FULL KUMPULAN KISAH ABU NAWAS PENGANTAR TIDUR 1

FULL KUMPULAN KISAH ABU NAWAS PENGANTAR TIDUR

asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Semoga semua kebaikan terlimpah kepada kita semua amin ya rabbal alamin ada satu profesi baru yang Abu Nawas tekuni saat ini yaitu jasa Consulting dan terapi anak bandel tapi cara Abu Nawas ini beda dengan pada umumnya dan dicamin anda pasti tertawa mendengarnya berikut kisah lengkapnya dikisahkan ada seorang ibu ibu yang kewalahan menghadapi anak satu-satunya anaknya tersebut sangat bandel dan susah diatur tetangganya kemudian menyarankan Sup Si Anak dibawa ke tempat Abu Nawas untuk dididik agar menjadi anak yang karena sudahikkan ak berangkat mengantarkan anaknya ke rumah Abu Nawas sesampya di sana si Ibu tersebut mendapati Abu Nawas sedang dalam masalah pasalnya I Tengah dimarahi sang istri melihat itu si ibu punurungkan niatnya Seya ini Bu waktu yang tat lebih aku pulang saja iuat tiba ada suara yang memanggilnya Hei Ibu jangan pergi dulu kemarilah teriak Abu Nawas si Ibu itu lalu menghampiri Abu Nawas ibu

FULL KUMPULAN KISAH ABU NAWAS PENGANTAR TIDUR 2

Ada perlu apa datang kemari tanya Abu Nawas ini Tuan memang saya ada perlu tapi rasanya ini bukan waktu yang tepat Tuan jawab si Ibu merasa tak enak gak apa-apa katakan saja Istriku memang begitu cerewetnya naudubillah jadi gak usah kaget Bu balas Abu naas kemudian ibu-ibu tersebut mengadukan permasalahan tentang anaknya yang bandel dan susah diatur tollah Tuan Abu anak ini supaya ditakutuedikit karena nakalnya muatu sangatahan Tuan Ibu oh begitulah aku ibu dan anaknya itu diantar ke ruangan tempat biasa Abu Nawas mengajar di situlah Abu Nawas memanfaatkan kesempatan untuk meluafkan kekesalannya atas sikap sang istri yang barusan memarahinya dengan wahnya penuh amarah Abu Nawas melototi si anak nafasnya terelah-elah seolah menahan emosi kemudian tubuhnya cungkir balik dan melepaskan tinju ke meja hingga mengeluarkan suara keras melihat perilaku Abu naw yangikan itu membuat si Ibu ketakutan dan akhirnya jatuh pingsan sementara anaknya hanya Beng menyaksikan keadian itu akanapi abu na tap meljutkan aksinya pun melompat kar ruangan dengan menabrak pintu tidak kemudian setelah si Ibu itu siuman Abu naas k meneminya terb-bata si ibukataan Aku tuannu anak saya bu ent abuas menja Ibu harusah bahaya itu tidak mengal siun seperti yang ibu akuelahend akan orang IB diam tak lagi nakal menyingsakkan ibunya ya mungkin karena tahu mah kali semoga bermanfaat dan seperti biasa Terima kasih kisah selanjutnya Abu Nawas memang orang yang mempunyai jiwa sosial yang tinggi sering salam sapa dan tak

 

jarang pula nongkrong bersama kawan-kawannya sebenarnya sang istri tak mempermasalahkan hal itu asal Abu Nawas ingat waktu tapi yang jadi masalahnya adalah Abu Nawas sering pulang larut malam hingga membuat istrinya menjadi geram sampai-sampai sang istri tak segan untuk memarahinya dan terkadang malah sampai memukulnya dengan tongkat Tetapi semua itu tak membuat abuas cerah akhirnya sang istri menggunakan cara lain yaitu Mengunci pintu rumahnya dan membiarkan Abu Nawas tidur di luar rumah Meskipun begitu di balik marah-marah dan suka ngomelnya itu sang istri merupakan sosok orang yang sangat penyayang hingga Pada suatu hari Abu Nawas dipanggil ke istana menghadap Baginda Raja dan Setibanya di sana Baginda Raja menyambutnya dan mempersilakkan duduk kemudian Abu naas bertanya Paduka yang mulia ada gerangan apa Paduka memanggil hamba Baginda Raja kemudian menjawabiniwas Kemarin aku ke negeri Sahabatku aku diberi teka-te yang sulit bahkan sampai sekarang aku masih tidak tahu Apa jawaban Dar tekteki itu k baga raja Oh nya tanya Baginda Raja teka-tekinya saja saya gak tahu Paduka Bagaimana saya bisa menjawab coba Paduka beritahu saya apa teka-tekinya pinta Abu Nawas kamu serius pasti tahu jawabannya Abu Nawas tanya Baginda Raja ya selama ini memang ada yang

 

gak bisa saya jawab Paduka kata Abu Nawas dengan sombong Baiklah Abu Nawas tapi ingat kalau sampai jawabanmu salah ada hukuman menantimu kalau jawabanmu benar kamu akan dapat hadiah dariku tegas Baginda Raja Insyaallah Paduka saya siap sahut Abu Nawas begini teka-tekinya AB Nawas apa yang bisa membuat orang sedih di saat bahagia dan di waktu yang sama juga membuat orang itu menjadi bahagia di saat sedih tapi jawabannya cuma satu jelas Baginda Raja sejenak Abu Nawas terdiam ia tampak serius mencari jawaban atas tekateki tersebut tiba-tiba terlintas di benak Abu Nawa sosok bayangan yang selama ini menghantuinya ia pun langsung tersenyum dan berkata kepada Baginda Raja aku sudah tahu jawabannya Paduka kata Abu Nawas memberitahu Wah yang benar Abu Nawas cepat sekali kau dapat jawabannya pikirkanlah dulu benar-benar ingat ketentuannya kalau sampai kamu salah ada hukuman menantimu kata Baginda Raja mewanti-wanti tenang Paduka ini jawaban sudah paling tepat bahkan ini sudah sekian lama menghantui saya dan ternyata ini jawaban atas tekate Paduka jawab Abu Nawas dengan yak Baiklah AB Nawas apa jawan tanya baga raja jawabannyaalah abaj pun her danud k ist jadiatahagia kumpulkers kawwan- istukakongat menyuruhul juga saya merasa bahagia karena bersamaan dengan kedatangan istri saya tuan Hamid juga datang untuk menagih hutangnya padaku jelas Abu

 

Nawas spontan Baginda Raja tertawa terpinggal-pingal mendengar jawaban Abu Nawas Ia pun diberi hadiah oleh Baginda Raja sekantong koin emas ini hadiahmu abunwas jangan lupa lunas utamu Ketuan Hamid kata Baginda Raja sambil terus tertawa kisah selanjutnya Abu Nawas dan pohon yang bisa berbicara karena seringnya membongkar Kasus penipuan membuat komandan prajurit mendapat penghargaan dari bagindaja dan berkat seak terjangangan kas berangsur-angsur menurun saat proses pemberian penghargaan berlangsung Baginda Raja berkata kamu hebat tidak salah aku mengangkatmu sebagai komandan Puji Baginda Raja ia pun memberikan hadiah 50.000 Dinar sebagai penghargaan atas jasa sang komandan cara apa yangau gunakan sehingga bisa dengan cepat memberantas banyaknya Kasus penipuan tanya bagi dengan Sombongnya song komandan menjawab itu mudah saja Paduka saya sudah tahu berbagai macam tertipuan makanya dengan mudah saya tuntkan Saya ini orang yang tidak bisa ditipu Paduka Baginda Raja pun memuji kinerjanya sebagai komandan prajurit yang berprestasi sementara Abu

 

Nawas yang juga hadir berkata di hadapan Baginda Raja pekerjaan seperti itu Menurut saya sangat mudah dan tidak berat perkataan Abu Nawas ini membuat sang komandan merasa tersinggung Abu Nawas kau berkata demikian karena kau tidak bisa menipuku ujar sang komandan Kamu mungkin bisa menipu semua orang bahkan kepada Paduka yang mulia tapi ketahuilah kau tidak akan bisa menipuku kata Sang komandan melanjutkan sayang sekali aku tak bisa meninggalkan istana begitu saja kalau bisa pasti aku akanisa sebon ada Kam aku tunggu di sini Pergilah dan ambil pohon itu lalu kalilah Ki balas sang komandan tidak terima kemudian Abu naas bertanya kepada Baginda Raja Bim padukaakah Paduka mengizinkan saya untuk pergi sebentar untukilon yangisabicara baga Raja pun menjawab silakan Abu Peril danambon ituah mendat I dari a Abu Nawas pun berkata baiklah wahai komandan Tunggulah Aku di sini aku akan segera kembali dengan membawa pohon yang bisa berbicara tutur Abu Nawas maka Pergilah Abu Nawas meninggalkan istana namun setelah S jam 2 jam berlalu Abu Nawas tak kunjung datang sampai waktu malam tiba sang komandan masih menunggu tapi Abu Nawas tak datang juga karena dirasa Abu Nawas tidak akan datang sang komandan berkata kepada bagaja Seya Abu berang puka dia tak ka Ketuan bohnya dia ber dia sudahangukangandan Mer ist UN Paduka yang Mul kena Paduka malah tertawa tanya sang komandan merasa her

 

Abu Nawas tidak datang bukan karena takut ketahuan Boh tapiru telahhag rajawa pukanya kam padahal Abu Nawas tidak akan datang Bukankah itu berarti Abu Nawas telah berhasil menipumu tutur Baginda Raja seketika sang komandan mulai menyadari Ia pun merasa malu karena telah menyombongkan dirinya Ini baru pertama kali orang gila telah memperdayaiku grutu sang komandan tawa Baginda Raja pun kembali pecah ia tak henti-hentinya tertawa sambil memegani perutnya kisah selanjutnyaidham Alimudin dia dulunya seorang jendal perang yang sangat terkenal dan disegani ahli siasat perang jago negosiasi dan juga Kay Raya akan tapi karir berperangnya berakhir Setelah mengalami kelpuhan yaitu Saat dirinya ikut terbunuh akhirnya ia pun memilih untuk pensiun menjadi tentara kini sangat Jenderal hidup seorang diri dengan kekayaan yang berlimpah meskipun sudah tua dan menderita kelumpuhan naluri menantang orang masih melekat pada diri sa Jenderal namun kali ini bukan menantang adu kekuatan fisik melainkan kekuatan pikiran rupanya ia bukan hanya ingin dikenal sebagai cendal perang tapi ia juga ingin dikenal seb yanging cerdik dan pandai di kota Bagdad Untuk itulah ia tak ragu untuk memberikan banyak hadiah bagi siapa saja yang bisa menjawab tektekinya sampai hari ini sudah 100 orang lebih yang dia tantang namun tak satun dari mereka yang berhasil menjawabnya jumlah pertanyaan yang diajukan sang

 

jendal memang hanya tik dan tapi gagal menjawab pertanyaan yang ketig maka semua hadiahnya diangap gugur pernah suatu kali ada orang yang menerima tantangan Sang Jenderal tapi pada pertanyaan yang ketiga ia gagal menjawabnya aku sama Jend luh itu pertanyaan pertama dan kedua berhasil aku jawab tapi sayang akuakisa jawabtanyaan yang ketignya kesal kepada Memangnya Apa pertanyaan yang ketiga tanya kawannya dia bertanya Siapa Malaikat yang menyiksa manusia di neraka langsung sajajawabat dia Bil itu ja kok disanya heran kamu aku Ka kamu itu Jaa ituikatnya menelkan dan hari berikutnyalah seoremumahang jendalemuda jendal tekin pen yang abwas Sang Jenderal merasa tertarik dengan tawaran tersebut Wah hidup bagus itu sampaikan kepada Abu Nawas aku ingin menantangnyaucap sang jendal maka Pergilah pemuda itu ke rumah Abu Nawas Ia menyampaikan

 

tantangan debat dari sang Jendral sementara sang Jendral menyiapkan pertanyaan yang lain dari biasanya bisa dibilang kali ini teka-tekinya sangat sulit dipecahkan mengingatasi AB terkenal sebagai orang yang paling cerdik di kota Baghdad oleh karenanya Sang Jenderal sangat berhati-hati dan tidak sembarangan dalam membuat pertanyaan dan ini adalah kesempatan besar bagi Sang Jenderal untuk bisa mengalahkan Abu Nawas esok harinya datanglah Abu Nawas ke rumah Sang Jenderal Setibanya di sana Abu Nawas langsung disambut dan dijamu berbagai macam hidangan lezat Abu Nawas sebelum kita memulai permainannya Mari kita makan dulu biar badan kuat ajak sang jendal singkat cerita setelah mereka berdua selesai makan sang Jendral Berk begini abwas aku ada tig pertanyaan yang harus kamu jawab dengan benar kalau kamu bisa menjawab semuanya Aku akan memberimu hadiah 1000 dinar tapi kalau kamu tidak bisa menjawabnya sebagai hukumannya kamu harus memberikan pengumuman di depan umum ber orang-or kamu mengakui aku sebagai Pujangga paling pintar di kota Bagdad mendengar tawaran ters abuass terperanjat tanp Bos lagi pun langsung men tantangan tersebutiklah tapi peran kali ini ada peraturannyaucang jendal peraturan yang Bim Itu Tuan jendalanya kamuus men dengan K dan harus menggendongku menuju suatu tempat ujar Sang Jenderal Baiklah aku setuju balas Abu Nawas maka Abu Nawas

 

langsung mengg Sang Jenderal dengan keadaan mata tertutup setelah berjalan agak lama sampailah mereka ke tempat peternakan unta milik Sang Jenderal berhenti Abu Nawas kita sudah sampai kata Sang Jenderal kita mulai dengan pertanyaan pertama Katakan padaku kita sedang berada di mana tanya Sang Jenderal apa-apaan ini Ya mana mungkin aku tahu dengan keadaan mata tertutup begini pikir Abu Nawas Tapi Tak lama kemudian Abu Nawas menjawab Kita sedang berada di peternakan unta Tuan Jenderal Sang Jenderal pun sangat terkejut Bagaimana mungkin Abu Nawas bisa tahu padahal peternakan unta miliknya Tidak sembarangan orang diizinkan masuk Baiklah buwas jawabanmu Ben Ayo kita lanjutkan perjalanan untuk pertanyaan yang kedu mereka lalu melanjutkan perjalanan Danang jendal tetapend Abu Nawas J Kudang jendalk Berti sekarang waktunya pertanyaan yang k Katakan padaku kita sedang berada di man tanya sang jendal seik di Indah Tuan Jenderal dan di sini terdapat sungai kecil dan di samping sungai itu ada beberapa pohon tin dan pohon zaitun jawab Abu Nawas Sang Jenderal kembali dibuatnya kaget pasalnya Abu Nawas bisa menjawab dengan tepat dan detail padahal kondisi matanya tertutup oleh kain jangan-jangan abuas punya ilmuikirikendalokahanyaan kamu jawab dengan benar ao sekarang

 

kita lanjutkan perjalanan untuk pertanyaan yang terakhirucapang jendal kemudian Abu naasang jendal berang paselah J KUD Diat pelaturan yangak di tengahadang pasirh Abu naas Ini pertanyaan yang terakh katakan tidak langsung menjawab ia berkentrasi penuh agar jawabannya tak salah karena kalau sampah percumaanya akan gugur Tapi takuh waktu l abuas berbisang jendal Tuan jendal ngap kita tempat pany per abuwendengar jaw Abu Nawas jendal ter dan tertutup kait karena berhasil menjawab tiga pertanyaan dengan benar maka sesuai kesepakatan Abu Nawas berhak menerima hadiah dengan disaksikan Baginda Raja dan masyarakat Sang Jenderal menyerahkan hadiahnya di depan istana kerajaan setelah menyerahkan hadiahnya Sang Jenderal berpidato di depan orang-orang ia juga menceritakan pengalamannya ketika dalam perjalanan bersama Abu Nawas Abu Nawas Terus terang aku heran dan Tak habis pikir Kok kamu bisa menjawab Benar ketika pertanyaanku padahal kainanyaang jendal Abu

 

naasarantang abuasja itu mudah tuan jendaltika tuan mengajuk pertanya pertama kakiku menginjak sesuu yang lembeklek Danan he dan akuaendengar Mak ak kalau kita sedang berada di peternakan unta jawab Abu Nawas Baginda Raja dan orang-orang kagum dengan kecerdikan Abu Nawas Oh begitu ya Abu Nawas lalu Bagaimana kamu bisa menjawab pertanyaanku yang kedua tanya sang Jendral melanjutkan begini Tuan Jendral meskipun mataku tertutup tapi telingaku kan masih mendengar aku dengar suara air sungai mengalir dan suara kauan burung hasun nah burung hasun kan hanya mau memakan biji-bijian buah zaitun dan buah tin sedangkan pohon tin dan pohon zaitun hanya bisa tumbuh di pinggir sungai jawab Abu Nawas menjelaskan mendengar jawaban Abu Nawas Baginda Raja dan orang-orang bertambah kagum dengan kecerdikannya kuakui kabu memang cerdik ku Nawas Puji S Jenderal tapi bagaimana dengan pertanyaanku yang ketiga Kok kamu bisa tepat menjawabnya tanya Sang Jenderal penasaran justru pertanyaan terakhir itu pertanyaan yang paling mudah Tuan Jenderal balas Abu Nawas cengengesan Ketika tuan menyuruhku berhenti tiba-tiba aku merasakan ada ular bergerak-gerak di punggungku entut-entutan Tuan Jenderal jawab Abu Nawas menahan tawa ternyata ya Walaupun kaki Tuan Jenderal lumpuh tapi Ularnya masih Perkasa langsung respon kalau ada perempuan seksi kata Bu Nawas melanjutkan spontan Baginda Raja dan orang-orang yang hadir tertawa terpingal-pingal mendengarnya sedangkan Sang Jenderal hanya bisa tersenyum kecut menahan rasa malu kisah selanjutnya dalam sebuah kehidupan hampir semuanya kebutuhan kita membutuhkan biaya itulah mengapa kita harus bekerja mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhan kita termasuk juga Abu Nawas dan orang-orang pada zaman nya walaupun terkenal dengan kehidupannya yang sederhana dan biasa-biasa saja secara ekonomi bukan berarti Abu Nawas tidak tahu cara menjadi orang kaya bahkan sudah sering Ia mendapatkan hadiah berupa pundi-pundi uang dari Baginda Raja tapi sesering itu juga ia menyedekahkan sebagian besarnya kepada yang lebih membutuhkan dan dikisa kali ini Ita akan diberikan tips oleh

 

Abu Nawas Bagaimana caranya menjadi orang kaya ia minimal menjadi orang yang berkecukupan berikut kisah lengkapnya suatu hari Baginda Raja memintahkan semua menterinya untuk berkumpul di ist Setelah semua menterinya berkumpul Baginda rajau menaikan maksudnya kalian semua aku undang ke sini karena ada bebera hal yang ingin aku sampaikan yang pert aku menguckan Tera kas kepadaana iniah bekerja keras ikut membantu mengurus negeri yang kita cintai ini dan yang kedua hari ini adalah hari jadi negeri kita jadi sebagaiasa Terima Kasihku kalian semua akan mendapatkan hadiah kata Baginda Raja menjelkan Mendengar hal itu menteri istana bersor kirangan Terima kasih Pa Mulia k salah satu mi di tengah suas penuh kegembiraan itu ti-tiba salah satu menterinya bertanya Paduka yang mulia Bukankah Abu Nawas juga sering membantu menangani masalah yang ada di dalam negeri kita Dia juga sering menghibur Paduka tapi kenapa dia tidak Diundang seketikainda Raj tersadar hampir saja melupakan seseorang yang sangat ia kagumi akan kecerdikannya Wah terima kasih Miku hampir saja dan Abu ke istad b ada yang ru inibamdulillahituuk ada saya dan sem Mi ist diintahuk kasih Baginda Raja kepada orang-orang yang telah berjasa ikut andil mengurus negeri dan rakyatnya kemudian Baginda Raja mengajak Abu Nawas dan semua menterinya memasuki ruangan besar yang penuh dengan perhiasan emas sekarang kuhadiahkan

 

kepada kalian sebuah kebebasan sampai waktu yang telah aku Tentukan silakan peganglah apa yang diinginkan kalian yang ada di dalam ruangan ini dan itu akan menjadi milik kalian Baginda rajaontan menteri berhamburan menci sesuu yang mereka senangi masingming bbtuky perh yangingarikinanguend saja kamu gak butuh hadiah emas tanya Baginda Raja beritanya seperti itu Abu Nawas justru cengengesan sambil terus menata Baginda Raja dan tanpa diduga dari belakang Abu Nawas memeluk Baginda Raja sangat terat Abu Nawas apa-apaan ini apa yang kamu lakukan teriak Baginda Raja kesakitan Baginda Raja berusaha berontak namun Abu naw semakin erat memeluknya hingga Baginda Raja pun tak berdaya melakukan sesuatu Abu Nawas kamu sudah gila ya lepaskan aku Abu Nawas teriak Begi neraja kali ini bagind Raja berontak sekuat tenaga dan akhirnya Abu Nawas pun terpetal jatuh ketika Abu Nawas sendak berdiri dan berajak Baginda Raja mengumumkan bahwa waktu yang telah ditentukan Telah Habis dari seluruh menteri terlihat masing-masing memegang beberapa perhiasan emas yang berhasil mereka dapatkan emas yang ada di tangan kalian sepenuhnya adalah milik kalian silakan dibawa pulang kata Baginda Raja maka satu persatu para menterinya mohon diri pamit pulang begitu juga dengan Abu Nawas ia mohon pamit kepada Baginda Raja tunggu Abu Nawas kamu jangan pulang dulu aku masih ada urusan sama kamu ucap Baginda Raja Baginda Raja lalu menanyakan kepada Abu Nawas perihal tingkah anehnya yang tiba-tiba memeluk dirinya Sebelumnya maaf Paduka yang mulia semua menteri Paduka adalah orang-orang yang bodoh mereka lebih memilih beberapa harta Paduka padahal jika mereka milih Paduka niscaya mereka akan memiliki semua harta itu aku melihat semua harta Paduka sangat aku sukai hingga rasanya sayang sekali Jika aku hanya

 

memilih salah satunya maka akuel puka agar Paduka menjikku dan aku bisa memiliki semuanya kata Abu Nawas menjelaskan Maksudmu gimana AB Nawas tanya bengind Raj kebingungan begini Paduka yang mulia kebanyakan manusia di dunia ini itu bodoh Paduka mereka lebih memilih Har T Dunia ketimbang pemilik sejatinya yaitu Allah banyak manusia yang berlomba-lomba hanya untuk mendapatkan sebagian kecilnya saja Padahal kalau dia mau memilih dan memiliki Allah Bu Hanya Sema yang ada di muka bumi ini yang akan menjadiiknya Mel Allah pun akan menjadi miliknya dan Allah tah menjiknyaanya akan dapatkan ya Itul k mulukaitu Saya telah Miki Paduka jadiua yangadukaikiju juga ist dan Abu kamu memang cerdik Abu Nawas Puji Baginda Raja Maka sebagai hadiahnya kepada Abu Nawas Baginda Raja mempersilakan untuk memilih sendiri hadiah dan mempersilakan Abu Nawas mengil hadiah sebanyak yang ia ingink akhirnya tanpa bersusah payah dan berebutan Abu Nawas bisa mendapatkan hadiah emas yang lebih banyak darada para menteri istana kisah selanjutnya selain menjadi penasat pribadi Baginda Raja Abu Nawas juga terkenal sebagai penyair yang ulung sehingga tak jarang kalimat-kalimat yang ia ucapkan beda pada umumnya penuh kiasan dan butuh pemahaman khusus untuk mengerti maksudnya suatu hari

 

Baginda Raja mengundang beberapa tokoh Sui untuk berkumpul di ist nya tak lupa Abu Nawas juga turut serta diundang Hal ini tentu membuat Abu Nawas merasa heran sebab biasanya yang diundang untuk berkumpul adalah para pejabat istana apalagi saat itu Baginda Raja Sedang kedatangan rombongan tamu dari kerajaan Negeri se Karena perasaran itulah Abu Nawas pun memberanikan diri bertanya kepada Baginda Raja ampun puka yang mulia bi-bias mengundang Kami para tokoh sufi Memangnya ada masalah apa Paduka tanya Abu Nawas aku punya satu pertanyaan bila ditanyakan kepada para pejabat istana pasti jawabannya Semuanya sama maka dari itu aku ingin dengar pendapat dari kalian Itulah kenapa aku mengumpulkan kalian di sini jawab bagind Raja Mendengar hal itu Abu Nawas pun mulai mengerti alasannya sebab Baginda memang seringkiali lebih tertarik dengan jawaban yang unik Siapa lagi kalau bukan dari para tokoh sufi kemudian bagind Raja pun memulai pertanyaannya kepada tokoh sufi yang pertama Bagaimana perasaanmu Seandainya aku meninggal tanya Baginda Raja Sufi pertama seketika terjut mendengar pertanyaan tersebut pertanyaan ini seyaele tapi rawan dan puh jebakahsaham bisa kena hukuman tentu saja saya merasa kehilangan dan bersedih karena Paduka adalah raja kami jawab su pertama jawabanu sama saja seperti pejabat umumnya kalau mereka mengatakan seperti itu wajar karena mereka takut ketika aku meninggal

 

raja yang baru akan memecat mereka dari jabatannyaangkan kamu kenak mungkin kamu akan merasa sedih dan kehilangan ah Ucapanmu tak sesuai dengan isi hatimu ujar Baginda Raja maka Sufi pertama pun ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara melihat hal itu para tamu yang hadir kag dengan ketegasan Baginda Raja dan sekarang giliran sufi yang kedu Ia dipanggil dan ditanya Baginda Raja Bagaimana perasaanmu Seandainya aku meninggal nanti tanya Baginda Raja Paduka memang raja yang Adli dan bijaksana tapi menurutku gak ada gunanya meratapi kehilangan karena kita semua juga akan mati Paduka dan masing-masing dari kita akan mempertanggungjawabkannya di akhirat kelak ujar Sufi kedua Berarti kamu sama sekali tidak punya rasa cinta pada rajamu ini sedangkan aku sudah berusaha sekuat tenaga memimpin negeri ini dengan adil dan bijjaksa iniikenduhengukemb ands araalah giliran Abu Nawas Abu Nawas Bagimana perasaanmu aku meningganyaajuka sebel saya menjawab pertanyaan inihk saya mema satu perma abuwash apa permintaananyak jawanisukan Paduka Saya minta supaya kawan-kawan saya yang Paduka masukkan ke penjara tadi dibebaskan dari hukuman jawab Abu Na aku Bil kamu akanu lagi tanah tempat saya berpijak ucap Abu Nawas mendengar jawaban tersebut Baginda Raja

 

langsung tersenyum meski sebenarnya ia masih bingung apa maksud sebenarnya dari jawaban Abu Nawas itu dan sesuai kesepakatan kawan-kawan Abu Nawas yang juga tokoh sufi segera dibebaskan dan dipersilakkan pulang begitu juga dengan para tamu undangan mereka dipersil pulang oleh Baginda rajai ketikau sendak pulang ia dicegah Baginda rajauwas kamu jangan pulang dulu ada sesuu yang ingin akuuin ada apa Panya Abu Nawas Maksud dar jawabanu tadi sebennya Apa sih Abu Nawas tanya nanti meninggal aku tak sanggup lagi hidup di atas bumi ini ingin rasanya aku segera menyusul Paduka jawab Abu Nawas Wah bagus sekali bisa aja kau Abu Nawas tapi Lain kali kalau sedang di tengah tamu-tamuku Bicaralah yang jelas biar aku langsung bisa paham jangan seperti tadi malu kan Kalau sampai aku ketahuan tidak paham maksud pembicaraan lawan Bicaraku ujar Baginda Raja Abu Nawas lalu diberi hadiah dan dipersilakan pulang tapi ketika ia berjalan meninggalkan istana ternyata kawan-kawannya juga belum pulang Mereka sepia menunggu Abu Nawas di luarbang istana l Kenapa kalian masih di sini ayo kita pulangjak Abu Nawas kami sengaja menunggumu Abu Nawas kami penasaran apa sih maksud jawabanmu tadi itu kok Baginda rajaak marah seperti marahnya kepada kami Oh ituur ya aku juga bingung apa yang aku katakan tadi ya

 

yang pen bisa membu Bah jel abuwa bis Kamu Abu nawasik Bos senj m Mere punemj akan kecdan dan kecdik Abu Nawas dan lanjut Pul bersama kisanutnya Pada suatu hari Baginda Raja Harun Arrasyid memanggil Abu Nawas menghadap ke istananya setelah Abu Nawas tiba di istana dengan tersenyum Baginda Raja menyambutnya dan kemudian berkata kepada Abu Nawas Wah Abu Nawas akhir-akhir ini perutku sering sakit tabibku mengatakan jika aku terkena gangguan angin mohon ampun Baginda apa yang kiranya bisa hamba bantu tanya Abu Nawas kepada Baginda u aku AG kamu menangkap Ang UN dija ber dan ak ists untuk dipenjarakan sedangkan angin merupakan sesuatu yang tidak dapat dilihat oleh kasat mata kali ini sungguh aneh permintaan Baginda ti ada henti-hentinya menjebak dirinya nampaknya kali ini Baginda akan berhasil mendapatkan celah untuk menghukum dirinya pikir Abu Nawas tapi Abu Nawas tidak putus asa Ia terus berpikir mencari jalan keluar walaupun menangkap angin merupakan suatu pekerjaan mustahil karena ia bukanlah suatu benda yang dapat disentuh dan sama sekali tidak dapat dilihat meski keberadaannya ada di mana-mana sudah du hari berjalan sejak perintah Baginda Abu Nawas belum juga berhasil menangkap angin maupun menemukan cara untuk menangkapnya hingga hari ketiga ketika ia sedang berjalan-jalan dengan hati yang hampir berserah diri menerima hukuman Baginda tiba-tiba ia teringat akan kisah Aladin dan jinnya yang terkurung di dalam lampu ajaib Abu Nawas pun menemukan ide yang akan menyelamatkan dirinya dari hukuman Baginda Raja ia sangat gemba Sega beri pulang ke rumah mempersiapkan semua kepluan untukghadap sang Baginda Raja Setelah semuanya siap Abu Nawas langsung menuju ke istana untuk menghadap di sana Baginda Raja telah menunggu ing melihat hasil kerjanya Baginda rajasung bertanya kepada Abu

 

Nawas Wah Abu Nawas Sudahkah engkau melaksanakan perintahku untuk menangkap dan memenjarakkan angin sudah Baginda Raja jawab Abu nawasoba perliatkan aku saat ing melatil kerjamu k Baginda Raja Abu Nawas kemudian menyahkan sebah botol kaca yangtut kepada Baginda Raja setelah Mena bot tersebut Baginda kemudian bertanya kepada Abu Nawas di mana angin itu aku tidak melihat apa-apa di dalam sini kemudian berkatalah Abu Nawas ampun Yang Mulia Baginda Raja Angin tidaklah dapat dilihat dengan mata tetapi jika tuanku Baginda ingin mengetahui keberadaannya maka Bukalah penutup botol itu tanpa pikir panjang Baginda Raja langsung membuka penut botol itu dan tiba-tiba ia mencium bau busuk yang keluar dari botol tersebut dengan ada yang marah Baginda bertanya kepada Abu Nawas he Abu Nawas apa yang keluar dari sini dengan ada ketakutan kemudian Abu Nawas menjawab mohon ampun Baginda Raja tadi hamba juga mengalami gangguan angin pada perut hamba dan ketika ia hendak keluar maka hamba langsung memasukkannya ke dalam botol agar ia tidak melarikan diri Ya maka hamba segera memenjarakannya dengan menyumbat mulut botol itu untuk menutupnya mendengar penjelasan Abu Nawas ra jadiemahiaah dientut Abu na kena yang diberikan istah Dar jebak dan hukum bagaj duduk nongkrong sambil bercerita setelah mereka selesai mengikuti salat magrib berjamaah mereka bercerita tentang masalah keagamaan

 

kebetulan mereka menyinggung suatu masalah yang mengatakan bahwa orang buta itu tidak berdosa karena pintuuknya dosa terut baginya alasannya sebab mata inilah yang selalu melihat ke sanaemi sehing menjadiber orang melakuk dosaanap dan perhatikan gerak-gerik orang buta yang sedang berjalan dengan tongkatnya kemudian Abu Nawas berpura-pura menjadi orang buta juga ia berjalan sambil membawa tongkat lalu Abu Nawas sengaja menabrakkan dirinya kepada orang buta tersebut Ia pun pura-pura mengeluh Malang sekali nasibku ini sudah buta ditabrak orang yang tidak memiliki rasa belas kasihan orang buta itu pun heran mendengar keluhan orang yang ditabraknya lalu I berkata maaf tuan aku juga orang buta Aku sama sekali tidak bisa melihat dan hanya dapat berjalan dengan bantuan tokat ini sekali lagi saya mohon Maa tu aku sungguh-sunguh tak sengajaj orang butaerse Oh kamu juga orang buta yaanya abu-a Tak tah i untuk berjalan balas orang buta itu maka disuruhlah Abu Nawas memegang tongkatnya begitu pula sebaliknya Si Buta juga meraba tongkat Abu Nawas untuk membuktikan bahwa orang yang ditabraknya adalah benar-benar orang yang buta Abu Nawas kemudian berkata kalau begitu berarti kita senasib saudaraku gimana kalau kita mencari rezekinya bersama-sama orang buta itu pun menyetujui ajakan Abu

 

Nawas lalu mereka berjalan beriringan orang buta itu yakin bahwa orang yang ditabraknya itu juga buta yang senasib dengan dirinya keduanya pun saling memaafkan dan terus berjalan bersama-sama untuk mencari rezeki di tengah perjalanan Abu Nawas berpurura mau kencing dan meminta tolong kepada Si Buta itu agar memegangkan dulu kantongnya yang penuh berisi uang sementara Abu Nawas berpura-pura kencing Ia terus memperhatikan tingkah laku si but tampaklah Si Buta itu sedang meraba-raba kantong yang dititipkan Abu Nawas hingga terbesit niat hatihatinya Wah kantong ini banyak sekali uangnya lebih baik aku mengambilnya lalu pergi Lagian dia juga gak bakal bisa mencariku dia orang buta juga pikir Si Buta tersenyum Ia lalu meninggalkan Abu Nawas dan mencariat persembunyian agar Abu Nawas tak dapat menemukannya sementara Abu Nawas yang Sedi tadi memperhatikannya berpura-pura mencari sia dan meminta pertolongan kepada Tuhan Ya Allah Malang Ben nasibku ini tadi ditabrak orang sekarang Uangku juga Diwa lari sial nasibku ini Ya Allah semoga Orang yang mengambil uangk terkenan Kepuh orang yang mengil uangku kepkenemparanatu ini tak kemudan terengar lagi suara kesakitan dari butuh k k lagi kep yang but pun menj panik dan her Kenapa doannya itu selal terkabul dangh abu nawasikar bertutut abu naas kepkenar Beril C untuk mengenali suara orang yang tadi bersamanya itu barulah ia tersadar bahwa orang yang bersamanya adalah Abu Nawas yang mencob mempernya antara marah dan waswas butk kamuwas ya kamu hanya pura-pura buta untuk memperu Ambah k u Ini akhirnya unya sementara abwa sendiri pulang sambil tersenyum kegelian ia puas Kara dapat membuktikan bahwa orang buta dapat juga berbuat dosa kisah selanjutnya suatu ketika kawan-kawan Abu Nawas merencanakan akan mengadakan perjalanan wisata ke hutan tetapi dengan tanpa keikutsertaan Abu Nawas perjalanan akan terasa melelahkan dan membosankan sehingga mereka beramai-ramai pergi ke rumah Abu Nawas untuk mengajaknya ikut serta Abu Nawas pun tidak keberatan hingga mereka berangkat

 

dengan mengenderai keledai masing-masing sambil bercengkerama tak terasa mereka telah menempuh hampir separuh perjalanan dan kini merekaba di pertigaan jalan yang jauh dari Perumahan penduduk mereka berhenti karena mereka ragu-ragu ke mana jalan yang akan ditempuh setahu mereka Kedua jalan ituemang menju ke hutan tetapi hutan yang mereka tuju hutan wisata yang berisi binatang-binatang buas Abu Nawas hanya bisa menyarankan untuk tidakuskan Bil kembali bukanah lebih bijaksana bila kita meninggalkan sesuatu yang meragukan tapi salah seorang dari mereka ti-ba berkata aku punya dua orang sahabat yangtinggal Diat semak-semak sebelah sana merekaalah saudara kembar dan tak ada seorang yang bisa membedakan keduanya karena ra mereka begitu mirip yang satu selalu berkata jujur Sedangkan yang lainnya selalu Berk bohong dan mereka adalah orang-orang aneh karena mereka hanya mau menjawab satu pertanyaan saja Apakah engau mengenali salah satu dari mereka yang selalu berkata benanya Abu Nawas Oh tidak Abu Nawas jawab kawan Abu nawasingk Baiklah kalau begitu kita beristirahat sejenakung Abu Nawas Abu Nawas pun makan daging dengan madu bersama sahabat-sahabatnya seusai makan mereka berangkat menuju ke rumah yang dihuni dua orang kembar bersaudara setelah pintu dibuka

 

makaah Dar kersudar itu Ma aku ini hanaj satanya Saud abuukan ter danohonut yang kitaangak yanganya itu karena orang yang Kanya menunjukkan jalan yang sebelah kiri k Abu Nawas karenaumer maka Abu naas jadi akuakah yang Bil ak Bil bilet ja Jalan sebelah kiri karena ia tahu saudara kembarnya akan mengatakan Jalan sebelah kiri sebab saudara kembarnya selalu berboh dan bila orang itu kebetulan yang selalu Berk Boh maka ia akan menjawab Jalan sebelah kiri karena ia tah saudara kembarnya akan mengatakan Jalan sebelah kanan seb saudara kembarnya selalukuasul penjelasannya tadi aku bertanya apakah yang akan dikatakan saudaramu bila aku bertanya jalan mana yang menuju hutan yang indah bila jalan yang Ben itu sebelah kan dan bila orang itu kebetulan yang selaluk Ben maka ia akan menjawab Jalan sebelah kiri karenaa tahu saudara kembarnya akan mengatakan Jalan sebelah kiriet berkata bohong maka ia akan menjawab Jalan sebelah kiri karena ia tahu saudara kembarnya akan mengatakan Jalan sebelah kanan sebab saudara kembarnya selalu berkata benar kisah selanjutnya di dalam ajaran agama Islam Allah subhanahu wa taala telah mewajibkan umat Islam untuk mengeluarkan zakat yaitu sebagai haknya harta dengan Memberikan sebagian kecil hartanya kepada golongan yang berhak menerima dan bersifat untuk mensucikan hartairum wzakkiihim bihai alaihim in dan ada satu kisah yang terkenal dari sahabat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kisah ini juga dapat menjadi pembelajaran kita sebagai umat Islam untuk memahami dan juga mempraktikkan tentang kewajiban berzakat salabah bin Khatib namanya begitu terkenal dalam sejarah Islam hanya saja namanya tercatat sebagai seorang yang memiliki akhlak buruk ak menging Jah takahan denganujian kemiskinanebut ia manikan menadap rasulullahuaihi wasasah untukendnyaar men orang knya rasahi

 

wasendahakil iendesasendendkan akan menggunakan kekayaan tersebut untuk berjuang di jalan Allah subhanahu wa taala Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pun luluh dengan sepenuh hati Rasulullah menengadahkan tangannya ke langit Seraya berdoa agar Allah melimpahkan rezeki kepada Sabah usai berdoa Rasulullah Sallallahu Alaihi wasam memberi Sabah kambing betina yang sedangting Rasulullah meminta merawatnya dengan baik-baik dengan hati berbunga-ba sak laabah menerimanya dan yakin akan menjadi orang kaya hari berganti hari bulan berganti bulan sak laab yang dulunya miskin berubah menjadi orang kaya terpandang Ia memiliki kambing yang berjumlah ribuan pada setiap lembah dan Bukit terdapat kambing milik sakabah perkembangan King sakabah bagaikan Airah yang suit dibend kandang-kandangikak selalu tidak muat menampung kambing-kambingnya Ia pun selalu membangun kandang baru meskipun akhirnya dalam waktu singkat kandang-kandang tersebut sudah penuh sesak oleh kambing-kambing miliknya keadaan itu membuat sak lama semakin sibuk Ia yang dulunya aktif salat lima waktu berjamaah akhirnya hanya datang ke masjid pada waktu Zuhur dan asar saja dan ketika kambingnya bertambah semakin banyak Ia pun lupa ia sama sekali tidak pernah datang ke masjid untuk berjamaah jangankan

 

salat berjamaah salat sendiripun akhirnya tak ia lakukan harta membuatabah lupa Ia juga tak mau membayar zakat infak dan juga sedekah ia beranggapan bahwa zakat hanya akan membuat hartanya berkurang karena ia merasa harta tersebut hasil jeripayahnya bukan hasil kerja orang Rasulullah sahu alaihi wasam berulang kali mengutus seseorang untuk mengambil zakat dariabah tapi berulang k jugaabah engg maynya Akhirnya rasullahuai wasbikannya sampai suu ketikaunlahyat dari sur Atah yaitu ayat 75 dan ayat6 yang isin menyir orang-orang Yangnya akan menyedekahkan hartanya jika diberikan kekayaan tetapi ketika kekayaan itu dimiliki Ia berpaling dan mengingkari janjinya wumallahana Min fadlihi lqan ldaqakunanna minihin yang tahu perihal Ayat tersebut dari kerabatnya dengan tergopoh-gopoh menghadap Rasulullah Sallallahu Alaihi wasasahnya aii was yang menaknya hingga wafatnya rasulullahahuaihi was beliau tetap menolak zakatabahtika Abu Bakar menjadiahabah kepend m zakat Abu Bakar juga menaktuk menerima zakat rasullahuaihi was sa tak ma men zakatinuak danuakar TPA mau menera zakat dariab saat Umar bin khab menjadi khalifah menggantikan abuakaraha kep I Berni zakatar bin Zak

dariiaahasi was dan Abu Bakar Umar wafat tanpa mau menerima zakat demikian juga utman Bin Affan yang didatangi oleh setelah menjadiah Man juga menolaknya dengan bahwa rasullahahuaihi was Abu Bakar dan Umar Mereka semua Menak zakatabah Man mungkinya akanim akhirnyaabah mati masa kekalifahan Man mati dengan Eng Paran yanga di dari kisah ini ada yang ja kita sebagai mis Mak Orang mak wa ta kita sedekah sebagai umat Islam umatnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Bagaimana perasaan kita seandainya kita dibenci oleh sahabat Utsman dibenci sahabat Umar dibenci sahabat Abu Bakar dan juga dibenci oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam berpikirlah dan semoga bermanfaat i

By bloggerbanyumas

bloggerbanyumas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *