KISAH KISAH KEAJAIBAN WALIYULLAH ORANG ISLAM WAJIB TAU NIH 1

KISAH KISAH KEAJAIBAN WALIYULLAH ORANG ISLAM WAJIB TAU NIH

Bloggerbanyumas.com – Assalamualaikum semuanya semoga Allah
senantiasa memberikan keberkahan kepada
kita semuanya amin ya robbal alamin beriman kepada hari akhir merupakan
sebuah bentuk ketakwaan manusia kepada
Allah Subhanahu Wa Ta’ala
di dalam keimanan manusia meyakini jika
di hari akhir ada dua tempat yang
menjadi tujuan umat manusia sesuai
dengan amal ibadahnya selama di dunia
kedua tempat itu adalah surga dan neraka
manusia tidak bisa memilih salah 
KEAJAIBAN WALIYULLAH
KEAJAIBAN WALIYULLAH
satu
diantara tempat itu karena hanya Allah
subhanahu wa ta’ala yang memiliki kuasa
untuk menetapkannya Namun ternyata bukan
hanya orang-orang zalim yang akan
ditempatkan Allah di neraka bahkan
seorang yang ahli ibadah pun bisa
dijadikan penghuni neraka oleh Allah
lalu Mengapa Allah bisa menempatkan
seorang ahli ibadah di neraka berikut
kisahnya dahulu ada seorang ahli ibadah
bernama Abdul Aziz addabbal Ia merupakan
seorang ahli ibadah dan juga seorang
ulama besar yang dihormati akan tetapi
nama Syekh Abdul Aziz justru tercatat di 
 
lembaran kitab di Lauhul Mahfudz sebagai
salah satu orang yang masuk dalam
deretan calon penghuni neraka malaikat
yang mengetahui ketetapan Allah itu
kemudian meminta izin untuk menemui
Syekh Abdul Aziz di bumi
atas izin Allah malaikat tersebut
kemudian mendatangi Syekh Abdul Aziz
untuk melihat kesehariannya
agar tidak diketahui maka malaikat
tersebut menyamar sebagai seorang
musafir sang malaikat kemudian
mendatangi rumah Syekh Abdul Aziz dan
meminta izin untuk ikut bermalam selama
3 hari 3 malam malaikat tersebut
memperhatikan akan keseharian Syekh
Abdul Aziz
sang malaikat justru melihat Syekh Abdul
Aziz tak sekalipun melakukan kesalahan
dalam ibadahnya kepada 

KISAH KISAH KEAJAIBAN WALIYULLAH ORANG ISLAM WAJIB TAU NIH

Allah Subhanahu
Wa Ta’ala karena sudah puas melihat
keseharian saya Abdul Aziz ia kemudian
pamit pulang saat berpamitan Syekh Abdul
Aziz merasa curiga kalau tamunya
bukanlah dari golongan manusia
Tuan sebenarnya Tuan ini dari golongan
jin atau malaikat karena makanan dan
minuman yang saya hidangkan sama sekali
tidak Tuan makan mustahil jika manusia
tidak makan selama tiga hari tiga malam
tanya Syekh Abdul Aziz sang malaikat pun
akhirnya mengakui bahwa dirinya adalah
dari golongan malaikat
mendengar jawaban itu Syekh Abdul Aziz
merasa bersyukur karena kehadiran tamu
spesial dari Allah subhanahu wa ta’ala
ia kemudian bertanya kembali mengenai
maksud dan ada kabar apa sehingga sang
malaikat berkunjung menemuinya sang
malaikat menjawab ada dua kabar 
 
 
yang
akan aku sampaikan kepadamu satu kabar
baik dan satu kabar buruk kabar baiknya
adalah tuan adalah seorang ahli ibadah
dan kabar buruknya adalah tuan tercatat
sebagai penghuni neraka kata sang
malaikat memberitahu
untuk apa kau ibadah sedemikian tekunnya
Kalau akhirnya engkau akan dimasukkan ke
dalam neraka tanya sama malaikat
wahai malaikat surga dan neraka bukan
urusanku aku diciptakan hanya untuk
beribadah sebagaimana Allah berfirman
Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia
kecuali untuk beribadah kepadaku mau aku
masuk surga atau neraka Itu haknya Allah
ucap Syekh Abdul Aziz
mendengar jawaban tersebut malaikat
menjadi kagum dengan keikhlasan dan
keridhoan Syekh Abdul 
 
 
Aziz Ia pun
kemudian berpamitan kembali ke Lauhul
Mahfudz menghadap Allah Subhanahu Wa
Ta’ala
Sesampainya di Lauhul Mahfudz Allah
Subhanahu Wa Ta’ala telah merubah
ketetapannya sehingga nama Syekh Abdul
Aziz masuk dalam Calon Penghuni Surga
melihat hal itu sang malaikat kembali
menemui Syekh Abdul Aziz wahai Abdul
Aziz aku Ada kabar gembira untukmu Baru
saja aku melihat namamu oleh Allah
dirubah menjadi penghuni surga kata sang
malaikat memberitahu
alhamdulillah tapi sekali lagi wahai
malaikat surga dan neraka bukan urusanku
aku beribadah semata-mata untuk mencapai
ridho Allah kalau Allah Ridho kepada ku
di neraka Maka itulah tujuanku balas
Abdul Aziz
mendengar itu sama lekat semakin
bertambah kagum dengan keikhlasan Syekh
Abdul Aziz wahai Abdul Aziz ikhlasmu
inilah yang membuat Allah merubah 
 
 
namamu
menjadi penghuni surga tutur sang
malaikat kalau ikhlasku membuatku
tercatat sebagai penghuni surga lalu
dosa apa yang membuat Allah murka
kepadaku sehingga Namaku tercatat
sebagai penghuni neraka tanya Syekh
Abdul Aziz
Masih ingatkah engkau Ketika engkau
masih remaja kala itu kamu mendengar
suara langkah kaki ibumu menuju kamarmu
untuk menyuruhmu pergi ke pasar tapi
kamu malah pura-pura masih tertidur
padahal saat itu kamu sudah bangun
tujuannya supaya kamu tidak disuruh ke
pasar ketika ibumu melihatmu masih tidur
dia kasihan padamu dan tidak jadi
menyuruhmu akhirnya ibumu sendiri yang
pergi ke pasar
karena perbuatanmu yang membohongi ibumu
inilah yang membuat Allah murka kepadamu
dan menjadikan namamu sebagai penghuni
neraka kata malaikat memberitahu
setelah mendapat penjelasan dari
malaikat tersebut kemudian Syekh Abdul
Aziz beristighfar memohon ampun 
 
 
kepada
Allah Subhanahu Wa Ta’ala
Semenjak itu sisa hidup Syekh Abdul Aziz
tidak pernah berceramah kecuali tentang
berbakti kepada orang tua setiap tamu
yang datang Meminta nasehat Kepada
beliau beliau selalu mewanti-wanti
supaya senantiasa berbakti kepada orang
tua
cerita berikutnya
dikisahkan ada seorang waliyullah yang
di setiap munajatnya mendambakan kelak
di surga nanti bertetangga dengan
Rasulullah
hingga pada suatu ketika saat beliau
sedang khusyuk berdzikir beliau
bermunajat dalam hatinya
adalah makam Muhammad penghulu para nabi
dan para rasul semoga aku menjadi
tetangga beliau di surga nanti
di saat itulah ia dikejutkan oleh
bisikan gaib yang menderu di telinganya 
 
 
suara gaib itu memberitahu Tentang
Seseorang yang hidup di sebuah Kampung
dimana orang tersebutlah yang akan
menjadi tetangganya di surga nanti
sadar mengenai hal itu Abu Yazid
langsung bergegas pergi untuk menemui
orang yang ia maksud setelah
berhari-hari menempuh perjalanan tidak
terasa ia sudah menempuh beberapa ratus
KM ia berjalan kaki menyusuri panas dan
teriknya matahari dan akhirnya sampailah
Ia di kampung tujuan
di sana Abu Yazid bertanya kepada para
warga tentang keberadaan orang yang
sedang ia cari namun jawaban yang ia
terima sangat mengejutkan
dari penampilan tuan tuan sepertinya
orang soleh dan Alim tapi kenapa Tuan
mencari seorang budak yang fasik dan
pemabuk dia itu kerjanya hanya
mabuk-mabukan bersama kawan-kawannya di
warung jawaban itu serempak ia peroleh
dari setiap penduduk setempat yang
ditanyakannya
Abu Yazid pun tertunduk lesu hatinya
campur aduk tubuhnya terbaring lemah
akibat Perjalanan yang sangat jauh
mungkin saja bisikan gaib yang saya
terima berasal dari setan pikir Abu
Yazid dalam hati Ia pun 

KISAH KISAH KEAJAIBAN WALIYULLAH ORANG ISLAM WAJIB TAU NIH

memutuskan untuk
kembali ke kampung halaman
namun hati kecilnya berkata Mengapa aku
harus pulang secepat ini padahal aku
telah datang jauh-jauh ke sini Bahkan
aku belum sempat menemuinya
akhirnya tekad untuk pulang dikuburnya
dalam-dalam Abu Yazid lalu pergi ke
warung untuk menemui orang yang
dicarinya
Sesampainya di warung di sana ia melihat
sekitar 40 orang laki-laki berkumpul
sedang minum-minuman keras sementara
budak yang dicari tersebut duduk
diantara mereka
Budak itu terlihat sedang asyik
berbincang dan melayani para pemabuk
mereka melewati setiap malam hanya
dengan menghabiskan minum minuman keras
sampai pagi hari begitu pula budak yang
ia cari setiap hari sibuk menemani dan
melayani para pemabuk melihat keadaan
tersebut tekadnya yang tadinya sudah
bulat kini kembali mengalami keputusan
ternyata benar perkataan orang-orang dia
itu budak yang fasik dan pemabuk tidak
mungkin dia akan jadi tetanggaku di
surga nanti
bisikan gaib yang aku terima tempo hari
pastilah 
 
 
bisikan yang menyesatkan Lebih
baik aku segera pergi dari sini ujar Abu
Yazid kecewa namun tatkala ia hendak
Beranjak Pergi tiba-tiba budak yang
dicarinya berteriak memanggil dan
menyapanya
Hai Abu Yazid Al Bustomi syaikhul Islam
Mengapa kau buru-buru pulang Apakah kau
tidak mau mampir ke rumahku dulu
meskipun hanya sebentar padahal engkau
telah jauh-jauh datang kemari dengan
bersusah payah bukankah Engkau mencari
seseorang yang akan menjadi tetanggamu
kelak di surga Kenapa setelah engkau
bertemu engkau justru tinggalkan saja
tanpa salam
seketika Abu Yazid terperanjat mendengar
ucapan budak tersebut dalam hati Abu
Yazid membatin Bagaimana mungkin dia
tahu isi hatiku dan tujuanku Hai Abu
Yazid kau tak perlu heran dan kaget
kenapa aku bisa tahu isi hati dan
tujuanmu ketahuilah wahai Abu Yazid
semua itu terjadi atas izin Allah dialah
yang telah memberitahu diriku akan
maksud kedatanganmu wahai 
 
 
Abu Yazid
masuklah dan duduklah bersamaku ajak
budak tersebut
Abu Yazid pun menuruti ajakannya masuk
ke dalam rumah dan duduk bersamanya
di hati Abu Yazid menyimpan Pertanyaan
kenapa budak yang fasik dan pemabuk
justru ditunjuk sebagai tetangganya di
surga
wahai Tuan Sebenarnya apa yang kau
lakukan di tempat ini tanya Abu Yazid
penasaran
dahulu tempat ini ramai sekali didatangi
pengunjung sebelumnya mereka berjumlah
80 orang Alhamdulillah satu demi satu
dari mereka telah bertobat meninggalkan
kebiasaan buruknya saya sendirian di
sini yang mengajak mereka untuk
bertaubat sembari melayani saya juga
menyuapi sedikit nasehat untuk mereka
jawab budak tersebut
Terus kapan kau akan keluar dari jurang
kefasikan ini tanya Abu Yazid kembali
mereka Kini Tinggal 40 orang Abu Yazid
karena separuh dari mereka sudah
bertaubat sekarang kini jadi tugasmu
untuk berusaha mengubah dan mencegah
keadaan ini 
 
 
itulah alasan kenapa engkau
disuruh datang ke tempat ini jawab budak
tersebut
sementara ke-40 orang yang sedang
berkumpul minum-minuman keras langsung
terkejut begitu mengetahui orang yang
datang adalah Syekh Yazid Al Bustomi
seorang ulama yang sangat terkenal
Mereka pun langsung bertaubat dan
berjanji tidak akan mengulangi perbuatan
fasiknya misi budak tersebut untuk
menyadarkan 80 orang telah berhasil ia
selesaikan
dan ke-80 orang ini akhirnya juga
menjadi tetangga Abu Yazid di surga
nanti termasuk si budak yang ia cari
kisah ini terdapat dalam kitab mawaid Al
usrofiyah karya Syekh Muhammad bin Abu
Bakar Al usra
cerita berikutnya
dikisahkan ada seorang raja muda yang
hidup bergelimang harta tinggal di
istana megah yang berhiaskan emas dan
mutiara dia adalah Ibrahim bin Adam
setiap kali ia keluar istana selalu
dikawal 80 orang prajurit 40 orang
berada di depan dan 40 orang berada di
belakang semua lengkap dengan
bersenjatakan pedang suatu malam ketika
Ibrahim sedang 
 
 
tertidur lelap di kamar
tiba-tiba ia dikejutkan oleh suara
langkah kaki dari atas genteng kamarnya
seperti seseorang yang hendak mencuri
Ibrahim segera menegur orang itu
Hei apa yang tengah kamu lakukan di atas
sana hardik Ibrahim Saya sedang mencari
ontaku yang hilang jawab orang tersebut
Apa kamu sudah gila mencari onta di atas
genteng gentak Ibrahim bin Adam
justru kamu yang gila karena kamu
mencari Allah di istana balas orang itu
jawaban tersebut membuat Ibrahim
tersentak Ia tidak menyangka akan
mendapat jawaban seperti itu hatinya
mendadak jadi gelisah kedua matanya
tidak dapat terpejam matanya
terus-menerus menerawang merenungi
kebenaran kata-kata itu
hingga azan subuh berkumandang Ia tetap
terjaga dan tidak bisa memejamkan kedua
matanya setelah pagi menjelang Ibrahim
terus diliputi oleh kegelisahan dan kini
sering duduk menyendiri
untuk menepis rasa gelisahnya Ibrahim
mengajak 
 
 
beberapa pengawal berburu hewan
ke hutan belantara
Sesampainya di hutan kegelisahan masih
saja menghantui dirinya pikirannya mulai
kacau tak menentu hingga tanpa disadari
kuda tunggangannya yang ia baju sejak
tadi telah jauh meninggalkan prajuritnya
Ibrahim terpisah dari mereka jauh masuk
ke dalam hutan
menerobos rimbunya pepohonan tembus
kesatu padang rumput yang luas kalau
saja ia tidak terjatuh bersama kudanya
Mungkin ia tidak berhenti
dan ketika ia berusaha bangun tiba-tiba
seekor rusa melintas di depannya Ia pun
segera bangkit memacu kudanya dengan
cepat sambil mengarahkan tombaknya ke
tubuh hewan rusa tetapi saat Ibrahim
hendak melemparkan tombaknya ia
mendengar bisikan keras seolah memanggil
dirinya
wahai Ibrahim bukan untuk berburu Kamu
diciptakan dan bukan kepada hal itu pula
kamu diperintahkan 

KISAH KISAH KEAJAIBAN WALIYULLAH ORANG ISLAM WAJIB TAU NIH

mendengar suara tersebut Ibrahim terus
berlari mencari Siapakah gerangan
orangnya yang telah berkata ia melihat
ke arah kiri dan kanan tapi ia tak
menjumpai seorang pun Semoga Allah
memberikan kutukan kepada iblis ucap
Ibrahim lalu dia pacu kembali kudanya
namun laki-laki teguran itu datang
hingga tiga kali kemudian ia berhenti
dan berkata Apakah itu sebuah peringatan
darimu Ya Allah telah datang kepadaku
sebuah peringatanmu Allah Tuhan semesta
alam
demi Allah seandainya engkau tidak
memberikan perlindungan kepadaku saat
ini pada hari-hari yang akan datang aku
akan selalu berbuat durhaka kepadamu
setelah itu ia menghampiri seorang
penggembala kambing yang ada tidak jauh
dari tempat tersebut kemudian ia
memintanya untuk menukar jubah
kebesarannya dengan pakaian lusuh yang
dipakai Si Gembala Ia pun berangkat
menuju Mekkah untuk mensucikan dirinya
sejak saat itulah Ibrahim meninggalkan
semua kenikmatan dunia
istana yang megah dan kekayaannya yang
berlimpah ia 
 
 
tinggalkan demi untuk
mendapatkan diri kepada Allah
setelah berbulan-bulan mengembara
Ibrahim tiba di sebuah Kampung bernama
Bandar Di sana ia tinggal di sebuah gua
ia menyendiri berpikir dan memperbanyak
ibadah hingga tidak lama kemudian
kesalehan kesuhudan dan kesufiannya
mulai dikenal banyak orang banyak
masyarakat yang mendatangi dan
menawarkan bantuan kepadanya tetapi
Ibrahim selalu menolak
beberapa tahun kemudian Ia pun
meninggalkan kampung Bandar untuk
menunaikan ibadah haji di kota Mekkah
hampir di setiap kota yang ia singgahi
terdapat kisah menarik tentang dirinya
terutama tentang keikhlasan dan ketawa
doanya
pernah suatu ketika saat ia tiba di
sebuah Kampung Ibrahim 
 
 
kehabisan bekal
untungnya ia bertemu dengan saudagar
kaya yang membutuhkan penjaga untuk
kebun delimanya yang sangat luas
Ibrahim pun diterima sebagai penjaga
kebun saudagar pemilik kebun itu tidak
mengetahui bahwa orang yang
dipekerjakannya adalah Ibrahim bin Adam
seorang ulama ahli ibadah yang namanya
sudah sangat terkenal
Ibrahim menjalankan tugasnya dengan baik
tanpa mengurangi kegiatan ibadahnya
suatu hari saudagar pemilik kebun
mendatangi Ibrahim dan minta dipetikkan
buah delima Ibrahim segera menuruti
perintahnya ia mengambil buah delima
yang masih muda dan asam lalu 
 
 
buah
tersebut diberikannya kepada sang
majikan melihat hal itu si saudagar
menjadi murka
kamu tidak bisa membedakan mana buah
delima yang manis dan asam tegur
saudagar pemilik kebun
maaf tuan Saya sungguh tidak tahu karena
saya belum pernah merasakan buah delima
yang ada di kebun Tuan jawab Ibrahim
pemilik kebun Justru malah menutupi
Ibrahim telah berdusta disaat itulah
terdengar suara kumandang adzan Ibrahim
lantas segera menunaikan salat di kebun
itu tapi si pemilik kebun menuduhnya
berbuat Riya dengan sholatnya
aku belum pernah melihat orang yang
lebih Ria dibanding kamu kata pemilik
kebun betul tuanku ini baru dosaku yang
terlihat yang tidak jauh lebih banyak
lagi jawab Ibrahim dengan tenang
Ibrahim pun kemudian dipecat dan disuruh
pergi 
 
 
oleh saudagar pemilik kebun saat
ia meninggalkan kebun tersebut Ibrahim
tak menyadari bahwa di bajunya terbawa
satu buah delima yang masam yang sempat
Ia berikan kepada majikannya
Di tengah perjalanan ia menjumpai
seorang pria sedang sekarat karena
kelaparan buah delima yang terbawa di
bajunya segera Ia berikan kepada orang
sekarat tersebut sementara itu saudagar
kaya pemilik kebun mencari Ibrahim
karena ia lupa belum memberinya upah
selama ia bekerja di kebunnya Setelah
sekian lama mencari akhirnya ia berhasil
menemukan Ibrahim kemudian memberikan
upahnya tapi Ibrahim meminta agar
gajinya dipotong karena saat ia pergi
tanpa sengaja satu buah delima terbawa
di bajunya dan buah delima tersebut
sudah Ia berikan kepada orang sekarat
yang ia jumpai di jalan
kejujuran Ibrahim malah ditanggapi
dengan perasaan curiga Apa kamu 
 
 
tidak
mencuri Selain itu tanya pemilik kebun
demi Allah Tuhan jika saya tidak
menjumpai orang yang sedang sekarat Aku
akan kembali menemui Tuan untuk
mengembalikan buah delimanya tegas
Ibrahim Setahun kemudian saudagar
pemilik kebun mendapat pekerja baru dia
kembali meminta kepada si pekerja baru
untuk dibekukan buah delima yang manis
pekerja baru yang sebagai tukang kebun
itu langsung mengambilnya dan memberinya
buah yang paling manis
saudagar pemilik kebun lantas bercerita
kepada tukang kebun barunya itu bahwa ia
pernah memiliki tukang kebun yang paling
dusta yang pernah ia jumpai
Dulu aku pernah punya tukang kebun yang
sangat Pendusta dia mengaku katanya tak
pernah mencicipi buah delima dan katanya
memberi buah delima kepada orang yang
kelaparan lalu ia Minta dipotong upahnya
untuk buah delima yang ia berikan 
 
 
kepada
orang kelaparan itu betapa dustanya dia
kata saudagar pemilik kebun
mendengar cerita dari sang majikan
tukang kebun baru itu berkata demi Allah
Tuhan Akulah orang yang kelaparan itu
dan tukang kebun yang tuan ceritakan itu
dulunya seorang raja yang lantas
meninggalkan istananya karena Suhud dia
adalah Ibrahim bin Adam tuan yang kini
menjadi ulama Sufi terkenal
mendengar jawaban tersebut sontak
membuat si pemilik kebun terkejut jadi
dulu tukang kebun yang bekerja padaku
adalah Syekh Ibrahim bin Adam tanya si
pemilik kebun menyesal tanpa sadar Ia
pun meneteskan air mata disebabkan
kelalaian dan tuduhannya kepada Syekh
Ibrahim bin Adam Ia pun menyesali
tindakannya
celaka aku telah menyia-nyiakan kekayaan
yang tak pernah aku temui
singkat cerita sampailah Ibrahim bin
Adam di tanah suci Mekkah rupanya
kedatangan Ibrahim ini sudah didengar
oleh pemimpin Kota Mekah dan para ulama
setempat 
 
 
Mereka ingin menyambut kedatangannya
namun tak seorangpun dari mereka yang
mengenali Bagaimana rupa wajah Ibrahim
ketika rombongan yang diikuti Ibrahim
memasuki Kota Mekah beberapa pengawal
utusan penguasa di tugaskan untuk
menjemputnya
para pengawal ini lalu bertanya kepada
Ibrahim
Apakah kamu tahu siapa diantara kalian
yang bernama Ibrahim bin Adam ulama ahli
ibadah yang terkenal itu
mereka tidak tahu bahwa yang ditanya
adalah Ibrahim bin Adam sendiri namun
Ibrahim sengaja menyembunyikan
identitasnya ia justru balik bertanya
untuk apa kalian menanyakan Si Ahli
Bid’ah itu
mendapat jawaban yang tidak sopan
tersebut para pengawal lantas memukul
Ibrahim dan 

KISAH KISAH KEAJAIBAN WALIYULLAH ORANG ISLAM WAJIB TAU NIH

menyeretnya menghadap
pemimpin Mekkah saat diintrogasi jawaban
yang keluar dari mulutnya tetap sama
untuk apa kalian menanyakan Si Ahli
Bid’ah itu
Ibrahim pun disiksa karena dianggap
menghina seorang ulama Agung tetapi
dalam hatinya Ibrahim bersyukur karena
telah diperlakukan sedemikian
wahai Ibrahim Dulu waktu kamu berkuasa
kamu memperlakukan orang seperti ini
sekarang rasakanlah olehmu tangan-tangan
penguasa Ini kata Ibrahim dalam hati
sampai di sini dulu perjumpaan kita
Semoga anda terhibur wassalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh

By bloggerbanyumas

bloggerbanyumas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *