Kisah Roro Jonggrang Dan Bandung Bondowoso | Cerita rakyat Jawa Tengah

Kisah Roro Jonggrang Dan Bandung Bondowoso | Cerita rakyat Jawa Tengah 1

Kisah Roro Jonggrang Dan Bandung Bondowoso | Cerita rakyat Jawa Tengah

Kisah Roro Jonggrang Dan Bandung Bondowoso Alkisah dahulu kala disebuah kerajaan yang bernama Pengging.
Kerajaan tersebut dipimpin oleh raja bernama
Damar Maya.
Raja Damar Maya pun juga memiliki
seorang putra yang bernama
Joko Bandung.
Suatu hari raja bertanya kepada Joko Bandung,
mau sampai kapan dia akan membujang.
Joko Bandung pun menjawab,
kalau sampai hari ini belum ada
satupun wanita yang cocok dihatinya.
bahkan dari semua gadis
yang ada dikerjaan Pengging. 
Kisah Roro Jonggrang Dan Bandung Bondowoso | Cerita rakyat Jawa Tengah 2
 
Dia akan menikah jika Prambanan sudah jatuh
dalam kekuasaan kerajaan Pengging.
Joko Bandung kemudian meminta ijin
kepada sang prabu.
Bahwa dia ingin terjun langsung
di medan pertempuran.
Raja Damar Maya berpesan
dan mengingatkan putranya,
bahwa raja Prampanan itu
bukanlah orang sembarangan.

Raja tersebut memiliki ilmu kanuragan
dan kesaktian yang sangat tinggi.
“Rama prabu, ananda tidak takut,
izinkan ananda berangkat ke negeri Prambanan
menyusul paman patih Sinduro!”

Ditengah perbincangan raja dan putranya.
Tiba-tiba…
prajurit dari medan perang datang.
Prajurit itu memberikan kabar
bahwa pasukan kerajaan Pengging
telah banyak yang tewas. 
 
Mendengar kabar tersebut
sang raja kemudian mengizinkan
putranya untuk menyusul prajurit Pengging
kemedan pertempuran.

Sedangkan ditempat lain,
kerajaan Prambanan dikuasai oleh raja Boko.
Tubuhnya tinggi besar
sehingga sebagian orang menganggapnya
sebagai keturunan raksasa.

Namun anehnya,
sang raja Boko memiliki putri
yang berparas cantik jelita
bernama Dewi Roro Jonggrang. 

Kisah Roro Jonggrang Dan Bandung Bondowoso | Cerita rakyat Jawa Tengah

Berbeda dengan sang ayah,
Dewi Roro Jonggrang adalah
seorang putri yang lemah gemulai.
Namun ada persamaan antara
Dewi Roro Jonggrang dan
Joko Bandung.

yaitu keduanya sama-sama belum mau menikah
pada usianya yang telah dewasa.
Suatu hari sang raja Boko
menemui putrinya dan bertanya.
Mengapa sang putri tidak segera menikah?
Dewi Roro Jonggrang mengungkapkan bahwa
dirinya saat ini masih ingin sendiri.

Sembari menemani sang ayah
memerintah kerajaan prambanan.
Raja Boko kembali bertanya,
“Sampai kapan akan seperti ini ?”
Jawaban Roro Jonggrang pun sama dengan Joko Bandung.
Dia akan menikah ketika kerajaannya
berhasil memenangkan peperangan. 
 
Mendengar jawaban dari putrinya.
Sang raja Boko memanggil senjatanya
dan berangkat memimpin pertempuran
bersama beberapa pasukan pilihannya.

Kekuasaan diistana pun diserahkan
kepada Dewi Roro Jonggrang.
Dalam tempo waktu yang singkat
raja Boko sudah sampai dimedan pertempuran
Dengan ilmu kanuragannya

dia memukul mundur seluruh pasukan
kerajaan pengging.
Sementara itu dalam perjalanan menuju
medan pertempuran

Joko Bandung harus melintasi sebuah hutan angker
yang konon katanya bagi siapapun yang berani
melewati hutan akan menjadi santapannya. 
 
Sang penunggu hutan tersebut bernama
Bondowoso.
Ketika Joko Bandung sampai ditengah hutan
tiba-tiba sebuah pohon besar roboh
didepannya dan menimpa kudanya.
” Besar juga nyalimu wahai anak manusia ?

Apakah kau memiliki nyawa rangkap 7 ?
Berani melewati hutan ini ! ”
” Aku tidak takut dengan setan belang
macam dirimu, maju kau !”
Sedangkan dimedan pertempuran
semua pasukan pengging telah
dikalahkan oleh raja Boko.

“Ampun, aku mengaku kalah, jangan bunuh aku !
Berani-beraninnya kau menghalangi jalanku ?
Ampunilah aku !
Apa untungnya jika aku mengampunimu ?

Aku akan mengabdi dan bergabung dengan ragamu.
Niscaya kesaktianmu akan berlipat
kaku pun juga akan mampu menguasai
semua jin dihutan ini.
hmmm. baiklah lakukan !”. 
 
Joko Bandung setuju dengan penawaran tersebut.
Sekarang jiwa dan namaku melekat pada dirimu.
Maka namamu berubah menjadi
Bandung Bondowoso.
Kini Bandung Bondowoso meninggalkan hutan
hanya dengan berlari.
Tidak butuh waktu lama,
dia sudah sampai di medan pertempuran.

Terlihat banyak pasukan kerajaan Pengging
yang bergelimpangan dan sekarat.
Bandung Bondowoso sangat marah.
Terjadilah pertempuran hebat
Antara raja Boko dan Bandung Bondowoso.

Prabu Boko pun akhirnya kalah.
Bandung Bondowoso pun meminta
kepada prajurit untuk diantarkan
ke istana Prambanan. 
 
Sesampainya diistana
Bandung Bondowoso terpesona
melihat kecantikan dari seorang gadis.
Gadis itu adalah Roro Jonggrang.
Roro Jonggrang pun juga merasa penasaran
serta merasa kagum akan ketampanan

dan kegagahan dari pemuda itu.
” Wahai gadis cantik. siapakah engkau ?”
Belum sempat menjawab.
Prajurit memberitahukan
bahwa raja Boko telah gugur.

ditangan pemuda yang ada dihadapannya.
Sontak Dewi Roro Jonggrang pun
lemas tak berdaya
mendengar kabar tersebut.

” aku..!
aku adalah putri dari …”
” Tak peduli siapa ayahmu. Aku Bandung Bondowoso
hari ini telah menemukan pilihan hatiku. 
 
Maukah kau menjadi permaisuriku ?”
Dewi Roro Jonggrang tak mampu
menjawab pertanyaan tersebut.
Dia sangat benci kepadanya
karena Bandung Bondowoso telah

menghilangkan nyawa ayahnya.
” Kau harus menjawab !
setidaknya beritahukan aku namamu !”
” Nama hamba Dewi Roro Jonggrang
hamba belum bisa menjawab sekarang.
Mohon diberi waktu !.”
” Hemm.. 
 
Baiklah !
Aku akan menunggu jawabanmu hingga sore hari.”
Akhirnya Roro Jonggrang menemukan
cara untuk menolak secara halus
pinangan Bandung Bondowoso.

Dia mengajukan syarat
jika ingin menikahinya
Bandung Bondowoso pun harus membuat
1000 candi dan 2 sumur yang dikerjakan
dalam satu malam.

Sejenak Bandung Bondowoso berfikir
dengan memejamkan matanya.
Dia kemudian masuk kesebuah dimensi
dimana raksasa Bondowo
ada didalam tubuhnya.
Roh raksasa Bondowoso pun memberitahukan
bahwa dia sanggup membantu

dengan mengerahkan bala tentara jin.
mendengar jawaban dari Bondowoso,
Joko Bandung pun kembali membuka matanya
Dia pun dengan siap
menyanggupi permintaan sang dewi. 
 
Hari pun sudah mulai gelap,
Bandung Bondowoso duduk bersila
ditempat yang lapang
sebagai lokasi dibangunnya
candi dan sumur.
Dia kemudian mengerahkan kekuatan
dari Bondowoso sehingga membuat 2 sumur
bukanlah hal yang sulit

Selesai membuat sumur
Bandung Bondowoso memulai ritual
pemanggilan pasukan jin.
Dan tak berselang lama

datanglah ribuan pasukan jin dihadapannya
Bandung Bondowoso memerintahkan para jin
untuk segera dibuatkan 1000 candi
dalam waktu satu malam. 
 
Berjalannya waktu, satu demi satu
candi telah selesai dibangun.
Melihat hal itu,
Dewi Roro Jonggrang mulai panik dan cemas
Dia pun segera mencari cara

agar bandung bondowoso gagal
Dewi Roro Jonggrang memerintahkan
para dayang kerajaan
memukul lesung

sehingga terdengar suara riuh.
Sementara para pemuda diperintahkan
untuk membakar kayu dan tumpukan jerami
disebelah timur Prambanan. 
 
Akibat dari bunyi lesung yang dipukul
membuat ayam jantan diseluruh Prambanan
saling berkokok bersahut-sahutan.
Seketika itu juga ribuan jin
yang mengerjakan candi ketakutan

dan berlarian meninggalkan pekerjaannya.
Padahal masih kurang 1 candi
yang belum selesai dibangun.
Bandung Bondowoso pun tak habis fikir.
Mengapa Fajar begitu cepat datang. 
 
Dia pun merasa aneh dengan sinar
fajar merah diufuk timur itu.
Dengan kesaktiannya
Bandung Bondowoso terbang
menuju tempat cahaya itu berasal.

Bandung Bondowoso menemukan para pemuda
yang sedang membakar kayu dan tumpukan jerami.
Salah satu pemuda menjelaskan bahwa mereka
hanya menjalankan perintah
dari Dewi Roro Jonggrang.

Mendengar jawaban dari pemuda tersebut
amarahnya memuncak.
Bandung Bondowoso mengibaskan lengannya. 
 
Seketika tempat tersebut porak poranda
dan para pemuda terpental kesegala arah.
Akhirnya,
Kembalilah Bandung Bondowoso menuju
bangunan candi yang belum
selesai dibangun tersebut.

Namun sayangnya,
saat itu hari sudah benar-benar pagi
” Sudahlah raden..!
raden jelas tidak mampu
memenuhi permintaan hamba
maka..

Cukup..!!
Aku tau ini adalah perbuatannmu Jonggrang !
Raden ini seorang kesatria,
seorang kesatria harus mampu memegang
teguh janjinya.
Sekarang hari sudah benar-benar pagi. 
 
Matahari sudah menampakkan sinarnya.
Dan raden tidak mampu memenuhi syarat
untuk membuatkanku 1000 candi.
Bandung Bondowoso giginya gemertak,

menahan amarah.
Dewi Roro Jonggrang nampak sangat ketakutan.
“Hai Roro Jonggrang, kau hanya mencari alasan!
Kalau kau tidak mau ku peristri

katakan dengan jujur ! “.
Kenapa kau gunakan tipu muslihat
untuk mengelabuhiku ?
Kau memang keras kepala seperti batu!”. 
 
Kutukan Bandung Bondowoso
tak bisa ditarik lagi.
Seketika Dewi Roro Jonggrang
berubah menjadi batu
diantara candi-candi tersebut.
Hingga akhirnya dapat menggenapimenjadi 1000 candi.
Disclamer:
Penulis adalah seorang pemerhati pendidikan anak-anak di indoneisa. Semua tulisan dan isi dalam website bloggerbanyumas.com ini adalah dirangkum, diambil, di copy dari berbagai sumber di dunia internet. Tulisan dan konten yang terdapat dalam website ini BUKAN hak cipta dari
penulis bloggerbanyumas.com. Jika ada tulisan atau isi konten yang tidak sesuai dan melanggar hak cipta, silahkan hubungi penulis agar segera dihapus. Terima Kasih. jangan lupa share ke yang lain yah semoga bisa menghibur dan menambah wawasan.
Baca juga  Timun Mas dan Buto Ijo | Cerita Rakyat Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *