News  

Cerbung Guru Killer Itu Kekasihku Part 20

bloggerbanyumas
bloggerbanyumas

Cerbung Guru Killer Itu Kekasihku Part 20

 Ini adalah hari Minggu, hari yang biasanya menjadi hari yang paling di tunggu oleh para kaum pelajar. Karena hari ini mereka bisa terbebas dari yang namanya Sekolah, Guru dan Buku.

Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Keyra, pasalnya tiba-tiba pak Rey menjadwalkan bimbingannya di hari Minggu itu pun Keyra baru di beritahu malam tadi.

Cerbung Guru Killer Itu Kekasihku Part 20 1

“Ck! Pak Rey mana coba? Jam segini tumben belum nyampe juga?” decak Keyra kesal. Bagaimana tidak kesal kurang lebih selama 1 jam dia menunggu, namun yang di tunggu tak kunjung datang juga.

“Padahal gue udah bela-belain bangun pagi-pagi, eh taunya jam segini belum datang juga. Tau gitu gue bangunnya siang aja,” decaknya lagi

“Sayang katanya mau belajar? Mana pak Rey nya? belum datang juga?” tanya Ira yang baru saja turun dari lantai atas.

“Iya ma, tau nih udah jam segini belum datang juga, padahal kemarin bilangnya mau dateng jam 7, tapi ini? Apaan udah jam 8 lewat juga,” ujar Keyra tampak masih kesal.

“Yang sabar sayang, mungkin ada sesuatu yang membuat nak Reygan terlambat,” ucap Ira berusaha melerai putrinya, “Tunggu aja dulu,” ucapnya lagi

Tidak lama kemudian terdengar suara kelakson mobil yang terdengar di tekan beberapa kali. Tidak salah lagi itu pasti pak Rey.

Cerbung Guru Killer Itu Kekasihku Part 20

Mendengar suara kelakson mobil pak Rey membuat Keyra yang tadinya duduk langsung langsung melompat turun dan segera keluar untuk menghampiri pak Rey.

“Sayang hati-hati! nanti jatoh loh,” ucap Ira di buat kaget dengan aksi Keyra

“Heheh,”Keyra hanya menjawab dengan kekehan. Tanpa berkata apapun lagi Keyra langsung keluar menghampiri pak Rey

“Pak Rey,” ujar Keyra lirih saat pria yang sudah sejak tadi dia tunggu-tunggu kini sudah berdiri di hadapannya sambil mengulas senyum.

Awalnya, Keyra berniat mengajukan protes pada pria yang telah membuatnya menunggu itu. Namun saat Keyra di hadapkan langsung dengan pria tersebut, malah membuatnya tidak bisa berkata-kata seolah lidahnya kelu.

Pria berusia 25 tahun yang biasanya selalu memakai pakaian formal itu,  kini tampak mengenakan pakaian balutan busana casual, membuat Keyra pangling melihat penampilan gurunya itu.

Tik

Pak Rey menjentikkan jarinya di hadapan Keyra saay menyadari bahwa gadis itu tengah melamun.

“Mikirin apa, Key?” tanya pak Rey

“Eh, ng-nggak ko, Bapak kenapa jam segini baru dateng? Padahal kemarin janjinya jam 7 padahal,” tanya Keyra dengan suara lembut tanpa ada tanda-tanda kemarahan di dalamnya.

“Nungguin nih ceritanya?” goda pak Rey dengan jahil

“Ck! udah deh jawab aja!” decak Keyra sembari mencebikan bibirnya

“Kebiasaan,” ucap pak Rey sambil mengusap bibir Keyra yang agak di manyunkan

“Bapak ih..,” desis Keyra

“Maaf ya Key, saya tadi mampir ke minimarket sebentar beli sesuatu,” ucap pak Rey. Pak Rey kemudian mengeluarkan dua buah kantong belanja dari dalam mobilnya, lalu memberikannya kepada Keyra.

“Ini kasih ke mamah kamu ya?” ucap pak Rey sembari menyerhakan kantong plastik yang berukuran besar kepada Keyra, dahi Keyra berkerut, dia kemudian melihat isi dari dalam plastik tersebut. Keyra mendapati beberapa jenis buah-buahan di sana.

“Pak nggak usah repot-repot gini loh,” ucap Keyra merasa sungkan. Jadi pak Rey terlambat karena bela-belain membeli buah untuk calon mertuanya. Calon mertua gak tuh><

“Nggak repot ko, cuman buah juga,” sahut pak Rey, “Dan ini untuk kamu,” ucapnya kemudian menyerahkan kantong plastik yang berukuran kecil.

“Apalagi ini pak?” tanya Keyra. Dia kemudian membuka dan melihat isinya, Keyra melihat ada beberapa kotak susu kesukaannya.

“Oh ya, di sana juga ada vitamin, jangan lupa di minum yang teratur supaya kamu nggak sakit, saya tau kamu pasti lelah mempersiapkan diri kamu untuk olimpiade itu, kamu harus tetap menjaga kondisi kesehatan kamu,” ucap pak Rey terdengar begitu lembut dan penuh perhatian.

Seulas senyum terbit di bibir Keyra, hatinya menghangat.

“Iya pak makasih. Bapak juga nggak boleh sakit,” sahut Keyra

“Iya kamu nggak usah khawatirin saya,” ucap pak Rey

“Gak bisa gitu donk pak, kalo misal bapak sakit siapa coba yang bimbing saya?” tanya Keyra, “Saya nggak mau ya nanti di bimbing pak Reno,” ucap Keyra sekali lagi membuat pak Rey tergelak.

“Iya Key, saya nggak akan sakit ko. Demi kamu,” 

“Cihh!” Keyra berdecih, “Yaudah ayo masuk pak! Kenapa kita malah ngobrol di sini coba?” gumam Keyra

“Nggak Key, kali ini nggak akan belajar di rumah,” sahut pak Rey

“Terus? Dimana?” tanya Keyra mengerutkan dahinya

“Mmm..untuk hari ini saya akan mengajak kamu belajar di luar,” ucap pak Rey

“Bapak seriusan? Gak lagi becandain saya kan?” tanya Keyra memastikan.

“Ck! Ya serius donk Keyra. Ngapain juga saya becandain kamu? Nggak ada faedahnya,” sahut pak Rey

“Saya akan membawa kamu ke sebuah tempat, hitung-hitung healing supaya kamu tidak merasa jenuh apalagi sampai bosen liatin wajah saya lama-lama,” sahut pak Rey di iringi dengan candaan membuat Keyra tergelak.

Hahaha bosen? Lihat wajah pak Rey? kata siapa? Big no.

“Yaudah pak, saya siap-siap dulu,” ucap pak Rey

“Yaudah sana ganti baju dulu!”

“Iya pak, serius nih nggak mau masuk dulu?” tanya Keyra merasa tidak tega melihat pak Rey menunggunya di mobil.

“Nggak apa-apa Key, saya tunggu di sini aja, buruan gih!” sahut pak Rey

“Tungguin ya pak, saya ke dalam dulu,” ucap Keyra melangkah masuk ke dalam rumah

“Loh sayang ko sendiri? pak Rey nya kemana? ko nggak ikut masuk? nggak jadi belajarnya?” tanya Ira secara beruntun saat melihat putrinya masuk sendirian.

“Ma..bisa nggak nanyanya satu-satu dulu? Binggung aku jawabnya,” peotes Keyra kesal

“Hehe maaf sayang, jadi dimana pak Reygan nya?

“Pak Rey nya nunggu di mobil masa, karna hari ini katanya dia ngajak belajarnya di luar, jadi pak Rey nggak ikut masuk, ini Keyra mau ganti baju dulu,” jelas Keyra

“Oh iya ma, ini buat mama dari pak Rey,” ucap Keyra sembari menyerhakan kantong plastik yang berisi buah-buahan kepada mamanya.

“Apa ini sayang?” tanya Ira

“Mama liat aja,”

Ira kemudian membuka kantong plastik tersebut untuk melihat isinya.

“Loh, dalam rangak apa pak Rey sampai repot-repot bawa buah segala?” tanya Ira, Keyra hanya mengedikan bahunya.

“Kalo begitu nanti tolong kamu sampaikan ucapan terimakasih mama ke pak Reygan ya?” ucap Ira

“Iya ma,” sahut Keyra kemudian menaiki anak tangga menuju ke kamarnya.

Keyra tampak mengobrak-abrik seluruh isi lemarinya guna menemukan pakaian yang cocok untuk ia kenakan hari ini.

Akhirnya Keyra menjatuhkan pilihannya ke sebuah baju kaos berwarna putih dengan strip garis berwarna merah. Serta sebuah celana berwarna coklat muda.

Keyra segera mengganti pakaiannya, menata rambut serta mempersiapkan keperluan belajarnya.

20 menit telah berlalu, kini Keyra sudah benar-benar siap untuk pergi kencan. Upss Sorry, belajar maksudnya. Catet Keyra BELAJAR bukan NGEDATE.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *