja masuk.

Pak Rey dan Keyra sama-sama beranjak berdiri saat melihat Ira yang kini sudah berdiri di hadapan mereka.

“Siapa Key?” tanya Ira melirik ke arah Keyra dan pak Rey secara bergantian.

“Ma, kenalin ini pak Rey guru pembimbing yang akan membantu untuk mempersiapkan aku mengikuti Olimpiade nanti,” ucap Keyra sembari memperkenalkan pak Rey.

“Pak Rey, kenalkan saya Ira mamanya Keyra. Tolong ya agar pak Rey mau bersabar mendidik Keyra,” ucap Ira sambil mengulurkan tangannya kepada pak Rey.

“Reygan tante. Iya tante tentu saja, saya akan membimbingnya dengan baik karena saat ini Keyra tanggung jawab saya,” sahut Reygan semabri membalas uluran tangan Ira.

“Yaudah nak Reygan silahkan di teruskan belajarnya, saya tinggal dulu mau istirahat,” ucap Ira sebelumnya iya pergi menuju kamarnya.

“Iya tante,” sahut pak Rey

Keyra dan pak Rey pun melanjutkan belajarnya. Tak terasa kini jam sudah menunjukkan pukul setengah lima.

“Kita lanjutkan besok saja Key,” ucap pak Rey

“Besok? Tapi kenapa pak?” tanya Keyra

“Ini udah jam setengah lima Key,”  ucap pak Rey sambil melirik arloji yang melingkar di tangannya.

“Nah terus? Memangnya kenapa pak?” tanya Keyra seperti orang bodoh.

“Pake nanya kamu, katanya mau pergi sama temen-temen kamu. Lupa?” tanya pak Rey

“Ah…iya saya hampir lupa, perasaan belajarnya baru sebentar deh ko udah jam setengah liam aja,” ucap Keyra sembari menggerutu.

“Gimana jadi pergi gak hmm?” tanya pak Rey lagi

“Mm…iya kayaknya,”

“Loh ko malah kayaknya?” tanya pak Rey,  “Key kenapa bengong? Buruan siap-siap! Katanya mau pergi,” ucap pak Rey lagi saat melihat Keyra malah melamun.

“Eh? Iya pak masih ada waktu ko,” sahut Keyra

“Nak Rey sudah mau pulang? Udahan belajarnya?” tanya Ira yang baru saja turun dari lantai atas.

“Eh, iya tante hari ini udahan dulu, udah mau sore juga, jadi lanjut besok saja,” sahut pak Rey

“Oh gitu,” 

“Yaudah tante saya permisi mau pulang dulu. Key saya pulang dulu,” pamit pak Rey

“Iya nak Reygan, hati-hati di jalan,”

“Biar saya anter sampai depan pak,” ucap Keyra

“Saya bisa sendiri ko Key, nggak usah di antar,” ucap pak Rey setelah mereka keluar dari rumah Keyra.

“Ck, Yasudah sih kalo gitu saya balik lagi ke dalam,” decak Keyra mendadak kesal. Keyra hendak berbalik namun pak Rey dengan sigap menarik tangan Keyra hingga membuat Keyra bertubrukan di dadanya.

“Mau kemana? Katanya mau anterin?” tanya pak Rey

“Katanya tadi nggak usah, bisa sendiri,” sahut Keyra dengan nada sewot

” Saya becanda, cepet banget sih ngambeknya,” goda pak Rey. Untuk yang kesekian kalinya pak Rey dibuat gemes sama kelakuan Keyra.

“Habisnya bapak ngeselin,” cebik Keyra sambil memanyunkan bibirnya.

“Hehe maaf. Tapi mulutnya nggak usah di monyongin gitu,”  ledek pak Rey sambil mengusap pelan bibir Keyra. Membuat sang empu malah salah tingkah.

“Saya cuma nggak mau kamu terlambat ketemu temen-temen kamu Key,” sahut pak Rey melanjutkan langkahnya.

“Pak kenapa sih bapak sibuk banget permasalahin saya mau ketemu sama temen-temen saya? Padahal belum tentu juga saya mau pergi,” sahut Keyra membuat pak Rey menghentikan langkahnya.

” Nah terus kamu nggak mau pergi memangnya?” tanya pak sedikit heran.

“Tau ah pak,”

“Dasar nggak peka Kenapa pake acara di ijinin segala? Larang kek!” gumam Keyra dalam hati

“Biasanya juga suka banget ngelarang-larang,” batinnya lagi

“Dah ah, saya mau masuk dulu,” Keyra kemudian berbalik hendak meninggalkan pak Rey, Namun….

Grep!!!

By bloggerbanyumas

bloggerbanyumas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *