KISAH SIASAT ABU NAWAS LOLOS DARI HUKUMAN GANTUNG

KISAH SIASAT ABU NAWAS LOLOS DARI HUKUMAN GANTUNG 1

KISAH SIASAT ABU NAWAS LOLOS DARI HUKUMAN GANTUNG

Assalamualaikum semuanya semoga Allah
senantiasa memberikan keberkahan kepada
kita semuanya amin ya robbal alamin keinginan Baginda Raja untuk menghukum
Abu Nawas Sebenarnya masih bergejolak
tapi Baginda Raja sudah kehabisan akal
untuk menjebak Abu Nawas
hampir semua cara sudah dilakukan tapi
Abu Nawas selalu saja bisa lolos 
 
 
kecerdikan Abu Nawas malah terkadang
membuat Baginda Raja menanggu malu
alih-alih bisa menjebak Abu Nawas malah
dirinya yang dipermalukan
Hal itulah yang membuat Baginda Raja
kapok untuk menjebak Abu Nawas kemudian
penasehat istana menyarankan supaya
Baginda Raja memanggil seseorang ilmuwan
cerdas untuk mengalahkan Abu Nawas
menjebak pencuri harus dengan pencuri
begitu juga untuk menjebak orang jadi
harus dengan orang cerdik 

 

KISAH SIASAT ABU NAWAS LOLOS DARI HUKUMAN GANTUNG 2
 
ujar penasehat
istana
Mendengar hal itu Baginda Raja pun
tersenyum seolah mendapat angin segar
untuk mengalahkan Abu Nawas Baginda Raja
kemudian memerintahkan menterinya agar
dicarikan seorang ilmuwan yang cerdas
singkat cerita datanglah seorang ilmuwan
yang diinginkan Baginda Raja kepada sang
ilmuwan Baginda Raja menanyakan cara
terbaik untuk menjebak Abu Nawas
sang ilmuwan lalu memberitahu cara yang
paling jitu untuk menjebaknya
setelah rencana disusun dengan matang
maka dipanggillah Abu Nawas ke istana
setelah Abu Nawas dihadapkan dengan sang
ilmuwan maka dimulailah debat antara
keduanya
disaat itulah Abu Nawas melakukan
kesalahan fatal pasalnya ia malah masuk
ke dalam jebakannya walhasil Abu Nawas
terancam hukuman mati 
 
 
mengetahui hal
tersebut Baginda Raja merasa puas karena
berhasil menjebak Abu Nawas tapi yang
membuat Baginda Raja heran Abu Nawas
terlihat biasa saja Tak sedikitpun
merasa ketakutan
wahai Abu Nawas hari ini juga kamu akan
saya hukumati bisa dengan dipancung atau
digantung Apakah ada permintaan terakhir
yang ingin kau sampaikan tanya Baginda
Raja
inilah saat-saat yang ditunggu Abu Nawas
untuk melancarkan ide cemerlangnya ada
Paduka yang mulia jawab Abu 
 
 
Nawas
singkat
sebutkan apa keinginanmu tanya Baginda
Raja
sudilah kiranya hampir diperkenankan
untuk memilih hukuman mati yang hamba
anggap cocok minta Abu Nawas
Baiklah aku izinkan kamu untuk
memilihnya hukuman Apa yang kau inginkan
tanya Baginda Raja kembali
Paduka yang mulia yang hamba pinta
adalah bila pilihan hamba benar hamba
bersedia dihukum pancung tetapi jika
pilihan hamba dianggap salah maka hamba
dihukum gantung saja kata Abu Nawas
memohon kamu memang orang yang aneh Abu
Nawas di saat-saat yang amat Genting pun
kamu masih sempat bersenda gurau tetapi
ketahuilah wahai Abu Nawas bagiku segala
tipu muslihatmu hari ini tak akan bisa
membawamu 
 
 
kemana-mana kata Baginda Raja
Sambil tertawa
hamba tidak bersendawa guru Paduka yang
mulia kata Abu Nawas bersungguh-sungguh
hal ini membuat Baginda Raja makin
tertawa terpingkal-pingkal belum selesai
Baginda Raja tertawa Abu Nawas berteriak
dengan lantang hamba minta dihukum
pancung semua orang yang hadir langsung
kaget mereka belum mengerti Mengapa Abu
Nawas membuat keputusan itu tetapi
kecerdikan otak Baginda Raja menangkap
sesuatu yang lain sehingga tawa Baginda
yang semula keras mendadak langsung
berhenti kening Baginda berdenyut
mendengar ucapan Abu Nawas sedangkan
Baginda Raja tidak berani menarik
kata-katanya karena disaksikan oleh
ribuan rakyatnya
Baginda Raja sudah terlanjur mengabulkan
Abu Nawas menentukan hukuman mati yang
paling cocok untuk dirinya kini
kesempatan abu Nawas untuk membela diri
Paduka yang mulia hambatan tadi
mengatakan bahwa hamba akan dihukum
pancung dan kalau pilihan hamba benar
maka hamba dihukum gantung 
 
 
tetapi
Dimanakah letak kesalahan pilihan hamba
sehingga hamba harus dihukum gantung
padahal hamba telah memilih hukuman
pancung
permainan kata-kata Abu Nawas membuat
Baginda Raja tercengang
benar-benar luar biasa otak Abu Nawas
ini rasanya tidak ada lagi manusia
pintar selain Abu Nawas di negeri
Baghdad ini gumam Baginda Raja
Baiklah Abu Nawas aku mengampunimu tapi
sekarang Jawablah pertanyaanku ini
berapa banyakkah bintang di langit tanya
Baginda Raja
Oh Gampang sekali Paduka jawab Abu Nawas
Iya tapi Berapa 100 juta 100 miliar
tanya Baginda Raja bukan Paduka cuma
sebanyak pasir di pantai jawab Abu Nawas
kau ini bagaimana bisa orang menghitung
pasir di pantai ujar Baginda Raja
kalau begitu lalu Bagaimana pula orang
bisa menghitung bintang di langit balas
Abu Nawas
lagi-lagi Baginda Raja Terkesima oleh
kecerdikan Abu 
 
 
Nawas dalam memecahkan
persoalan dengan cara yang amat
sederhana
Abu Nawas pun akhirnya dipersilahkan
untuk pulang dan diberi hadiah berupa
pundi-pundi emas
cerita berikutnya
dikisahkan ada seorang pemuda yang tak
mempercayai adanya alam akhirat
menurutnya itu hanyalah sebuah omong
kosong si Pemuda sangat berhasrat sekali
ingin mengajak debat Siapa saja yang
meyakini adanya alam akhirat hingga pada
suatu ketika saat si Pemuda nongkrong di
warung ia melihat Abu Nawas Tengah duduk
bersama kawan-kawannya kala itu Abu
Nawas sedang menjelaskan betapa Pedihnya
Siksa Kubur terutama bagi orang-orang
kafir yang tak mempercayai Allah dan
rasulnya
wahai Abu Nawas jadi orang kafir ketika
di alam kubur dia langsung mendapatkan
siksa 
 
 
tanya salah satu kawannya benar
orang tersebut langsung mendapatkan
siksa jawab Abu Nawas
mendengar percakapan Abu Nawas dan
kawan-kawannya si pemuda merasa
penasaran
Apa benar apa yang dikatakan Abu Nawas
Saya ingin membuktikannya kata si pemuda
dalam hati
Ia pun segera meninggalkan warung dan
pergi menuju pemakaman orang kafir
Sesampainya di sana si Pemuda mendekati
salah satu makam dan menempelkan
telinganya ke tanah kuburan namun
setelah sekian lama si Pemuda Tak
Mendengar apapun dasar Abu Nawas ia
pandai sekali berdusta pantesan Ia
banyak disukai orang buayanya Terdengar
sangat meyakinkan batin si pemuda di
saat itulah terbersih di benaknya untuk
mempermalukan Abu Nawas ini saat yang
tepat untuk mengajaknya berdebat akan
aku permalukan dia di depan orang-orang
ucap si Pemuda
maka ia pun 
 
 
langsung beranjak dari
Pemakaman dan Kembali menuju warung
untuk menemui Abu Nawas dan
kawan-kawannya
Setelah tiba di hadapan Abu Nawas si
Pemuda berkata Hai Abu Nawas Barusan aku
dari kuburan orang kafir kau bilang
katanya orang kafir di alam kubur mereka
disiksa oleh malaikat tapi aku sama
sekali tidak mendengar apapun tidak ada
suara tangisan ataupun jeritan ceritamu
tentang 
 
 
Siksa Kubur hanyalah dongeng
semata Abu Nawas tidak bisa dibuktikan
mendengar perkataan si pemuda yang
tiba-tiba sempat membuat Abu Nawas
terkecil
wahai anak muda kemarilah duduklah
bersama kami biar nanti saya jelaskan
ajak Abu Nawas sambil tersenyum si
Pemuda pun mendekati Abu Nawas dan duduk
tepat di sampingnya
jadi kamu tidak percaya adanya akhirat
tanya Abu Nawas aku sama sekali tidak
percaya coba buktikan kalau akhirat itu
ada tantang si Pemuda
jadi kamu juga tidak percaya dengan
adanya Siksa Kubur tanya Abu Nawas
kembali
Tentu saja aku tidak percaya kan tadi
sudah aku bilang Aku barusan dari
kuburan orang kafir yang katanya sedang
disiksa tapi aku sama sekali tidak
mendengar teriakan mereka jawab si
Pemuda
wahai anak muda ada yang perlu kamu
ketahui bahwa antara alam dunia alam
kubur dan alam akhirat 

KISAH SIASAT ABU NAWAS LOLOS DARI HUKUMAN GANTUNG

itu dimensinya
beda-beda tidak mungkin bergabung
menjadi satu terang Abu Nawas
itu sih hanya alasanmu saja Abu Nawas
karena kamu tidak bisa membuktikan
ucapanmu balas si Pemuda
Baiklah saya akan bertanya kepadamu
Apakah kamu pernah tidur di samping
kawanmu dan dalam tidurmu kamu
memimpikan sesuatu tanya Abu Nawas
Iya saya pernah Memangnya kenapa Jawab
si Pemuda
ketika kamu bermimpi sesuatu yang
menakutkan misalnya kamu dikejar oleh
ular raksasa
saat itu kamu sangat ketakutan bahkan
sampai teriak minta tolong sambil
berlari dengan sekencang-kencangnya
Apakah kawanmu yang sedang duduk di
sampingmu mendengar teriakanmu Apakah
kawanmu bisa mengetahui kalau kamu
sedang merasakan ketakutan yang amat
sangat justru yang kawanmu tahu ketika
melihatmu dia menganggap kamu sedang
tertidur pulas padahal waktu itu kamu
sedang ketakutan dan butuh pertolongan
Itulah contoh gambaran saat kamu
mendatangi kuburan orang kafir 
 
 
yang kamu
lihat Mereka terlihat begitu tenang
Padahal mereka sedang mengalami siksaan
yang begitu Dahsyat kata Abu Nawas
menjelaskan
Mendengar hal itu si Pemuda pun hanya
terdiam dalam hati ia membenarkan apa
yang diterangkan oleh Abu Nawas
cerita berikutnya di suatu sore yang
cerah Abu Nawas duduk di depan rumah
sambil menghirup secangkir teh hangat
sesekali ia bersenandung sholawat
mengiringi hati yang tengah bahagia tapi
tiba-tiba ia dikagetkan sekelebat
bayangan hitam melintas tepat di
depannya
bayangan hitam tersebut terlihat menuju
samping rumahnya Karena penasaran Abu
Nawas pergi ke samping rumah tepat di
mana bayangan tersebut baru saja
menghilang Hai siapa di situ siapakah
gerangan ucap Abu Nawas memastikan ada
seseorang di sana
ketika Abu Nawas mendekat Ia pun
langsung terkejut ternyata itu adalah
seorang laki-laki bersama anak kecil
yang badannya penuh luka dan lebam Ada
apa ini 
 
 
Kenapa badan kalian penuh luka
Dari mana asal kalian tanya Abu Nawas
lelaki itu terlihat ketakutan sedangkan
anak kecil di sampingnya terus menangis
melihat hal itu Abu Nawas pun merasa iba
Ia lalu mengajak kedua orang ini duduk
di depan rumahnya tak lupa Abu Nawas
juga memberinya makan dan minum setelah
ketakutan mereka agak reda barulah si
lelaki menceritakan semua kejadian yang
menimpanya
saya mendatangi peternakan domba milik
saudagar kaya lalu saya mengambil
sedikit susu domba untuk anak saya yang
seharian belum makan saya akui saya
bersalah karena telah mengambil tanpa
izin kemudian saya mendatangi saudagar
tersebut agar mau mengikhlaskannya tapi
dia malah marah dan menghukum kami
berdua saudagar tersebut memerintahkan
para penjaga untuk memukuli saya dan
anak saya tapi berdua dihajar tanpa
ampun ketika mereka lengah kami berdua
langsung melarikan diri 
 
 
dan bersembunyi
di samping rumah tuan Kata Lelaki itu
menjelaskan
berlinanglah air mata Abu Nawas
mendengar cerita tersebut
kurang ajar saudara ke domba itu pikir
Abu Nawas Abu Nawas kemudian mengobati
luka-luka mereka membekali mereka
beberapa makanan dan alat yang
dibutuhkan untuk perjalanan pulang
Mereka pun sangat senang dan sangat
berterima kasih kepada Abu Nawas
setelah kedua orang itu pergi Abu Nawas
merasa lega ia kembali duduk di depan
rumahnya sambil memikirkan kejadian yang
barusan ia alami
tanpa Abu Nawa sadari ternyata sedari
tadi ada yang memata-matainya dia adalah
menteri sang raja yang menaruh dendam
kepada Abu Nawas di saat yang sama
saudagar domba dan para penjaganya lewat
di depan sang menteri si saudagar lalu 

KISAH SIASAT ABU NAWAS LOLOS DARI HUKUMAN GANTUNG

menanyakan kepada sang menteri perihal
seorang laki-laki dengan anaknya
apakah Tuan menteri melihatnya tanya si
Saudagar
mendengar itu sang menteri langsung
tersenyum sinis Ini kesempatan yang
tepat untuk membuat celaka Abu Nawas
pikir sang menteri
Ia pun lalu memberitahu kepada saudagar
domba bahwa orang yang dicarinya berada
di rumah Abu Nawas dengan cepat dan
Sigap saudagar domba beserta penjaganya
pergi menuju rumah Abu Nawas dari
kejauhan dari tempat duduk Abu Nawas Abu
Nawas melihat saudagar domba dan para
penjaganya berjalan ke arahnya sebelum
mereka melihat Abu Nawas Abu Nawas
cepat-cepat masuk ke dalam rumah dan
menutup pintunya
sesampainya di rumah Abu Nawas saudagar
dan para penjaga langsung membuka pintu
rumah dan masuk tanpa permisi Hei Abu
Nawas Apa kamu lihat seorang lelaki dan 
 
 
anaknya tanya saudagar domba
Tidak selama aku di sini aku tidak
melihat siapapun jawab Abu Nawas
mendengar jawaban Abu Nawas saudagar
domba hanya terdiam ia tak berani
membantah karena ia tahu bahwa Abu Nawas
adalah orang kesayangan Baginda Raja
kalau sampai ia mencelakai Abu Nawas
bisa-bisa ia beserta penjaganya dihukum
mati oleh Baginda Raja
Mereka kemudian memilih untuk kembali
mendatangi sang menteri
Tuan menteri Abu Nawas tidak mengakuinya
aku tahu dia telah berbohong kata
saudagar domba kepada sang menteri
Harusnya kamu pukul saja dia pasti dia
akan mengaku balasan menteri Aku tidak
berani dan menteri Dia itu orang
kesayangan Raja kalau sampai dia
kenapa-napa aku bisa dihukum mati oleh
Baginda Raja ujar saudagar domba
Ya sudah begini saja Kau adukan hal ini
kepada Baginda Raja Baginda Raja paling
tidak suka dengan pembohong siapapun
orangnya kalau ketahuan berbohong 
 
 
pasti
akan dihukum kata Sang menteri
menyarankan
singkat cerita saudagar domba menghadap
Baginda Raja untuk mengadukan masalahnya
Abu Nawas telah berbohong Paduka atas
kesalahan yang dibuatnya kata saudagar
domba
Memangnya apa yang telah dilakukan Abu
Nawas tanya Baginda Raja dia
menyembunyikan seorang pencuri Paduka
pencuri itu telah mengambil susu dombaku
saat aku mendatangi rumahnya aku minta
untuk menunjukkan keberadaan Si Pencuri
tapi kata Abu Nawas dia tidak melihat
siapapun Padahal jelas-jelas dia
menolong Si Pencuri jawab saudagar domba
setelah mendengar pengaduan tersebut
maka dipanggillah Abu Nawas untuk
menghadap Baginda 
 
 
Raja
Hai Abu Nawas Apa benar kamu telah
menyembunyikan seorang pencuri tanya
Baginda Raja Kenapa sih kamu malah
melindungi perbuatan jahat kata Baginda
Raja melanjutkan
Abu Nawas tidak terima dengan hal ini ia
pun menyangkal tuduhan tersebut
ampun Paduka yang mulia Paduka Jangan
mudah percaya siapa sih yang melaporkan
hal ini dan mana saksinya kalau saya
berbuat demikian tanya Abu Nawas
dengan cepat dan Sigap saudagar domba
dan menteri berdiri di hadapan Raja
aku orangnya yang telah melaporkanmu Abu
Nawas ucap saudagar domba dan menteri
ini adalah saksinya ia melihat langsung
kejadian itu kata juragan domba
melanjutkan
suasana pun semakin menegang sang raja
meminta saudagar domba untuk
menceritakan kembali kejadian tempo hari 
 
 
Waktu itu saya mengejar kedua pencuri
lalu saya mendatangi rumah Abu Nawas
saya tanya kepadanya Apakah dia melihat
pencurinya atau tidak Tapi Abu Nawas
menjawabnya tidak melihat padahal Tuhan
menteri jelas-jelas tahu kalau pencuri
itu bersembunyi di rumah Abu Nawas ucap
juragan domba
Baginda Raja pun angkat bicara Bagaimana
Abu Nawas apa pembelaanmu
begini Paduka yang mulia memang ada
seorang lelaki dan anaknya datang ke
rumah saya tapi mereka berdua berada di
luar rumah sedangkan saudagar ini
bertanya saat saya berada di dalam rumah
ya saya jawab saja selama aku di sini
aku tidak melihat siapapun 
 
 
Apakah Saya
berbohong Tentu saja tidak berduka saya
malah menjawab dengan sejujur-jujurnya
di dalam rumah saya tidak melihat
siapapun ucap Abu Nawas
Baginda Raja pun membenarkan Apa yang
diucapkan Abu Nawas atas pembelaannya
sementara sang menteri dan saudagar
domba tak bisa menyangkal dengan
kecerdikan Abu Nawas
Baiklah terlepas dari ini semua Saya
ingin bertanya padamu Abu Nawas Apa sih
yang membuatmu menolong kedua pencuri
itu padahal kan kamu tahu kalau Mencuri
itu perbuatan yang melanggar hukum 
 
 
Agama
dan hukum negara tapi kenapa kamu malah
menolong mereka ini bisa dijadikan bukti
untuk menghukum Kamu Abu Nawas ancam
Baginda Raja
Abu Nawas lalu menceritakan kronologi
Kenapa dirinya berbuat demikian
dia itu hanya mengambil sedikit susu
Paduka untuk memberi makan anaknya yang
kelaparan harusnya Paduka bertanggung
jawab atas kondisi mereka mereka adalah
rakyat Paduka yang kelaparan tapi si
saudagar ini malah memukulinya sampai
luka parah hingga tubuhnya penuh luka
dan lebam tutur Abu Nawas menjelaskan 

KISAH SIASAT ABU NAWAS LOLOS DARI HUKUMAN GANTUNG

mendengar itu Baginda Raja sontak
terkejut wajahnya berubah merah menahan
emosi dengan penuh amarah Baginda Raja
berkata kepada saudagar domba Hai kamu
cari lelaki itu dan anaknya kamu minta
maaf padanya dan berikan dia separuh
dari kekayaanmu kalau kamu menolak
perintahku kamu akan saya hukum
seberat-beratnya
seketika saudagar domba itu langsung
ketakutan tubuhnya gemetaran dan
wajahnya pucat Pasi
akhirnya berkat Abu Nawas si lelaki
miskin dan anaknya kini hidup
berkecukupan sedangkan sang menteri yang
benci dengan Abu Nawas tidak berhasil
membuat Abu Nawas dihukum sampai di sini
dulu perjumpaan kita Semoga anda
terhibur wassalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *