Inilah Ikan Yang Akan Hidup Sampai Akhir Zaman

Inilah Ikan Yang Akan Hidup Sampai Akhir Zaman 1

Bukan Sembarang Ikan | Inilah Ikan Yang Akan Hidup Sampai Akhir Zaman

Bloggerbanyumas.com – Kalau kemarin kita telah menceritakan hewan mitologi Islam yang berbentuk seekor burung raksasa kali ini kita akan menceritakan kisah tentang seekor hewan juga kali ini hewannya jauh lebih besar dari burung itu konon kabarnya hewan ini mampu menelan makanan selebar 1 bulan perjalanan kaki hanya dengan satu kali suapan saja hewan ini pula ada di dua kisah Nabi di zaman yang berbeda yang berbeda waktu sekitar 100 tahun untuk itu di artikel kali ini kita akan membahas tentang legenda ikan raksasa dalam Alquran

Inilah Ikan Yang Akan Hidup Sampai Akhir Zaman
Inilah Ikan Yang Akan Hidup Sampai Akhir Zaman

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh sobat Jazirah ilmu yang dimuliakan Allah semoga kita selalu dalam keadaan sehat walafiat Amin ya robbal alamin berbicara tentang ikan raksasa yang disebut dengan ikan Nun maka pembahasan itu tak akan bisa terlepas dari Kisah Seorang nabi yang bernama nabiyullah Yunus Alaihissalam kisah tentang Nabi Yunus dan ikan Nun ternukil di dalam

Alquran yang terpecah menjadi beberapa surat yaitu ada di surat Yunus Al Anbiya as-syafaat dan surat al-qalam di artikel ini kita akan menceritakan dua kisah tentang ikan raksasa Nun ini yang pertama ketika ikan Nun hidup di zaman Nabi Yunus Alaihissalam dan yang kedua ketika ikan Nun

yang sama muncul di zaman Nabi Sulaiman Alaihissalam Nah sekarang kita akan mengisahkan tentang ikan Nun yang hidup di zaman Nabi Yunus Alaihissalam kisahnya begini teman-teman Nabi Yunus memiliki Ayah yang bernama amitai atau yang lebih dikenal 

dengan mata jadi nasabnya Yunus bin mata dan ibunya bernama Rifka Nabi Yunus atau dalam bahasa ibraninya beliau dikenal dengan nama yonah yang memiliki arti merpati di dalam Alquran sendiri nama Yunus disebutkan sebanyak 4 kali dan sekali beliau disebutkan dengan julukan dzun Nun itu

dalam berbahasa Arab yang memiliki arti yang dari perut ikan terdapat beberapa perbedaan tentang pada abad berapa Nabi Yunus ini hidup ada yang bilang abad ke-7 sebelum masehi Ada pula yang bilang ke-8 atau abad ke-9 sebelum masehi tapi yang tercatat pada sejarah saat ini Nabi Yunus

adalah seorang nabi dari kerajaan Israil atau Samaria pada kisaran abad ke-8 sebelum masehi dan hidup pada masa kekuasaan raja Samaria yerobin bin Yoas beliau disebutkan berasal dari Palestina yang saat itu disebut dengan negeri Syam Nabi Yunus ini diutus setelah masa Nabi Ilyas dan Ilyasa

berakhir uniknya lokasi dakwah beliau bukanlah di tanah kelahirannya melainkan di tempat yang jauh dari Syam atau Palestina Nabi Yunus diutus Allah Subhanahu Wa Ta’Ala kepada kaum yang bernama ninawa ada juga yang menyebutkan dengan nama niniwe kaum ninawa ini terletak di daerah mosul yang 

saat ini berada di negara Irak berarti jatuhnya Waktu itu Nabi Yunus adalah seorang pendatang di negeri ninawa tersebut saat itu di negeri ninawa ini ada sebuah kebudayaan atau tradisi turun temurun yaitu menyembah patung-patung alias mereka saat itu kufur dengan menyembah berhala

makanya diutuslah Nabi Yunus ini yang datang jauh-jauh dari Syam ke Irak untuk mendakwahi penduduk ninawa supaya mereka bertauhid dan menyembah hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala saja berhari-hari berbulan-bulan dan bahkan bertahun-tahun didakwahi penduduk ninawa tak

mau juga meninggalkan berhala-berhala mereka Karena begini teman-teman alasan kenapa penduduk ninawa ini tak mau meninggalkan berhalanya adalah mereka sudah puluhan bahkan ratusan tahun menyembah berhala tapi tak ada azab yang datang kepada mereka seperti kaum-kaum terdahulu yang mereka ini telah mendengar kisah kaum-kaum terdahulu yang 

dibinasakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena menyembah berhala-berhala Artinya mereka ini tahu bahwasanya yang mereka lakukan selama ini adalah salah tapi ini malahan nunggu azab dulu baru mau tobat Nah jadi ketika itu seluruh orang dari kaum ini tak mau mendengar seruan dari Nabi Yunus Alaihissalam

terlebih lagi Nabi Yunus adalah seorang pendatang bukan orang yang berasal dari kampung situ mereka malahan menganggap Nabi Yunus sok tahu dan tak percaya sedikitpun risalah yang dibawakan beliau dikisahkan bahwasanya Nabi Yunus ini mendakwahi mereka selama 33 tahun lamanya dan selama itu pula dari sekian banyak penduduk ninawah Hanya dua orang saja yang

Baca juga  Sahabat Rasulallah yang Pernah Berdakwah di Indonesia

mempercayai Nabi Yunus Alaihissalam setiap harinya Nabi Yunus hanya mendapatkan ejekan dan tertawaan dari orang-orang itu bahkan dari mereka ada yang berkata Sudahlah Yunus urusi saja hidupmu sendiri jika engkau mau mendapatkan pengikut berdakwahlah sana di kampung halamanmu Nabi Yunus yang 

notabennya adalah manusia biasa mendengar hinaan dan penolakan itu beliau kecewa dan menjadi marah dan Pada suatu hari Nabi Yunus pun memutuskan untuk pergi meninggalkan kaumnya saat itu Yunus pergi dalam keadaan hati yang kecewa dan marah beliau berjalan menuju sebuah Dermaga dan meminta izin untuk menumpang di sebuah kapal yang padahal kapal tersebut sudah kelebihan

muatan namun nahkoda kapal tersebut tetap mengizinkan Nabi Yunus untuk ikut di kapal itu dan ingatlah kisah dzun Nun atau Yunus ketika dia pergi dalam keadaan marah lalu dia menyangka bahwa kami tidak akan menyulitkannya maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap tidak ada Tuhan selain Engkau maha suci Engkau Sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim al-qur’an surat al-

anbiya ayat ke-87 sampai 88 sobat Jazirah ilmu yang dimuliakan Allah tak lama berselang setelah kepergian Nabi Yunus Alaihissalam tiba-tiba tanda-tanda azab Allah Subhanahu Wa Ta’ala pun muncul kepada kaum ninawa yang ditinggalkan beliau saat itu tiba-tiba langit berubah menjadi merah yang jika dilihat saat itu langit seperti kobaran api yang membara orang-orang ninawa pun menjadi 

ketakutan mereka baru sadar akan peringatan dari Nabi Yunus Alaihissalam tapi apa daya saat itu Nabi Yunus telah meninggalkan mereka mereka pun bingung ketika itu harus minta tolong kepada siapa dan mereka pun kembali teringat kepada nasib orang-orang yang tidak bertakwa seperti mereka yang dibinasakan Allah subhanahu wa ta’ala pada zaman dahulu menurut tafsir dari Ibnu

Katsir dijelaskan warga ninawa ketika itu menyadari kesalahannya karena telah menghina Yunus dan telah mendustakan risalah yang dibawanya disaat langit berubah merah seluruh penduduk ninawa pergi ke hamparan padang pasir dan mereka pun mulai Berdoa dan meminta pengampunan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala mereka disebut berdoa selama 40 malam dan akhirnya Allah Subhanahu

Wa Ta’ala berkenan memberikan pengampunan dan membatalkan azabnya teman-temanku seiman kita kembali ke cerita Nabi Yunus yang menaiki kapal Nah setelah kapal yang ditumpangi Nabi Yunus telah berada di tengah lautan atas izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala Ketika itu terjadi badai yang cukup besar hingga kapal terhantam gulungan-gulungan ombak besar kapal pun ketika 

itu terombang-ambing dan mulai ada beberapa bagian kapal yang rusak karena terkena gelombang besar kapal yang ditumpangi Nabi Yunus ini perlahan-lahan mulai terlihat akan tenggelam lalu nahkoda dan orang-orang yang ada di kapal itu pun mulai berpikir bagaimana caranya supaya kapal

mereka tidak tenggelam akhirnya mereka putuskan untuk membuang semua barang bawaan mereka di kapal itu demi mengurangi beban kapal supaya kapal itu bisa stabil lagi Nah setelah semua barang telah dibuang kapal itu mulai sedikit stabil tapi masalahnya adalah pengurangan beban masih dirasa

kurang karena kapal masih terus tenggelam dan kalau dibiarkan seluruh orang di kapal itu akan mati tenggelam akhirnya mereka pun memutuskan untuk membuat sebuah undian siapapun orang yang namanya keluar di undian itu maka dia harus dilempar keluar dari kapal ternyata teman-teman nama pertama yang keluar di undian itu adalah Nabi 

Yunus Alaihissalam tapi orang-orang ketika itu merasa Tak Tega kalau harus melempar Nabi Yunus ke lautan karena dia adalah pria terhormat lalu orang-orang pun mulai melakukan pengundian ulang lagi-lagi yang keluar nama nabi Yunus Alaihissalam bahkan di undian ketiga kali pun yang keluar tetaplah nama nabi Yunus akhirnya melihat namanya keluar tiga kali secara berturut-turut tanpa

Baca juga  Inilah 5 Tempat Di Alquran Yang Masih Menjadi Misteri

perlu diminta Nabi Yunus pun langsung melompat keluar kapal dan menceburkan diri ke lautan lepas Abdullah bin Mas’ud melalui riwayat Ibnu Katsir menceritakan bahwa tak lama setelah Nabi Yunus terjun ke laut tiba-tiba ada seekor ikan besar datang kemudian ikan itu menelan secara utuh tubuh

Nabi Yunus setelah menelan Nabi Yunus ikan besar itu langsung pergi ke dasar lautan dengan Nabi Yunus berada di dalam perutnya atas izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala Tak sedikitpun Nabi Yunus terluka akibat insiden itu namun sesaat ketika Yunus ditelan beliau kaget 

dan sempat pingsan beberapa saat Nah setelah sadar beliau mengira dirinya sudah mati namun begitu mengetahui tubuhnya tak terluka sedikitpun Nabi Yunus langsung bersyukur dan berdoa di dalam keadaan gelap gulita itu mendengar doa dari Nabi Yunus Alaihissalam kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala

memaafkan Nabi Yunus yang sejatinya Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berencana untuk mengurung Yunus hingga hari kiamat Namun karena doanya tersebut akhirnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengeluarkan Nabi Yunus dari dalam perut ikan itu  dan sungguh Yunus benar-benar termasuk salah seorang rasul ingatlah ketika dia lari ke kapal yang penuh muatan kemudian dia ikut diundi ternyata dia termasuk orang-orang

yang kalah dalam undian maka dia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela maka sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berzikir Bertasbih kepada Allah niscaya dia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari kebangkitan Alquran surat as-saffat ayat ke-139-144 yang jadi pertanyaannya adalah Apakah jenis ikan besar yang menelan Nabi Yunus itu ada riwayat yang 

mengatakan ikan itu adalah ikan paus tapi di Alquran sebenarnya tidak dijelaskan secara rinci tentang jenis ikan tersebut Alquran hanya menyebutkan dengan ikan besar jadi di sini ada dua kemungkinan teman-teman yang pertama benar kalau ikan itu adalah ikan paus sementara yang kedua mungkin saja itu adalah ikan jenis lain yang memang khusus Allah Subhanahu Wa Ta’ala ciptakan untuk menguji Nabi Yunus Alaihissalam

teman-temanku seiman singkat cerita ikan besar yang menelan Nabi Yunus itu pun menepi ke pinggir sebuah pantai lalu Nabi Yunus dimuntahkan oleh ikan ini dalam keadaan tetap hidup namun ketika itu kondisi Nabi Yunus ketika itu sangat memprihatinkan beliau jatuh sakit dan badannya sangat lemah karena selama di dalam perut ikan beliau kekurangan makanan dan minuman ditambah lagi pulau tempat dia terdampar itu adalah pulau yang memiliki tanah yang tandus Jadi cukup sulit untuk mencari makanan 

tapi teman-teman Allah Subhanahu Wa Ta’ala lagi-lagi menolong utusannya ini atas izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala di sekitaran Pulau itu tumbuh sebuah pohon semacam pohon labu dan Yunus memakan buah dari pohon tersebut sampai badannya kembali membaik seperti sedia kala Kemudian kami melemparkan dia ke daratan yang tandus sedang dia dalam keadaan sakit Kemudian untuk dia

kami tumbuhkan sebatang pohon dari jenis labu dan kami utus Dia kepada 100.000 orang atau lebih sehingga mereka beriman karena itu kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu Alquran surat as-saffat ayat ke 145-148 sobat Jazirah ilmu yang dimuliakan Allah kisah kedua yang berhubungan dengan ikan Nun ini berasal dari sebuah kitab yang berjudul kitab

durrotun Nasihin karya dari Syekh Usman bin Al Hasan bin Ahmad as Syakir Al kaubawi kisahnya begini teman-teman Nabi Sulaiman adalah seorang nabi sekaligus raja yang sangat sukses sebagai raja Nabi Sulaiman memiliki kekayaan yang luar biasa banyak diceritakan dalam literatur Bahkan dalam Alquran yang menjelaskan tentang kekayaan Nabi Sulaiman Alaihissalam yang jumlah hartanya 

sangat melimpah banyak ulama berpendapat Nabi Sulaiman adalah manusia paling kaya yang pernah Allah Subhanahu Wa Ta’ala ciptakan walaupun diberi harta yang melimpah Nabi Sulaiman tetap seorang hamba yang selalu taat dan beriman kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan harta yang begitu banyak itu Sulaiman tidak pernah sombong dan pelit dan dia terkenal sebagai raja yang

Baca juga  Asal Usul Ratu Balqis Dari Kerajaan Saba

sangat senang sekali bersedekah Pada suatu hari terpintas di benaknya waktu itu Nabi Sulaiman ingin memberi makan semua makhluk hidup di muka bumi ini termasuk hewan di darat di laut dan di udara kemudian Nabi Sulaiman meminta izin kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Ya Allah ya Rob perkenankan hamba menyediakan makanan untuk semua makhluk hidup setahun penuh Allah subhanahu wa ta’ala berfirman sungguh engkau tidak akan sanggup kemudian Nabi Sulaiman

kembali berkata kalau begitu izinkan hamba menyediakannya dalam sehari saja akhirnya ketika Nabi Sulaiman telah mengantongi izin dari Allah subhanahu wa ta’ala nabi Sulaiman langsung memerintahkan pasukannya baik dari kalangan jin dan manusia mereka ditugaskan untuk mendata semua makhluk yang ada di muka bumi setelah selesai mendata jumlah seluruh makhluk hidup yang akan diberi makan maka mereka pun mulai memasak dan mengumpulkan 

berbagai macam makanan nah Makanan yang telah masak dan jadi itu mereka letakkan di sebuah padang pasir yang sangat luas jadi teman-teman demi memenuhi kebutuhan makan seluruh makhluk hidup ketika itu mereka menyiapkan makanan selama 40 hari penuh dan mengumpulkan seluruh makanan itu di sebuah padang pasir hingga diceritakan panjang dari makanan itu adalah satu bulan

perjalanan kaki dan lebarnya juga sama satu bulan berjalan kaki itu sungguh hidangan makanan yang luar biasa banyak selama mereka menyiapkan makanan ini selama 40 hari Nabi Sulaiman telah memerintahkan angin untuk tidak berhembus di padang pasir itu karena ditakutkan makanan yang

ada di situ jadi rusak dan hilang ketika hidangan makanan itu telah siap untuk disantap Lalu Allah Subhanahu Wa Ta’ala bertanya kepada Nabi Sulaiman makhluk manakah yang akan memulai memakan hidangan yang engkau sediakan ini Nabi Sulaiman menjawab mereka yang mendarat di darat dan di laut kemudian 

dengan kekuasaannya Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan seekor ikan besar dari kedalaman laut yang akan menyantap makanan itu ikan besar ini langsung keluar dari air dan memakan seluruh makanan yang ada di padang pasir itu hingga semuanya habis dengan hanya satu kali suapan saja

karena sangking besarnya ukuran tubuh ikan raksasa ini Alangkah terkejutnya Nabi Sulaiman ketika itu makanan yang telah disiapkan selama 40 hari bisa habis dengan satu makhluk saja yang lainnya belum kebagian bahkan ikan raksasa ini setelah selesai menyantap hidangan Dia berkata kepada Nabi Sulaiman

wahai Sulaiman kenyangkanlah perutku sekarang aku masih merasa lapar pada saat itu Nabi Sulaiman langsung bersujud sambil menangis kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala beliau memohon ampunan karena merasa sombong dan merasa mampu memberi makan semua makhluk hidup padahal untuk memberi makan satu ikan saja dia 

masih belum cukup mampu kisah Nabi Sulaiman ini memberikan kita pelajaran dan peringatan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala itu benar-benar maha kaya dan tak ada yang bisa menandingi kekayaannya Apalagi itu cuma Nabi Sulaiman Alaihissalam dan hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala lah

yang sanggup dan mampu memberi makan seluruh makhluk hidup di muka bumi ini dari awal zaman hingga akhir zaman Jadi itulah kisah tentang legenda ikan raksasa dalam Alquran semoga Kisah ini bermanfaat lebih dan kurangnya Mohon dimaafkan yang benar datangnya dari Allah subhanahu wa ta’ala khilaf atau keliru itu datangnya dari saya pribadi sebagai manusia biasa Sampai ketemu di kisah-kisah seru yang penuh makna selanjutnya saya akhiri wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *