Legenda Joko Kendil | Cerita Rakyat Jawa Tengah

Legenda Joko Kendil | Cerita Rakyat Jawa Tengah 1

Legenda Joko Kendil | Cerita Rakyat Jawa Tengah

Alkisah dahulu kala di kerajaan Ngambar Arum
hiduplah seorang raja bernama Asmawikana.
Sang raja memiliki seorang permaisuri bernama Prameswari
dan seorang selir bernama Dewi Dursilawati.
Sekian lama bertahta, raja Asmawikana

belum juga mendapatkan putra mahkota
untuk meneruskan kerajaannya.
Hal ini membuat sang raja gundah,
setiap hari dia selalu duduk termenung di singgasananya.
Sebenarnya sang permaisuri sudah pernah dua kali mengandung,
namun mengalami keguguran,

disebabkan oleh Dewi Dursilawati yang iri hati.
Dia secara diam-diam mencampurkan racun kedalam makanan
dan minuman permaisuri. 
Legenda Joko Kendil | Cerita Rakyat Jawa Tengah 2
 
Hal ini dilakukannya agar kelak putra mahkota yang lahir dari rahimnya
akan menggantikan kedudukan raja Asmawikana.
Raja Asmawikana sudah lama menaruh curiga kepada selirnya itu,

maka sang raja lebih serius memperhatikan kesehatan sang permaisuri.
Khususnya dalam hal makanan.
Bahkan ketika mengandung putranya yang ketiga
sang raja memerintahkan kepada para dayang

agar selalu memeriksa makanan dan minuman yang akan dihidangkan
kepada sang permaisuri.
Sejak saat itu, segala kebutuhan makan dan minuman 

Legenda Joko Kendil | Cerita Rakyat Jawa Tengah

permaisuri
senantiasa dalam pengawasan para dayang istana.
Dengan demikian Dewi Dursilawati tidak bisa lagi menaruh racun
dimakanan dan minuman sang permaisuri.
Akan tetapi sang selir licik itu tak kehabisan akal.
Dia pergi ke seorang dukun untuk melakukan sesuatu kepada bayi
yang ada di dalam kandungan ang permaisuri.

“ Hai, nenek dukun. Aku ingin meminta bantuanmu !”
“Apa itu dewi ?”
“ Sihirlah bayi yang ada di dalam kandungan Prameswari.
Karena kelak dia akan mengancam keberadaanku di istana. “
” itu adalah hal yang mudah bagiku. “
Dukun itu mengabulkan permintaan Dewi Dursilawati.
Sembilan bulan telah berlalu semenjak sang dukun menyihir bayi tak berdosa itu. 
 
Tibalah kelahiran sang putra mahkota yang sudah dinanti-nantikan paduka raja.
Akan tetapi alangkah terkejutnya keluarga istana,
terutama sang raja ketika melihat putranya lahir dalam keadaan tak sepeti bayi pada umumnya.
Bayi itu memiliki tubuh bulat bagai kendil.
Raja dan permaisuri sedih melihat keadaan putra mereka.

Tiap malam tangis permaisuri terdengar pilu meratapi keadaan sang buah hati.
Meski demikian, mereka tetap menerima keadaan itu dengan lapang dada.
Bayi yang bernama Joko Kendil tetap mereka rawat dengan penuh kasih sayang.
Namun sang Raja tak ingin putranya cacat seumur hidup,

untuk itu dia akan memanggil seorang pertapa sakti mandraguna
untuk melihat putranya.
Raja Asmawikana menceritakan perihal keadaan putranya.
Dengan bijak sang pertapa memberitahukan bahwa apa yang dialami oleh putra mahkota
adalah ulah sihir dari seorang dukun. 
 
Mendengar hal itu sang raja sangat marah dan geram.
Namun dia masih bisa meredam emosinya.
Sang pertapa memberikan saran, raja Asmawikana harus menitipkan putranya
kepada seorang nenek bernama Mbok Rondho,
yang bertempat tinggal di pinggiran sungai kerajaan.

Sang pertapa juga menjelaskan jika kelak Joko Kendil akan menjadi kesatria
setelah menikah dengan seorang putri raja.
Setelah mendapatkan saran dari sang pertapa, Raja Asmawikana segera mengirim
untuk menitipkan putranya kepada Mbok Rondho.
Melihat kedatangan utusan dari istana. 
 
Mbok Rondo kebingungan dan ketakutan.
Dia mengira telah melakukan kesalahan dan akan dihukum oleh sang raja.
Namun segera para utusan menjelaskan tujuan menemui Mbok Rondho.
Serta membawa hadiah berupa emas, intan dan permata
sebagai ucapan terima kasih dari raja Asmawikana.

Mbok Rondo mengerti serta menerima Joko Kendil dengan senang hati.
Akan tetapi dia menolak hadiah pemberian raja karena tanpa adanya
hadiah tersebut Mbok Rondo sudah dengan ikhlas akan merawat dan membesarkan
Joko Kendil dengan penuh kasih sayang.
Sejak itu Joko Kendil berada di bawah asuhan Mbok Rondo.
Berjalannya waktu, Mbok rondho sering mengajak Joko Kendil ke ladang dan pasar. 
 
Dia adalah anak yang rajin, baik hati dan suka membantu
orang-orang yang kesusahan.
Tak heran jika semua orang suka kepadanya terlepas dari wujud fisiknya yang aneh.
Waktu berjalan begitu cepat, kini Joko Kendil tumbuh menjadi pemuda dewasa.
Dia semakin rajin membantu ibu angkatnya bekerja di ladang.

Dia juga dengan sukarela membantu orang-orang di sekitarnya.
Pada suatu hari, raja dari negeri seberang beserta rombongan sedang berkunjung
kesekitar Dusun tempat tinggal Mbok Rondo dan Joko Kendil.
Raja itu mengajak ke tiga putri mahkota, salah satunya bernama Putri Ngapunten.
Putri yang terkenal akan kecantikannya. 
 
Masyarakat pun berbondong-bondong melihat rombongan raja tersebut,
tak terkecuali joko Kendil dan mbok Rondho.
Ketika rombongan raja dan putri Ngapunten melewati Mbok Rondo dan joko Kendil,
tak sengaja mata mereka saling menatap satu sama lain.

Sang Putri menyadari bahwa pemuda tersebut adalah anak yang dulu pernah dia temui
sedangkan Joko Kendil tidak.
Seketika Joko Kendil jatuh hati,
tak henti-henti dia menatap wajah putri raja yang cantik dan rupawan itu
hingga rombongan raja tersebut berlalu kembali ke kerajaanya.

Di sepanjang perjalanan pulang, Joko Kendil masih terbayang-bayang
wajah cantik sang Putri.
Joko Kendil jatuh hati kepada Putri Ngapunten dan berniat untuk meminangnya.
Setibanya di rumah, dia menyampaikan niat kepada ibu angkatnya.

“ Ibu..
Aku punya satu keinginan !“
“ Apa itu nak ?”
“ Aku ingin menikah bu !”
“ Menikah ?
kau memang sudah dewasa dan waktunya untuk menikah.
Apakah kau sudah memiliki calon nak? “
“ Aku ingin menikahi salah satu putri dari negeri seberang itu ibu. 
 
 
Yang bernama putri Ngapunten. “
“ Kamu jangan bercanda, nak.
Lihatlah keadaan kita sekarang.
Mana mungkin putri raja mau dengan orang miskin seperti kita.
Tidak..tidak.. Sebaiknya kamu urungkan saja niatmu itu nak. ”
“ Ayolah bu !
Baru kali ini aku mempunyai permintaan!

Aku mohon !
Tidak ada salahnya jika mencobanya dulu. “
Awalnya Mbok Rondo menolak untuk memenuhi permintaan Joko Kendil
namun karena terus didesak, akhirnya bersedia untuk memenuhi
permintaan putra kesayangannya itu.
Pada suatu malam raja negeri seberang bermimpi
kejatuhan sebuah kendil.

Ajaibnya, ketika kendil itu diberikan kepada putri Ngapunten,
tiba-tiba berubah menjadi seorang pemuda tampan nan gagah.
Beberapa hari kemudian Joko Kendil dan ibunya berangkat
ke kerajaan seberang untuk menyampaikan lamaran Joko Kendil.
“ Sebelumnya hamba minta maaf baginda raja jika kami lancang. 
 
Hamba ingin menyampaikan jika anak hamba Joko Kendil ingin meminang
salah satu putri baginda raja yang bernama Putri Ngapunten. “
” Joko Kendil !“
Sang raja teringat dengan mimpinya beberapa hari lalu.

“ Walaupun aku seorang raja, akan tetapi aku tak berhak
mencampuri urusan jodoh putriku,
untuk itu biarlah putriku sendiri yang memutuskan.”
“ Ini pertanyaan sangat mendadak ayahanda.
Akan tetapi sepertinya pemuda itu tulus dan bersunggung-sungguh ingin meminangku.
Aku bersedia menikah dengannya. “
” Kau bercanda ya ?”

“ Dia itu pemuda miskin dan lusuh.
Lihatlah bentuknya! Mirip kendil !”
“ Betul, tak tampan sama sekali. ”
“ Tak apa saudariku. Aku mengetahui bahwa dia adalah pemuda
yang bertanggung jawab dan baik hati.
Aku yakin kami akan bahagia. “

“ Hahhh,, mustahil !!”
Mendengar jawaban putri ngapunten membuat Joko Kendil bahagia.
Hari pun telah ditentukan.
Pesta pernikahan Joko Kendil dan Putri Ngapunten digelar dengan meriah,
kedua pengantin terlihat begitu bahagia.
Undangan yang hadir dari berbagai penjuru negeri.

Saat Joko Kendil dan Putri Ngapunten duduk bersanding di atas pelaminan,
suasana mulai gaduh.
Banyak di antara undangan yang hadir merasa tak puas. 
 
Mereka menyesalkan pernikahan tersebut,
termasuk kedua saudari putri Ngapunten.
Karena kedua mempelai mereka anggap bukanlah pasangan yang serasi.
Putri Ngapunten adalah putri cantik jelita,

sedangkan Joko Kendil merupakan pemuda yang bertubuh buruk rupa
dan menyerupai kendil.
Banyak orang yang menghina pernikahan tersebut.
Usai upacara pernikahan, pesta meriah diselenggarakan selama 40 hari.
Namun ada yang aneh, setiap malam Joko Kendil selalu beralasan sakit
hingga tak bisa hadir dalam perayaan.
Lebih aneh lagi setiap malam muncul pula seorang ksatria tampan
berkuda di perayaan.
Ksatria itu tidak pernah kelihatan dimanapun sebelumnya.
“ Kakanda, nanti malam tolong datanglah ke pesta pernikahan kita,
ini adalah hari terakhir. ”
“ Maaf

aku tidak bisa datang istriku.
Entah kenapa setiap malam aku merasa tidak enak badan.”
“ Tapi..
Aku sudah tidak tahan setiap malam selalu dihina
oleh kedua saudariku !”
“ Bersabarlah istriku. “

Malam harinya putri Ngapunten tetap menghadiri pesta seorang diri,
tentu hal itu menjadi sasaran hinaan dari kedua saudarinya untuk kesekian kali. 
 
Tanpa sepengatuan siapapun, setiap malam selama pesta itu digelar,
ternyata Joko Kendil selalu masuk kedalam sebuah kendil dikamarnya
ternyata Joko Kendil selalu masuk kedalam sebuah kendil dikamarnya
dan kemudian berubah menjadi ksatria tampan.
Diapun menghadiri pesta itu untuk sebuah tujuan.

“ Suamimu itu benar-benar pengecut!
Bahkan sampai malam terakhir pesta ini,
batang hidungnya tak nampak sedikitpun !”
“ Mungkin dia sadar dan malu,
kalau memang sudah tak sepantasnya jadi suamimu.
Seharusnya ksatria tampan itu yang menjadi suamimu.
“ Atau jangan-jangan Badan dia bau. ”
” Cukup !”
“ Mengapa selalu seperti ini.
Mereka terus menerus menghina suamiku.
Kenapa !
Kenapa !

kenapa kami selalu saja dihina.
Mereka tak tahu betapa baiknya Joko Kendil.
Aku benar-benar marah.”
Putri Ngapunten memecahkan sebuah kendil yang ada di kamarnya.
Kemudian seorang pemuda datang menghampirinya.
Sang putri terkejut dan ketakutan karena ada orang asing yang bisa masuk
dengan mudah ke dalam kamarnya. 
 
 
Karena ketakutan sang putri bermaksud memanggil suaminya serta prajurit istana
untuk menangkap pemuda itu.
Namun si pemuda segera menjelaskan siapa dirinya,
Sang putri semula tak percaya pemuda tampan dihadapannya adalah
sang suami yaitu Joko Kendil.

Joko Kendil menjelaskan jika dia dikutuk sejak dalam kandungan oleh penyihir.
Kutukan itu akan hilang ketika ada seseorang yang tulus mencintainya dan memecahkan kendil.
“ Setiap malam aku muncul dipesta,
aku ingin memberitahumu tentang kutukan ini.

Tapi kutukan ini tidak benar-benar hilang jika aku yang menyuruhmu memecahkan kendil itu. ”
“ Dari ceritamu itu kau memang benar suamiku,
syukurlah kutukanmu telah hilang.”
Hal ini tentu saja membuat kedua saudarinya kesal. 
Mereka seolah tak mau menerima kenyataan.
Joko kendil pulang ke rumah Mbok Rondo,
dia mengajak ibu angkatnya untuk tinggal di istana.
Namun mbok Rondo menolak ajakan itu.

Mbok rondo merasa Joko Kendil mengingat ibunya saja sudah lebih dari cukup.
Tak lama setelah menikah, Joko Kendil dinobatkan menjadi raja
untuk menggantikan sang ayah yang usianya sudah mulai udzur.
Mendengar hal itu Dewi Dursilawati marah,
dia berniat untuk mencelakai istri Joko Kendil.

Namun, hal itu di gagalkan oleh Raja Asmawikana.
Dursilawati kemudian melarikan diri masuk ke dalam hutan,
karena takut mendapat hukuman dari Raja Asmawikana.
Pada saat itulah, ia terperosok masuk ke dalam jurang
dan tewas seketika.
 
Disclamer:
Penulis adalah seorang pemerhati pendidikan anak-anak di indoneisa. Semua tulisan dan isi dalam website bloggerbanyumas.com ini adalah dirangkum, diambil, di copy dari berbagai sumber di dunia internet. Tulisan dan konten yang terdapat dalam website ini BUKAN hak cipta dari penulis bloggerbanyumas.com. Jika ada tulisan atau isi konten yang tidak sesuai dan melanggar hak cipta, silahkan hubungi penulis agar segera dihapus. Terima Kasih. jangan lupa share ke yang lain yah semoga bisa menghibur dan menambah wawasan.

 

Baca juga  Lembu Suro Legenda Gunung Kelud | Cerita Rakyat Jawa Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *