Legenda Baturaden | Cerita Rakyat Jawa Tengah

Legenda Baturaden | Cerita Rakyat Jawa Tengah 1

Legenda Baturaden | Cerita Rakyat Jawa Tengah

 Bloggerbanyumas.com – Alkisah dahulu kala, hiduplah seorang pemuda bernama Suta. Pemuda ini berasal dari keluarga sederhana bahkan tergolong miskin. Dia sehari-hari bekerja sebagai abdi dalem di pendopo kadipaten. Kuda-kuda milik Adipati dirawatnya dengan baik. Segala hal yang dibutuhkan kuda itu selalu dia penuhi, sehingga menjadi kuda terbaik di daerah tersebut. Dia sangat tekun melakukan pekerjaannya, salah satunya membersihkan rumput liar di halaman kadipaten. Adipati memiliki seorang putri yang begitu cantik jelita. Dia sangat menyukai bunga-bunga di taman Kadipaten.

Legenda Baturaden | Cerita Rakyat Jawa Tengah 2

Terbuai oleh keadaan sekitarnya, tanpa sadar ada bahaya yang mengintai sang Putri. Suta yang sedang membersihkan rumput di sekitar kadipaten terkejut. “ Suara itu, suara siapa itu ? “Tolong…!!!” “Tolong…!!!” ” Sang putri !!! “ “Tolong…!!!” Suta seketika berlari kearah suara. Terlihat sang Putri telah terlilit ular yang besar. “Tolong…!!!” “Tolong…!!!” Dengan sigap Suta mencari senjata untuk membebaskan sang Putri. Gagah berani Suta melawan ular besar, dipukulnya kepala sang ular hingga putri pun terlepas dari cengkraman ular. Tau mangsanya lepas, ular itu menyerang Suta dengan beringas. Suta yang telah kelelahan mengerahkan sisa tenaganya untuk menghabisi ular itu. Sang ular pun akhirnya kalah. Putri mendekat ke arah Suta.

Legenda Baturaden

“ Apakah kau baik baik saja ?” “ Aku tak apa, yang penting Putri selamat.” “ Bagaimana dengan ular ini ?” “ Tenang,.. Tenang,.. Ular itu sudah tewas. “ Mendengar ada keributan di sekitar taman kadipaten. Sang Adipati memeriksa keadaan. “ Putriku ada apakah gerangan ?” “ Ada ular ayah, dan hampir memakanku. Beruntung ada pemuda baik hati yang menolongku ayah !” “ Benarkah putriku ? “ “ Ampun Adipati, benar apa yang dikatakan sang putri. Akan tetapi ular itu sudah hamba kalahkan.” “ Syukurlah putriku kau baik baik saja. Dia ini bernama Suta, dia Abdi dalem yang merawat Kuda-kudaku. ” “ Terima kasih Suta atas pertolonganmu !” Setelah kejadian tersebut, dipanggilah Suta oleh Adipati untuk menghadap.

“ Suta, selama ini kau telah bekerja dengan baik dan jujur, kau juga pemberani. Terima kasih waktu itu telah menolong putriku. Kali ini aku akan mengangkatmu sebagai pengawal pribadi sang putri. Dan juga akan ku berikan hadiah sekantung emas ini kepadamu. “ Mohon ampun gusti Adipati. Terima kasih atas kemurahan hati Gusti, akan tetapi pemberian ini terlalu banyak. Hamba sudah cukup dengan upah dari gusti Adipati selama ini.” Adipati pun kagum dengan kesederhanaan Suta. Adipati pun memaksa Suta untuk menerima hadiahnya. Dengan terpaksa Suta menerima sekantong emas pemberian Adipati. Sejak saat itu setiap hari Suta mengawal Putri ketika berpergian. Berjalannya waktu karena selalu bersama. Timbul perasaan suka dari hati sang Putri kepada Suta. “ Kakang aku ingin hubungan kita lebih serius. Sebaiknya segeralah lamar aku. “

Legenda Baturaden | Cerita Rakyat Jawa Tengah 3

 “ Sebenarnya aku juga berpikiran sama denganmu. Namun entahlah, aku khawatir hubungan ini tak direstui. Karena aku hanya seorang pesuruh. Selain itu mengingat begitu banyak kebaikan yang diberikan Adipati untukku, Bukannya aku terlalu lancang untuk meminangmu.” “ Jangan ragu kakang, kalau kita ditakdirkan bersama. Pasti ada jalannya. “ “ Baik. Aku akan berbicara kepada gusti Adipati tentang hubungan kita.“ Hingga suatu hari keduanya menghadap kepada Gusti Adipati. “ Ada keperluan hingga kalian berdua menghadap ?” “ Ampun Gusti Adipati, Maafkan hamba jika bersikap lancang. Kedatangan hamba menghadap, adalah untuk melamar tuan Putri Adipati.“ “ Apa katamu !!! Sungguh lancang kau Suta. Berani melamar putriku !”

Berani melamar putriku !” “ Ampun baginda akan tetapi kami….“ “ Tutup mulutmu…! Derajatmu hanya seorang pesuruh. Sungguh keterlaluan dirimu. Tak sepantasnya kau untuk putriku. Pengawal tangkap dan jebloskan manusia tak tahu diri ini ke penjara bawah tanah. “ Sang putri hanya bisa menangis dan memohon kepada ayahnya. Melihat orang yang dia sayangi diseret kepenjara oleh para pengawal. “ Ampun baginda, Ampuni hamba !!! “ “ Ayah… Maafkan Suta !. Ampuni dia ayah ! Jangan masukkan Suta kedalam penjara. Aku menyukainya ayah. Ingat ayah, dia yang menyelamatkanku waktu itu.

Legenda Baturaden | Cerita Rakyat Jawa Tengah 4

” Adipati hanya diam seribu bahasa tak mendengarkan putrinya, Tak sepatah katapun keluar dari mulut Gusti Adipati. Suta pun dimasukan kedalam penjara bawah tanah. Tempat itu hanya diterangi satu obor kecil dan bagian lantainya di genangi air. Sehingga setengah kaki Suta terendam. Kondisi penjara seperti itu akhirnya membuat Suta jatuh sakit. “ Suta ,,, Suta, Bangunlah, hei bangunlah Suta !” “ Siapa kau? “ “ Tak penting siapa aku. Aku disuruh tuan putri untuk menolongmu. Pergilah, temui tuan putri ditempat kau membunuh ular itu. Cepat sebelum ketahuan penjaga. “ Dengan dibantu orang suruhan tuan putri, akhirnya Suta bisa bebas dari penjara. Dia segera pergi menemui sang putri ditempat yang telah di janjikan. Bertemulah kembali keduanya.

Setelah melepas rindu. “ Apa kau yakin dengan keputusanmu ini putri? Engkau seorang bangsawan, tak seharusnya kau berbuat sejauh ini hanya untuk orang sepertiku !” “ Aku rela melepas semua ini kakang. Asal sisa hidupku kuhabiskan bersamamu. “ “ Cepat kakang, sebelum pengawal mengejar kita !” Mereka berdua segera pergi meninggalkan lingkungan kadipaten dengan kuda milik gusti Adipati menuju lereng gunung Slamet. Akhirnya keduanya menikah serta tinggal pada sebuah desa kecil dilereng gunung Slamet sebelah selatan. Desa kecil itu sekarang disebut Baturaden. Baturaden berasal dari kata Batur yang berarti pembantu sedangkan raden gelar kebangsawanan dalam masyarakat Jawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *