Ketika Nabi Isa Berbicara Dengan Ibunya yang Sudah Meninggal | Orang islam wajib tau

Ketika Nabi Isa Berbicara Dengan Ibunya yang Sudah Meninggal | Orang islam wajib tau 1

Ketika Nabi Isa Berbicara Dengan Ibunya yang Sudah Meninggal | Orang islam wajib tau

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh sobat yang dimuliakan Allah semoga kita selalu dalam keadaan sehat walafiat Amin ya robbal alamin Alkisah suatu ketika Nabi Isa berkata kepada ibunya dunia ini hanya sementara sedangkan akhirat itu kekal untuk itu marilah kita berangkat ke sebuah bukit yang ada di Lebanon untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan berpuasa di siang hari dan salat di malam hari perbekalan untuk mereka berdua pun sudah tersedia di bukit itu yang berupa daun-daun untuk makanan dan air hujan untuk minumannya Pada suatu hari Nabi Isa pergi menuruni bukit 

Ketika Nabi Isa Berbicara Dengan Ibunya yang Sudah Meninggal | Orang islam wajib tau 2

untuk mengambil dedaunan untuk dijadikan makanan untuknya dan ibunya ketika berbuka puasa nanti tak lama setelah Nabi Isa Beranjak Pergi menuruni Bukit pada saat itu malaikat maut datang menemui ibunya setelah mengucapkan salam kemudian sang malaikat maut berkata pada Maryam wahai Maryam yang tekun berpuasa di siang hari dan beribadah di malam hari kemudian Maryam Yang penasaran pun bertanya sebenarnya engkau ini siapa Mengapa sekujur tubuhku bergetar mendengar suaramu dan pikiranku meracau karena wibawamu lalu malaikat maut menjawab Aku ini yang tidak punya kasihan terhadap anak karena kecilnya dan tidak hormat pada yang besar karena dewasanya akulah yang bertugas mencabut nyawa Maria pun sempat kaget mendengar tentang siapa sebenarnya tamunya ini kemudian Maria melanjut bertanya wahai malaikat maut Apakah kedatanganmu kepadaku ini hanya sekedar berkunjung atau engkau hendak mencabut nyawaku sekarang malaikat maut berkata siapkah engkau 

Ketika Nabi Isa Berbicara Dengan Ibunya yang Sudah Meninggal | Orang islam wajib tau

menghadapi maut Maryam pun menjawab Maukah engkau memberiku waktu Sebentar saja karena aku sedang menunggu anakku yang sedang mencari makanan untuk berbuka puasa dengan tegas malaikat maut menjawab semuanya bukan aku yang menentukan aku ini hanyalah seorang hamba Allah yang diberi tugas demi Allah Sebenarnya aku tidak kuasa mencabut nyawa seekor nyamuk pun tanpa seizin Tuhanku aku tidak akan menunda sedikitpun untuk mencabut nyawamu di tempat ini dengan hati yang pasrah Maryam berkata Wahai malaikat maut engkau telah dipercaya mengemban tugas maka sekarang laksanakanlah 

 

tugasmu itu Lalu setelah itu malaikat maut pun kemudian mencabut nyawa Maryam sesuai dengan tugasnya teman-teman keseiman singkat cerita Nabi Isa pun datang terlambat ke tempat ibunya hingga waktu itu telah masuk Akhir Waktu Isya Isa datang menaiki Bukit dengan membawa dedaunan dan kubis di tangannya Nabi Isa waktu itu tidak mengetahui kalau ibunya telah meninggal dunia dalam posisinya yang sedang berdiri maka ketika Isa melewati Mihrab Ibunya dan kemudian dia melihat ibunya yang sedang berdiri di mihrabnya saat itu Nabi Isa mengira bahwa ibunya ini sedang menyelesaikan shalat fardhunya setelah itu Nabi Isa Meletakkan makanan yang dibawanya dan beliau pun beribadah di tempat yang tak jauh dari situ hingga tengah malam setelah selesai 

 

beribadah Nabi Isa kembali lagi ke Mihrab ibunya rupanya Nabi Isa melihat sang Ibu Masih Berdiri seperti tadi di mihrabnya kemudian Nabi Isa pun memanggil ibunya dengan suara yang penuh kasih Nabi Isa berkata salam sejahtera wahai Ibuku hari sudah semakin malam sekarang tibalah saatnya berbuka bagi yang berpuasa serta tiba pula Saatnya untuk kita beribadah malam Kenapa Ibu berdiam diri tanpa melakukan semua itu Setelah sekian lama menunggu tapi tidak ada jawaban dan reaksi dari sang Ibu lalu Nabi Isa pun kembali sambil berkata memang tidur itu lebih nikmat setelah beberapa saat Nabi Isa pun kembali lagi ke mirob Ibunya dan memanggil sang ibu untuk yang kedua kalinya Nabi Isa berkata salam sejahtera tetaplah Kepada Bunda namun tetap saja sang Ibu tak bereaksi sedikitpun Nabi Isa berulang kali mondar-mandir ke Mihrab ibunya sampai waktu pagi pun tiba menyadari ada hal yang tak biasa pada ibunya kemudian Nabi Isa meletakkan pipinya pada pipi ibunya sambil menangis Nabi Isa berkata salam sejahtera tetaplah teratur untuk bunda waktu malam telah lewat ini waktu siang sekarang telah menghampiri kita untuk melaksanakan ibadah salat kepada Tuhan Yang Maha Pemurah 

 

 melihat kejadian itu para malaikat dan jin menangis bukit-bukit di sekitarnya pun bergema melihat hal itu Allah Subhanahu Wa Ta’ala lalu menguji para malaikat wahai Malaikatku Mengapa kalian semuanya menangis tanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala para malaikat menjawab Ya Allah ya Rob engkau maha mengetahui segala hal di dunia ini kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman sungguh aku Maha Mengetahui lagi maha penyayang tiba-tiba ada suara yang mengatakan wahai Isa Angkatlah kepalamu ibumu sekarang telah wafat dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberimu pahala yang besar Nabi Isa pun mengangkat kepalanya sambil menangis terisak Nabi Isa berkata Siapakah yang akan menemaniku saat sunyi dan sendirian Siapakah yang akan menghiburku di perantauan ini dan siapakah pula yang akan membantuku dalam beribadah kecuali ibuku ini 

 

 ketika itu Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyampaikan wahyu kepada Bukit di sekitarnya untuk menasihati nabi Isa alaihissalam wahai Isa apa yang engkau risaukan tidak ingin kah Engkau jika Allah saja yang akan menjadi penghiburmu sesaat setelah Nabi Isa mulai menguasai diri beliau pun turun dari bukit itu menuju perkampungan Bani Israil yang ada di kaki Bukit kisah hendak meminta bantuan kepada penduduk itu untuk membantu menguburkan jasad ibunya  Namun di luar dugaan para penduduk kampung itu pada menolak dan tidak mau dengan alasan mereka takut menaiki Bukit itu karena telah lama dipercaya Bukit itu banyak dihuni ular kecil dan ular besar karena tak ada seorangpun yang mau membantunya Nabi Isa pun kembali naik bukit ke tempat Mihrab ibunya ketika 

 

tak tahu harus bagaimana caranya menguburkan sang ibu di perjalanan naik ke bukit itu Nabi Isa bertemu dua orang pemuda yang baik hati dan ternyata kedua pemuda tersebut adalah malaikat Jibril dan Malaikat Mikail lalu pemuda itu berkata pada Isa wahai Isa putra Maryam Kenalkan aku adalah malaikat Jibril dan ini adalah malaikat Mikail ini obat tubuh dan kain kafan dari Tuhanmu ketahuilah pada saat ini beda dari dari surga yang cantik-cantik sedang memandikan dan membungkus jenazah ibumu dengan kain kafan ini kemudian Jibril lah yang menggali kuburannya di atas bukit itu lalu mereka bertiga pun menguburkannya setelah menyalati dan menghormatinya sesaat setelah ibunya dikuburkan Nabi Isa berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Ya Allah Ya Rabb Hanya engkau yang melihat Posisiku dan mendengar keluh kesahku tiada sedikitpun urusanku semuanya yang tersembunyi darimu kini Ibuku telah wafat dan aku tidak 

 

menyaksikan ketika dia wafat untuk itu Izinkanlah Dia berbicara kepadaku setelah itu datanglah Wahyu yang mengizinkan Isa berbicara dengan ibunya lalu Nabi Isa berdiri di depan makam Ibunya dan berkata salam sejahtera tetaplah teratur Kepada Bunda lalu terdengar suara dari dalam kubur Hai kekasihku Duhai Buah Hatiku kemudian Nabi Isa bertanya Wahai ibu apa yang Ibu peroleh dari tempat pembaringan dan tempat kembali itu dan bagaimana pula Ibu menghadap Tuhan aku memperoleh tempat pembaringan dan tempat kembali yang terbaik aku mendapat ridho Allah subhanahu wa ta’ala dalam menghadapnya jawab ibunda Nabi Isa

 

 Wahai ibu Bagaimana dengan rasa sakit saat maut menjemputmu tanya Nabi Isa demi Allah yang telah mengutusmu sebagai nabi yang membawa kebenaran sampai saat ini rasa Pedihnya maut masih belum hilang dari kerongkongan kehebatan malaikat maut pun belum lenyap dari pandangan mataku untuk itu haturkanlah salam sejahtera untukku hingga hari kiamat tutur ibunda Nabi Isa teman-temanku seiman kisah kali ini diambil dari sebuah kitab yang berjudul durrotun Nasihin karya Usman Al haibawi kisah ini dapat memberikan motivasi kepada kita sebagai umat Islam untuk selalu menjaga ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena dunia ini hanyalah kenikmatan sesaat semoga saat waktunya tiba di mana kita akan menghadapi Ilahi kita mati dalam keadaan yang Khusnul Khotimah Jadi itulah kisah wafatnya Siti Maryam semoga Kisah ini bermanfaat lebih dan kurangnya Mohon dimaafkan yang benar datangnya dari Allah subhanahu wa ta’ala khilaf atau keliru itu datangnya dari saya pribadi sebagai manusia biasa Sampai ketemu di kisah-kisah seru yang penuh makna selanjutnya saya akhiri wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *