Kisah Perang Tabuk bagian 1 1

Kisah Perang Tabuk bagian 1

kisah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Perang Tabuk bagian sat terujinya keimanan umat Islam Perang Tabuk adalah peperangan terbesar sekaligus perang terakhir yang dipimpin langsung oleh Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam pada bulan Rajab tahun Tabuk sendiri merupakan nama dari satu wilayah yang terletak di perbatasan antara Syam dan Madinah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Saad dan lainnya bahwa ada sekelompok orang yang biasa melakukan perdagangan hingga ke negeri Syam dan ketika itu mereka mengetahui bahwa heraklius Kaisar tertinggi Romawi sedang mempersiapkan pasukan untuk memangi umat Islam sebagai balasan atas di permalukannya mereka di perang muktah jumlah pasukan yang dikumpulkan oleh heraklius saat itu sekitar 40.000 orang yang terdiri dari bangsa Romawi dan kabilah Arab sekutu mereka ketika pedagang ini kembali

Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian mengadakan musyawarah

Kisah Perang Tabuk bagian 1 2

ke Madinah Mereka pun melaporkan hal tersebut kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam wahai Rasulullah kami telah biasa melakukan perjalanan dagang hingga ke negeri Syam tapi kali ini Ada berita penting yang perlu engkau ketahui bahwa Romawi dan kabilah-kabilah Arab sekutunya telah mempersiapkan pasukan untuk menyerang Madinah dan umat Islam sebaiknya Anda bersiap-siap wahai Rasul setelah mendengar berita itu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian mengadakan musyawarah dengan para sahabat untuk menentukan keputusan apa yang akan diambil akhirnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam telah memutuskan untuk mendatangi wilayah mereka demi mencegah hancurnya Madinah jika seandainya pasukan Romawi itu datang menyerang apalagi Rasul sangat khawatir di Madinah banyak anak-anak dan wanita sehingga beliau tak ingin banyak korban yang berjatuhan dalam persiapan perjalanan ke Tabuk ini Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengajak seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan firman Allah dalam Quran surat at-taubah ayat 41 yang artinya

Umar bin khab yang menyumbangkanengah har Abdurahman bin menyumbang 100 ukiah

berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah yang demikian itu adalah lebih baik bagimu Jika kamu mengetahui kaum muslimin pun menyambut baik ajakan tersebut sehingga mereka berbondong-bondong mengumpulkan harta yang dimilikinya untuk persiapan bekal dan biaya perjalanan ke Tabuk ini perlu dilakukan karena mengingat jarak Madinah ke Tabuk sangatlah jauh sehingga butuh persiapan yang matang untuk perang kali ini utman bin Affan menyumbangkan 1000 Dinar dan 300 ekor unta termasuk dengan perlengkapan seperti pelana dan lain-lain sehingga pasukan hanya tinggal menaikinya saja saat akan berangkat perang sementara AB bakar menyumbang sebanyak 4000 dirham kemudian ketika itu rasulullahahuaii akah engau meninggalkan sesu buat kelu Abu Bakar menjawab kutinggalkan buat Mere Allah danasnya kemudian sahabatsahabat lainnya seperti Umar bin khab yang menyumbangkanengah har Abdurahman bin menyumbang 100 ukiah dan hal yangama jugailak Sahat kem ada yang menyumbangkan beberapa kantung kurma sekantung gandum dan sebagainya tetapi mereka tak malu sedikit pun karena ajaran Islam telah meresap di hati mereka bahwa yang terpenting adalah partisipasi sesuai kemampuan masing-masing tetapi orang-orang munafik menghina mereka yang menyumbang Al kadarnya dengan olok-okan yang menyakitkan hati gand atau atas perbuatan mereka yang mencela kaum muslimin itu Allah membalas mereka dengan hinaan dan menyiapkan azab yang pedih bagi mereka sebagaimana yang tertuang dalam Quran Surah Attaubah ayat 79 orang-orang munafik yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan

 

mencela orang-orang yang tidak memperoleh untuk disedekahkan selain sekedar kesanggupannya maka orang-orang munafik itu menghina mereka Allah akan membalas penghinaan mereka itu dan untuk mereka azab yang pedih memang sejak keberhasilan Rasulullah dalam peristiwa Fathu Mekah dan berakhirnya Perang khunain orang-orang munafik semakin hari semakin bertambah banyak jumlahnya mereka tidak hanya berada di Madinah tetapi juga di pinggirannya dan kehadiran mereka ini kelak akan menjadi ancaman kerusakan akidah di tengah umat is sementara di saat sebagian besar kaum muslimin bersukacita menyambut perintah jihad menghadapi Romawi sebaliknya orang-orang munafik itu merasa perintah itu memberatkan apalagi cuaca Madinah saat itu sedang panas-panasnya dan buah-buahan juga telah siap untuk dipanen sehingga orang-orang munafik itu mencari berbagai alasan agar tidak ikut perang bahkan ada di antara mereka yang pura-pura datang m izin kepada rasahuaihi was wahai Rasullah Apakah engkau mengiz akugal di saja dan Ik berangk ber namun ak engauanganitah kep Allah aku menguk permohonan ini karenauruhumku telahet kepada mka tidak Ik berang sebel jel orang yang ben-ar sebel kamuetui orang-orang yangara itu orang-orang Munik Bu Hanya mau mengiku perangikutangahas Kini kita ggak perlu panas-panasan di gurun dan mencelakakan diri kita melawan Romawi orang-orang munafik itu

pasukan muslim yang terkumpul sebanyak 30.000 orang

mempengaruhi kaum muslimin lainnya agar mengikuti jejak mereka untuk tidak ikut berjihad Hei kamu Kemarilah nikmati buah-buahan yang segar ini daripada mengikuti Muhammad berperang Bukankah Lebih baik tinggal di se karena sikap orang-orang munafik ini telah melampaui batas maka Rasulullah sallahaii was mengil sik tegas beliau memintahkanah bin Abdillah untuk menyerbu dan menghancurkan markas mereka itu agar tidak digunakan lagi untuk menghasut kaum muslimin yang lain beberapa orang munafik itu berhasil kabur Melarikan dan sebagan lanya jatuh danukakausah Rasulullah pun mencukupkan tindakan itu sebagai hukuman atas mereka pada waktu itu pasukan muslim yang terkumpul sebanyak 30.000 orang dan dikarenakan jumlah hewan tunggangannya terbatas maka setiap 18 orang akan menunggangi satu ekor unta secara bergantian Jadi jika satu orang naik maka 17 orang lainnya berjalan kemudian ketikaasa sudahapa jauh maka berikutnya naik menggantikan orang sebelumnya begitu dan seterusnya saking kurangnya perbekalan pada waktu itu pada saat sebelum keberangkatan pasukan datanglah sekitar tu orang sahabat kurang mampu yang tidak memiliki Apun selain hanya membawa tekad yang kuat mereka menemui Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Ya Rasulullah kami sangat ingin ikut berjuang bersamamu Ya Rasulullah Kami ingin berjihad membela agama tetapi dengan ramah Rasulullah menjawab Maafkan aku wahai sahabatku tetapi kami sudah tidak mempunyai sesuatu yang dapat membawa kalian tidak ada lagi unta yang dapat ditunggangi kalian sudah tidak bisa ikut berperang para sahabat yang kurang mampu itu setelah mendengar

 

jawaban Rasulullah kemudian mereka pulang ke rumahnya sambil meneteskan air mata karena saking ininnya ikut berjihad Tetapi keadaan sudah tidak memungk Ya Allah aku tidak bisa ikut sementara sahabat-sahabat yang lain bisa ikut perang menangislah mereka Selama perjalanan pulang ke rumah keinginan kuat ketujuh sahabat itu dia badikan dalam surat at-taubah ayat 92 ia memuji para sahabat yang tidak bisa ikut perang karena tidak mempunyai kendaraan dan mereka itu digelari dengan albaakaun yang arti orang-orang yang menangis dan Tiada pula dosa atas orang-orang yang Apabila mereka datang kepadamu supaya kamu memberi mereka kendaraan lalu kamu berkata aku tidak memperoh kendaraan untuk membawamu lalu mereka kembali sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan lantaran mereka tidak memperoleh apa yang mereka nafkahkan namunetuj orang itu akhirnyaa

 

berjihad karena dua di anaranya dibiayai oleh paman nabi Abbas bin abdulutalib tiga orang lainnya ditanggung utman bin Affan dan dua lainnya oleh sahabat nabi Yamin bin Amr annadri seingga telah persiapan pasukan umat Islam dirasa cukup Maka selanjutnya adalah perjalanan jihad menuju tabukikian kisah Perang Tabuk bagian pertama Hikmah yang bisa kitatik di anaranya adalah Perang Tabuk ini membuka kedok dan menjelaskan sifat serta bahayanya kaum munafik terhadap Islam yang banyak diceritakan di dalam Surat Attaubah seorang muslim tentu tidak akan memilih bersantai-santai tetapi siap menghadapi kesulitan beserta beratnya kondisi di Medan jihad fisabilillah sikap ini berbeda dengan orang-orang munafik mereka yang memiliki niat dan maksud jahat yang tersembunyi selalu mencari berbagai alasan untuk menghindari sesuatu yang tidak sejalan dengan nafsu mereka wallahuam baawab foreign

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *