Kamu harus tau | Setelah Meninggal Dunia, Baru Tahu Inilah Alasannya Nenek Itu Memungut Daun 

Kamu harus tau | Setelah Meninggal Dunia, Baru Tahu Inilah Alasannya Nenek Itu Memungut Daun  1

Kamu harus tau | Setelah Meninggal Dunia, Baru Tahu Inilah Alasannya Nenek Itu Memungut Daun 

Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh sobat Jazirah ilmu yang
dimuliakan Allah semoga kita selalu
dalam keadaan sehat walafiat Amin ya
robbal alamin
Alkisah pada sebuah kota di pulau Madura
Ada seorang nenek tua yang 

 

Kamu harus tau | Setelah Meninggal Dunia, Baru Tahu Inilah Alasannya Nenek Itu Memungut Daun  2

 

kesehariannya
berjualan bunga cempaka di sebuah pasar
setiap harinya setelah nenek ini selesai
berjualan dia pasti mampir di Masjid
Agung yang ada di kota tersebut dengan
berjalan kaki walaupun jaraknya cukup
jauh
setelah sampai di masjid Dia kemudian
berwudhu kemudian melaksanakan salat
zuhur kemudian setelah selesai berdoa
dan berdzikir lalu nenek ini keluar
menuju halaman masjid 
 
 
nenek ini pun
kemudian memunguti daun-daun kering yang
berserakan di halaman masjid tersebut
dengan sabarnya dia memunguti satu demi
satu daun-daun yang telah berjatuhan itu
tak satupun lembar daun pun dia lewatkan
tentu saja dengan cara seperti itu nenek
ini agak lama membersihkan halaman
masjid yang terbilang cukup luas itu
padahal teman-teman matahari saat itu di
Madura sedang panas-panasnya hingga
keringat pun banjir membasahi tubuhnya
ketika itu banyak jamaah masjid yang iba
melihat nenek itu ketika dia sedang
memungut daun sehingga pada suatu hari
pengurus Masjid pun berinisiatif untuk
membersihkan sendiri dedaunan itu
sebelum nenek tua itu datang dan 
 
 
membersihkannya
dan ketika pada esok harinya seperti
biasanya si nenek datang kemudian dia
salat setelah itu dia pun menuju halaman
masjid
dan betapa terkejutnya dia sebab Tak ada
satupun daun yang berserakan di halaman
masjid saat itu lalu nenek ini pun
kembali lagi ke dalam masjid dan
mempertanyakan kepada para jamaah yang
ada di sana sambil menangis nenek ini
bertanya kepada mereka dimana daun-daun
kering yang biasanya ada di halaman
Kenapa hari ini tidak ada sama sekali
para jamaah menjelaskan bahwasanya
mereka merasa kasihan kepada nenek ini
sehingga mereka mendahului membersihkan
sebelum kedatangan si nenek
jika kalian kasihan padaku berikanlah
kesempatan untukku membersihkannya
sendiri pintar nenek tersebut
teman-temanku seiman 
 
 
singkat cerita
akhirnya si nenek dibiarkan mengumpulkan
dedaunan seperti biasanya Karena
orang-orang penasaran alasannya apa
Nenek Itu bersikeras melakukan hal itu
akhirnya mereka pun meminta seorang Kyai
untuk bertanya kepada nenek itu Kenapa
dia begitu bersemangat membersihkan
dedaunan tersebut maka suatu hari
didatangilah si nenek kemudian sang kyai
bertanya alasannya nenek itu pun
menjawab tapi dengan dua syarat yang
pertama hanya Kyai sajalah yang boleh
mendengar Rahasianya yang kedua rahasia
tersebut tidak boleh disebarkan ketika
dia masih hidup
sobat Jazirah ilmu yang dimuliakan Allah
sekarang sang nenek telah meninggal
dunia dan kita semua dapat mendengarkan
rahasia tersebut
[Musik]
Pak Kyai pun bercerita waktu itu si
nenek menjawab Aku 
 
 
ini perempuan bodoh
Pak Kyai aku tahu amalan-amalan kecil
yang telah kulakukan mungkin saja tidak
secara benar aku jalankan yang aku tahu
aku tidak akan selamat di hari kiamat
tanpa mendapatkan syafaat Kanjeng Nabi
Shallallahu Alaihi Wasallam setiap kali
aku mengambil selembar daun Aku
mengucapkan satu kali sholawat kepada
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
kelak ketika aku mati aku ingin Kanjeng
Nabi menjemputku dan memberi syafaat
kepadaku Biarlah semua dedaunan itu
bersaksi bahwasanya aku telah membacakan
shalawat kepadanya
[Musik]
Sang Kiai pun tertegun mendengarkan
cerita nenek tersebut 
 
 
seakan tak percaya
dengan apa yang didengarnya ternyata
begitu luar biasanya alasan dibalik si
nenek yang memungut dedaunan itu dan
begitu besarnya nenek ini mengharapkan
syafaat dari Rasulullah Shallallahu
Alaihi Wasallam
[Musik]
Jadi itulah kisah nenek pemungut daun
semoga Kisah ini bermanfaat lebih dan
kurangnya Mohon dimaafkan yang benar
datangnya dari Allah subhanahu wa ta’ala
khilaf atau keliru itu datangnya dari
saya pribadi sebagai manusia biasa
Sampai ketemu di kisah-kisah seru yang
penuh makna selanjutnya saya akhiri
wassalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *