Legenda Gunung Merapi | Cerita Rakyat Jawa Tengah

Legenda Gunung Merapi | Cerita Rakyat Jawa Tengah 1

Legenda Gunung Merapi | Cerita Rakyat Jawa Tengah

Legenda Gunung Merapi Suatu hari, disebuah hutan belantara nampak kepulan asap putih yang membelah atap hutan nan rindang, hingga ke angkasa. Asap putih tersebut berasal dari tungku peleburan besi tradisional yang berada disebuah pondok kayu sederhana. Terlihat dua lelaki paruhbaya tengah sibuk membuat sebuah pusaka
Legenda Gunung Merapi | Cerita Rakyat Jawa Tengah
Legenda Gunung Merapi | Cerita Rakyat Jawa Tengah
 
Mereka bernama Mpu Rama
dan Mpu Pamadi.
Yang sudah sangat terkenal
akan kesaktiannya seantero negeri.

bahkan
para dewa mengakui kesaktian
dari dua mpu tersebut.
Sementara itu
ditempat lain
ada dua dewa dari kayangan

yang bernama Bathara Narada
dan Dewa Penyarikan
tengah sibuk memeriksa
sebuah gunung
disisi selatan pulau Jawa. 
 
Gunung tersebut bernama
Gunung Jamur Dipa.
Keris yang ditempa
Mpu Rama dan Mpu Pamadi
telah selesai dibuat.

Keris tersebut memancarkan
aura yang begitu hebat.
Bathara Narada dan Dewa Penyarikan
kembali ke kayangan
untuk melaporkan hasil

dari pengamatannya kepada
Bathara Guru.
Bagaimana ?
hasil dari penyelidikan
yang kalian lakukan
di Gunung Jamur Dipa. 
 
Setelah kami memeriksa
Gunung Jamur Dipa
akhirnya semua menjadi jelas.
Keberadaan gunung tersebut
mengakibatkan pulau Jawa
miring keselatan.

Jadi sudah seharusnya
Gunung Jamur Dipa harus dipindahkan
kedaratan rendah sebelah utara
pulau Jawa.
Apakah kalian sanggup
untuk melaksanakan tugas
yang berat ini ?

Sebelah utara Gunung Jamur Dipa
terdapat sebuah daratan rendah
berupa hutan belantara.
sehingga dapat dipindahkan
ditempat itu.

Akan tetapi,
terdapat dua mpu sakti
yang sedang membuat keris
yang menempati hutan tersebut.
Baiklah… 
 
Jika seperti itu
aku perintahkan kepada kalian berdua
Bathara Narada
dan Dewa Penyarikan
untuk memerintahkan kedua
mpu tersebut segera berpindah.

Berangkatlah Bathara Narada
dan Dewa Penyarikan
menuju hutan tempat dimana
kedua mpu tersebut berada.

Sesampainya dipondok tersebut
Mpu Rama dan Mpu Pamadi
mempersilahkan kedua utusan
kayangan tersebut. 

Legenda Gunung Merapi | Cerita Rakyat Jawa Tengah

Ada hajat apa wahai gusti ?
Sampai utusan dari kayangan
turun ketempat ini ?
Adakah yang dapat hamba bantu ?
Kedatangan kami kesini bermaksud
untuk menyampaikan permintaan

para dewa kepada mpu.
Apakah permintaan itu ?
Semoga permintaan itu
dapat kami penuhi.
Bathara Narada pun menjelaskan
permintaan para dewa
kepada kedua mpu tersebut. 
 
Setelah mendengar penjelasan itu.
Keduanya hanya tertegun.
Mereka merasa permintaan
para dewa itu sangatlah berat.

Maafkan hamba gusti !
Hamba bukannya bermaksud
untuk menolak permintaan para dewa.
Tapi !
Perlu gusti ketahui,
bahwa membuat keris sakti itu
tidak boleh dilakukan sembarangan.
Termasuk berpindah-pindah tempat.

Tapi Mpu ?
Keadaan ini sudah sangat mendesak !
Jika Mpu berdua tidak
segera pindah dari sini,
pulau Jawa ini semakin lama
akan bertambah miring. 
 
Benar kata Dewa Penyarikan Mpu !
Kami pun bersedia mencarikan
tempat yang lebih baik
untuk Mpu berdua.

Maaf gusti !
Kami belum dapat memenuhi
permintaan itu.
Kalau kami berpindah tempat
maka keris yang kami buat ini
tidak sebagus yang diharapkan.

Lagi pula masih banyak
tanah datar yang lebih bagus
untuk menempatkan Gunung
Jamur Dipa itu.
Karena keteguhan hati kedua
Mpu tersebut.
Bathara Narada dan Dewa Penyarikan
mulai kehilangan kesabaran.

Mereka terpaksa mengancam
kedua Mpu tersebut
agar segera pindah dari tempat itu.
Wahai Mpu Rama dan Mpu Pamadi !
Jangan memaksa kami untuk
mengusir kalian dari tempat ini !
Kedua Mpu tersebut tidak takut. 
 
Mereka siap bertarung demi
mempertahan tempat itu.
Yang akhirnya terjadilah perselisihan
diantara mereka.
pertarungan sengit pun
tak bisa terhindarkan.

Bathara Narada menghadapi
Mpu Rama.
Sedangkan Dewa Penyarikan
bertarung melawan Mpu Pamadi.
Kedua Mpu tersebut tetap tidak gentar
meskipun yang mereka hadapi
adalah utusan para dewa.

Pertarungan sengit pun berlangsung
hingga berhari-hari.
Tidak ada tanda-tanda
siapa yang akan menang
dan siapa yang akan kalah.

Namun,
kedua Mpu yang dihadapi utusan
dewa tersebut benar-benar
sakti.
Sampai-sampai membuat
Bathara Narada dan
Dewa Penyarikan kalah
dalam pertarungan sengit tersebut. 
 
Sehingga memaksa mereka berdua
kembali ke kayangan
menghadap kepada Bathara Guru
dengan tangan hampa.

Ampun Bhatara Guru, kami gagal
membujuk kedua Mpu itu.
Mereka sangat sakti mandraguna.
Mendengar laporan itu
Batara Guru menjadi murka.

Dasar !!!
memang keras kepala kedua Mpu itu !
Mereka harus diberi pelajaran !
Tidak ada jalan lain,
Gunung Jamur Dipa
harus segera dipindahkan
meskipun akan menimpa
kedua Mpu tersebut.

Dewa Bayu !
Segeralah kamu tiup
Gunung Jamur Dipa itu. 
 
 
Gunung Jamur Dipa itu.
Gunung Jamur Dipa itu.
Tiupan Dewa Bayu
yang bagaikan angin topan
berhasil menerbangkan Gunung
Jamur Dipa

hingga melayang layang diangkasa.
Kemudian jatuh tepat
diperapian kedua Mpu tersebut.
Kedua Mpu yang berada ditempat itupun
ikut tertindih oleh Gunung Jamur Dipa
hingga tewas seketika.

Menurut cerita
roh kedua Mpu tersebut
kemudian menjadi penunggu gunung itu. 
 
Sementara tungku perapian
tempat keduanya membuat keris sakti
berubah menjadi kawah.

Oleh karena kawah itu pada mulanya
adalah sebuah perapian
maka para dewa mengganti nama gunung itu
menjadi Gunung Merapi.
Disclamer:
Penulis adalah seorang pemerhati pendidikan anak-anak di indoneisa. Semua tulisan dan isi dalam website bloggerbanyumas.com ini adalah dirangkum, diambil, di copy dari berbagai sumber di dunia internet. Tulisan dan konten yang terdapat dalam website ini BUKAN hak cipta dari
penulis bloggerbanyumas.com. Jika ada tulisan atau isi konten yang tidak sesuai dan melanggar hak cipta, silahkan hubungi penulis agar segera dihapus. Terima Kasih. jangan lupa share ke yang lain yah semoga bisa menghibur dan menambah wawasan.
Baca juga  Candi Sukuh, Peninggalan Majapahit yang Mirip Piramida

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *