Cerbung Guru Killer Itu Kekasihku Part 7

Cerbung Guru Killer Itu Kekasihku Part 7 1

Cerbung Guru Killer Itu Kekasihku Part 7

Bloggerbanyumas.com – Pak Rey menutup pintu ruangannya. Bener-bener menegangkan, hanya ada Keyra dan pak Rey di ruangan itu. Keyra menarik nafasnya untuk mempersiapkan diri menerima kemarahannya pak Rey.

“Buatkan saya kopi!” Titah pak Rey setelah duduk di kursi miliknya.

Apa katanya tadi? Membuatkan nya kopi? Key tidak salah denger kan?

Cerbung Guru Killer Itu Kekasihku Part 7 2

“Maaf, pak, Kopi?” Tanya Key memastikan.

“Iya, kamu tidak denger memangnya saya bilang apa tadi?” Pak Rey balik bertanya. “Kamu tidak tau gara-gara ulah kamu kepala saya jadi pusing!” Lanjutnya lagi.

Mendengar itu Keyra segera membuatkan kopi untuk pak Rey, sebelum mood pak Rey semakin memburuk.

“Ini pak!” Keyra meletakkan secangkir kopi di hadapan pak Rey.

“Hmm, duduklah!” Titah pak Rey.

Tanpa pikir panjang, Key pun segera duduk.

“Key, kamu pasti haus kan? Ini minumlah!” Pak Rey memberikan sebotol yogurt Strawberry.

“Makasih, pak!” Sahut Keyra sembari mengambil minuman dari tangan pak Rey.

“Maaf karena saya harus menghukum kamu tadi.” Ucap pak Rey tak terduga.

Degh!

Apa katanya? Kenapa sekarang malah minta maaf?

“Iya, pak gak papa, saya juga kan salah.” Sahut Keyra. Meski sebenarnya Keyra merasa kesal.

“Saya tau kamu pasti kesel kan sama saya?” Tanya pak Rey tepat sasaran.

Pak Rey kemudian meraih cangkir kopi itu, lalu meneguknya.

“Pak hati-hati itu masih pa…” Belum sempat Key berbicara, pak Rey sudah menjerit.

“Akhh panas!” Jerit pak Rey memegang ujung bibirnya yang terlihat memerah karena panas.

“Pak, bapak tidak apa-apa?” 

“Menurut kamu?” Jawabnya sewot.

“Ini pak minum dulu,” Keyra menyerahkan segelas air putih pada pak Rey.

“Bapak tidak apa-apa kan?” Tanyanya sekali lagi.

“Hmm.” 

“Syukurlah.” 

“Oh ya pak, Bapak tenang saja saya dan Andre tidak memiliki hubungan apapun ko, kami hanya sebatas teman saja.” Ucap Keyra serius.

“Hm. Tapi, sepertinya Andre sangat menyukai kamu,” ucap pak Rey.

“Hm mungkin iya pak, tapi perasaan saya kepada Andre murni hanya sebatas teman saja.”

“Baguslah.” jawab pak Rey merasa sedikit lega.

“Saya ingin bertanya pak,” 

“Apa?” 

“Kenapa bapak begitu membenci saya?” 

Pak Rey mengernyitkan alisnya bingung, siapa yang membencinya? Namun tiba-tiba…

Cetak!

“Awss..  Kenapa dahi saya di sentil pak?” Tanya Keyra sembari memegang dahinya.

“Lagian kamu kalo bicara ngelantur begitu, siapa yang membenci kamu Key? Saya hanya merasa kesal saja,”

“Kesal kenapa pak?”

“Nggak tau.” Jawabnya singkat, “Udah gak usah di pikirin intinya saya tidak pernah membenci kamu Key.” Lanjutnya lagi.

Huft.. syukurlah

“Yaudah pak, kalo gitu saya izin ke kelas dulu,” ucap Keyra.

“Hmm, silahkan.”

Keyra beranjak berdiri. Namun saat ingin melangkah, tiba-tiba kakinya tersandung salah satu kaki meja. Keyra nyaris terjatuh, untungnya pak Rey dengan sigap langsung menangkap tubuh Keyra dari arah depan. Tangan pak Rey melingkar di pinggang ramping Keyra, tubuh keduanya saling menempel, kedua bola mata mereka saling bertemu, wajah mereka juga begitu dekat.

Seolah terhipnotis oleh bibir ranum milik Keyra, tanpa sadar pak Rey semakin mendekatkan wajahnya dengan Keyra mengikis jarak di antara mereka. 

Saat jarak antara bibir pak Rey dan Keyra tertinggal beberapa inti saja namun tiba-tiba…..

Bersambung….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *