Cerbung Guru Killer Itu Kekasihku Part 19

Cerbung Guru Killer Itu Kekasihku Part 19 1

Cerbung Guru Killer Itu Kekasihku Part 19

Bloggerbanyumas.comCerbung Guru Killer Itu Kekasihku Part 19 Secara tidak terduga pak Rey dengan sigap meraih tangan Keyra dan merengkuh tubuh Keyra, mendekap lalu membawanya ke dalam pelukan. Pak Rey memeluk erat tubuh mungil Keyra dan mengusap lembut kepala Keyra hingga membuat yang di peluk merasa nyaman.

Deg!

Deg!

Deg!

Cerbung Guru Killer Itu Kekasihku Part 19
Cerbung Guru Killer Itu Kekasihku Part 19

Dalam sekejap suasana menjadi hening, yang ada hanya suara dentuman yang saling beradu yang berasal dari alunan detak jantung kedua insan itu pertanda bahwa kondisi jantung keduanya sedang tidak baik-baik saja.

Keyra tertegun saat kini wajahnya tepat menempel di bawah leher pria tersebut.

“Keyra?” ucap pak Rey setelah melepas dekapannya terhadap Keyra. Kini keduanya saling beradu tatap pak Rey menggenggam tangan erat Keyra.

“Hmm?” tanya Keyra yang saat ini masih sedikit tidak mengerti dengan situasi ini.

Cerbung Guru Killer Itu Kekasihku Part 19

“Jika saya meminta kamu untuk tidak pergi, apa kamu mau memenuhi permintaan saya Key?” tanya pak Rey menatap Keyra lekat.

“Maksud bapak?” tanya Keyra seolah masih tak paham.

“Mungkin ini terdengar egois, tapi…,? ucap pak Rey tertahan, “Gak usah pergi ya, Key?” pinta pak Rey

Egois? Mungkin memang iya tapi hatinya tidak rela membiarkan Keyra untuk pergi apalagi saat tau Andre juga ikut.

“Please Key! Kali ini jangan pergi ya?” pinta pak Rey lagi

“Pak,” lirih Keyra

“Saya mohon Key, hmm?” ucap pak Rey

“Iya pak, saya nggak akan pergi ko,” sahut Keyra membuat seulas senyum terbit di bibir pak Rey.

Baca juga  Review SUBARU siap bikin mobil terbang!

“Terimakasih Key, ya sudah saya pulang dulu, kamu masuk gih!” ucap pak Rey semabari mengusap kembali kepala Keyra lembut, membuat sang empu bersemu merah.

“Iya pak nanti saya masuk setelah bapak pergi,” sahut Keyra

Pak Rey kemudian masuk ke dalam mobil dan perlahan mengemudikan mobilnya meninggalkan tempat itu. Pak Rey mendongakkan sedikit kepalanya melihat Keyra, sebelum ia bener-bener pergi.

Keyra kembali masuk ke dalam rumahnya, dia menangkup pipinya yang terasa panas karena insiden pelukan tadi. Keyra masih tidak menyangka pak Rey bener-bener memeluknya tadi.

Kyaaaa! Mimpi apa gue semalam sampai di peluk sama pak Rey segala? Jerit Keyra dengan begitu histeris di dalam hatinya.

***

“Pak Rey nya sudah pulang sayang?” tanya Ira, pertanyaan Ira membuat Keyra langsung tersentak.

“Udah, Ma,” sahut Keyra dengan cepat menetralkan ekspresi wajahnya sambil menjatuhkan tubuhnya di sofa tepat di sebelah mamanya.

“Ngomong-ngomong pak Rey gurunya ganteng yah?” tanya Ira, “Pantesan kamu betah gurunya tampan begitu,” sindir Ira.

“Terus mama maunya aku sering bolos aja gitu?” tanya Keyra terdengar sinis.

“Ya nggak gitu juga sayang, cuma mama baru pertama kali liat ada guru seganteng itu, baik lagi,” ucap Ira, sementara Keyra hanya senyum-senyum mendengar ucapan mamanya sambil ia mengingat insiden tadi bersama pak Rey.

“Kenapa kamu senyum-senyum gitu?” tanya Ira sambil memicingkan matanya menatap Keyra dengan tatapan penuh curiga. 

“Jangan-jangan kamu naksir ya sama pak guru itu?” ucapan Ira membuat Keyra tergelak.

“Ekhm, siapa sih yang nggak naksir kalo pak gurunya good looking begitu,” sahut Keyra secara jujur. Namun Ira malah menanggapi ucapan Keyra sebagai gurauan semata. Dan dia tidak tau bahwa kali ini putrinya bersungguh sungguh. Bukan hanya sekedar suka, tetapi Keyra bener-bener mencintai gurunya itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *