Kesaksian 30 Orang yang Pernah ke Pulau Dajjal | Kisah Tamim ad-Dari dan Para Pedagang Arab

Kesaksian 30 Orang yang Pernah ke Pulau Dajjal | Kisah Tamim ad-Dari dan Para Pedagang Arab 1

 Kesaksian 30 Orang yang Pernah ke Pulau Dajjal | Kisah Tamim ad-Dari dan Para Pedagang Arab

Kesaksian 30 Orang yang Pernah ke Pulau Dajjal | Kisah Tamim ad-Dari dan Para Pedagang Arab 2

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh matahari tenggelam membawa Harapan Baru di ufuk timur Tamim adari bersama rombongan 30 pedagang berdiri dengan penuh semangat di tepi Pelabuhan mereka siap memulai sebuah perjalanan dagang yang akan mengubah takdir mereka selamanya kapal yang megah dan kokoh siap mengarungi lautan dibebani dengan muatan bahan makanan kurma segar dari baisan zaitun berkualitas dan rempah-rempah langka dari berbagai penjuru tanah Arab Tamim kita tidak boleh meninggalkan sesuatu pun Apakah semua persiapan sudah lengkap tanya Salim salah satu rekan Tamim dengan wajah penuh kecemasan dan antisipasi semua sudah Salim Allah telah 
 
 
 
menyediakan kita dengan segalanya Sekarang mari kita berdoa memohon perlindungan dan petunjuknya jawab Tamim dengan penuh ketenangan di tengah kehiringan mereka memulai perjalanan dengan doa dan harapan menyerahkan diri kepada kehendak Allah kapal bergerak perlahan meninggalkan Pelabuhan menghadapi lautan yang misterius dan penuh dengan rahasia perjalanan di lautan tak perah mudahb berganti-ganti mempliatkan kekuasaan dan keindahan ciptaan Allah dialog-dialog antara anggota rombongan terjadi magikan kisah pengalaman dan harapan merekaauah aku ada yang yang sudah berpengalaman apa yang kau rasakan HAM tanyaim dengan perhatian Entahlah sebuah firasat se ada sesuu yang bes menanti kita seperti suatu yang umah kitaami sebelumnya jawab HAM Tapan jauhas bisa jadi petunjuk Hamid kita harus selalu waspada dan beroa kepada Allah dialah penol dan penjaga kita kata Tam mencoba menkan dan berhi-i mayatkan Danas satu sama lain dalam sebuah diskusi pada suatu malam yang gelap mereka berbicara tentang kehidupan tentang kematian tentang akhirat dan tentang misteri yang mungkin mereka hadapi Tamim Menurutmu apa sebenarnya Tujuan kita di dunia ini tanya Karim yang selalu penasaran tentang hal-hal mendalam Kita diciptakan untuk beribadah kepada Allah Karim dan perjalanan ini dengan segala misterinya adalah bagian dari ibadah kita bagian dari perjuangan 
 

Kesaksian 30 Orang yang Pernah ke Pulau Dajjal | Kisah Tamim ad-Dari dan Para Pedagang Arab

 
kita untuk mencari keridaannya jawab Tamim dengan penuh keyakinan perjalanan terus berlangsung dan hari demi hari dilewati dengan penuh ketabahan dan keimanan Di tengah perjalanan angin berubah membawa mereka terdampar di sebuah pulau misterius di mana hikmah yang tak terduga menanti untuk diungkap Pulau ini adalah pintu gerbang dari cerita yang belum pernah terbayangkan dan pertemuan yang akan mengubah hidup mereka selamanya Aning dingin menyambut kedatangan Tami dan rombongannya saat mereka menginjakkan kaki di Pulau yang belum pernah terjam itu pantai yang berpasir lembut dan hutan lebat yang menaumi seakan menyembunyikan rahasia misterius yang siap diungkap setelah bekal makanan mereka habis akhirnya mereka memutuskan untuk masuk ke dalam Pulau itu Berharap ada buah atau umbi-umbian yang bisa dimakan mereka berjalan dengan hati penuh tandatanya mengikuti jejak yang mengarah ke tempat yang tidak diketahui tampaknya Pulau 
 
 
 
ini belum perah didatang o sebelumnya Tamim ujar Rasid sambil Memperhatikan sekeliling dengan rasa penasaran yang mendalam benar Rasid namun Ingatlah kita di sini dengan Perlindungan Allah Apun yang kita temui kita akan menghadapinya bersama balastami mencoba menguatkan hati setiap orang dalam rombongan Sesampainya di tengah Pulau mereka disambut oleh sebuah makhluk aneh yang ditutupi bulu tebal mata makhluk tersebut bersinar dengan cahaya yang misterius dan wajahnya menyimpan 1ib misteri siapa kau makhluk setan Apa tujuanmu di Pulau ini tanya Tamim dengan suara lantang berusaha untuk tidak menunjukkan rasa takut yang mulai memenuhi hatinya Aku adalah aljasasa jawab makhluk itu dengan suara yang menggelegar aku di sini untuk menyampaikan sebuah pesan ada seseorang yang telah lama Menunggu kedatanganmu mata setiap orang dalam rombongan Tami membelalak dan hati mereka dipenuhi dengan kekaguman dan ketakutan Mereka berbisik-bisik mencoba memahami apa yang sedang siapa dia aljasasah dan mengapa dia menunggu kami tanya Tamim dengan penuh keberanian dialah orang yang akan mimu jawaban dariutanyaanmu Ikutilah aku k alj berbalik dan berjalan masuk lebih ke pulau dengan langkah berat Tamim dan rombongannya mengikuti aljasasah MTI hutan yang lebat dan jalanan yang berliku-liku akhirnya mereka sampai sebuahila Yangnya sudah digkan se diil ti besar terikat erat wajahnya 
 
 
 
tampak tenang namun penuh dengan kesedihan dan kepedihan dia diikat dengan kuat sedangkan kedua tangannya disimpan di tengkuknya dari kedua lutut sampai mata kakinya terikat dengan besi dia menatap Tamim dan rombongannya dengan matanya yang aku telah Menunggu kedatanganmu Tamim adari kata Manusia kekar tersebut dengan suara yang penuh dengan kewibawaan Apakah kau datang dengan jawaban-jawaban yang telah kui dengan rasa takjub dan bingung Tamim dan rombongannya mendekat Celakalah Siapakah kau manusia kekar itu menjawab kalian sudah bisa mengetahui kabarku sekarang Sampaikanlah kepadaku Siapakah kalian rombongan Tamim addari menjawab Kami semua adalah orang Arab kami berlayar dengan sebuah kapal tiba-tiba kami dihadang ombak dan gelombang kami terombangembing selama S bulan sampai akhirnya kami berlabu di pulaumu ini Mengapa kau begitu merindukan kabar Kami manusia kekar itu berkata Sampaikanlah kepadaku tentang kurma baisan Apakah kurma itu masih berbuah Tami menjawab masih manusia kekar itu berkata Andai kurma itu nyaris Tak Berbuah sekarang sampaikan juga kepadaku tentang danau aktabariah Apakah ia masih terisi air kabarkanlah kepadaku tentang sumur sugar Apakah sumur itu masih ada airnya dan apakah warga sekitar masih bercocop tanam dengan air sumur tersebut rombongan Tami Mandari menjawab masih 
 
 
 
manusia kekar itu berkata lalu kabarkanlah kepadaku tentang Nabi orang-orang Arab dia lahir di Makkah dan hijrah ke Madinah kawan-kawan tamimqdari pun mengabarkan sejelas-jelasnya bahwa sang nabi telah muncul di tengah masyarakat Arab dan ditaati oleh mereka laki-laki berkata lagi nabi itu lebih bagus bagi mereka jika mereka maatinya karena dia memberitahu kalian tentangku Sesungguhnya aku ini Almasih Dajal dalam kebisuan dan refleksi Tamim dan rombongan meninggalkan kuil membawa dengan mereka hikmah dan pengetahuan yang tak terukur mereka kembali ke kapal siap untuk melanjutkan perjalanan dengan hati yang lebih kuat dan penuh keimanan kepada kehendak Allah mereka kembali ke kapal dengan pikiran dan hati yang berat ombak laut yang menghantam kapal dan angin yang bertiup kencang seakan merefleksikan kekacauan dan pertempuran batin yang mereka alami setelah pertemuan dengan 
 
 
 
dajalim dengan mata yang teduh namun penuh kebijaksanemandang laan renung sahabat-sahabatku kita telah menghadapi dan mendengar hal-hal yang amat sulit dipahami dan diterima oleh akal dan hati ujar Tamim dengan suara yang lembut namun tegas namun ini adalah cobaan dan ujian dari Allah kita harus kuat dan menyebarkan hikmah yang telah kita peroleh saat kapal berlabu di daratan mereka disambut dengan penuh kegembiraan oleh masyarakat kabar tentang kehilangan mereka telah menyebar dan semua orang penasaran untuk mendengar kisah mereka semoga kisah ini bisa menginspirasi kita semua wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *