Ternyata Ada Sahabat Rasulallah yang Pernah Berdakwah di Indonesia 1

Ternyata Ada Sahabat Rasulallah yang Pernah Berdakwah di Indonesia

Bloggerbanyumas.com – Menurut data World population pada tahun 2021 Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia yaitu ada sekitar 231 juta penduduk yang tercatat beragama Islam di Indonesia tentunya dengan jumlah sebanyak itu agama Islam mulai masuk pertama kali ke Indonesia bukanlah secara instan melainkan masuk secara berangsur-angsur dan menyebar ke seluruh kepulauan di Indonesia ini bahkan teman-teman ada banyak 

Ternyata Ada Sahabat Rasulallah yang Pernah Berdakwah di Indonesia 2

catatan bahwasanya Islam ini mulai masuk ke Indonesia sejak Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam masih hidup dan yang menyebarkan Islam di Indonesia salah satunya adalah sahabat dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam di video kali ini kita akan membahas sejarah tentang jejak pertama kali agama Islam masuk ke Indonesia dan juga akan membahas mengenai Islamnya kerajaan-kerajaan yang tersohor di Indonesia untuk itu di video kali ini kita akan membahas sejarah tentang sahabat nabi yang berdakwah sampai ke Indonesia [Musik] Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh sobat Jazirah ilmu yang dimuliakan Allah semoga kita selalu dalam keadaan sehat wal afiat Amin ya robbal alamin di dalam buku-buku sejarah yang membahas tentang pertama kalinya agama Islam masuk ke Indonesia pasti di sana akan tertulis Islam pertama kali masuk ke Indonesia melalui dakwah pedagang Gujarat India Teori ini dinamakan dengan teori Gujarat Jadi ceritanya para pedagang muslim asal Gujarat yaitu daerah yang terletak di barat India berbondong-bondong datang ke nusantara untuk berdagang sekaligus menyebarkan agama Islam dan ini terjadi diperkiraan 

 

sekitar abad ke-13 masehi artinya 700 tahun setelah wafatnya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam teori Gujarat Ini pertama kali dikemukakan oleh J pijnapel seorang sarjana asal Belanda dan teorinya ini masuk ke dalam buku-buku sejarah di banyak sekolah di Indonesia tapi teman-teman pejuang apel membuat teori tersebut karena notabennya ingin menutupi fakta sejarah bahwasanya Indonesia adalah bagian dari kekhalifahan Utsman bin Affan nah Biar pijin apel mendapatkan kepercayaan orang-orang atas teori gujaratnya tersebut dia sampai-sampai belajar bahasa Arab dan mengaku kepada orang-orang bahwa dia adalah seorang muslim bahkan sampai mengawini seorang wanita muslim yang merupakan anak seorang tokoh besar di zamannya dan lambat laun teori tentang kedatangan Islam pertama kali di Indonesia mulai terbantahkan satu persatu [Musik] ada seorang pakar sejarah Islam Indonesia yang mungkin bagi teman-teman asing jika mendengar namanya beliau adalah Zainal Abidin Ahmad yang lahir pada 11 April 1911 dan meninggal dunia di usia 72 tahun Pada tahun 1983 di dalam bukunya beliau berpendapat bahwasanya Islam masuk ke Indonesia pada masa kekhalifahan generasi terbaik yaitu Khulafaur Rasyidin menurut Zainal 

 

sahabat yang juga menantu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Ali Bin Abi Thalib pernah datang dan berdakwah di Garut pada tahun 625 masehi kemudian Ja’far bin Abi Thalib berdakwah di Jepara Kerajaan Kalingga Jawa Tengah atau Jawa Dwipa sekitar tahun 626 Masehi sedangkan saat bin ka’ab berdakwah di Sumatera Barat kemudian kembali lagi ke Madinah sekitar tahun 626 Masehi lalu Abdullah IBN Mas’ud berdakwah di Aceh Darussalam dan kembali lagi ke Madinah sekitar tahun 626 masehi sedangkan Abdurrahman Bin Muadz Bin Jabal bersama putra-putranya Mahmud dan Ismail berdakwah dan wafat dimakamkan di Barus Tapanuli Tengah Sumatera Utara sekitar tahun 625 masehi akasyah bin Muhsin Al usdi berdakwah di Palembang Sumatera Selatan dan sebelum rasulullah wafat ia kembali ke Madinah sekitar tahun 623 masehi bahkan teman-teman sahabat 

 

rasulullah yang berasal dari Persia yaitu Salman Al Farisi berdakwah ke Perlak Aceh Timur dan kembali ke Madinah sekitar tahun 626 Masehi pendapat Zainal Abidin ini Mungkin saja akan bertentangan di hati kita Dan menganggap pendapat dari Zainal Abidin ini terlalu mengada-ngada tapi banyak para pakar yang mengatakan Zainal Abidin Ahmad merupakan orang yang jenius dia mengambil banyak kitab-kitab sejarah sebagai referensi untuk membuat buku-bukunya itu [Musik] ada sebuah catatan aneh yang terdapat di dalam pustaka raja-raja ibu minusantara yang merupakan bagian dari Naskah Wangsakerta isinya begitu jelas dan terperinci Menceritakan sejarah nusantara dari peradaban purba hingga masa kerajaan Islam pada sekitar tahun 536 masehi di tepian sungai Musi Palembang telah ada pelabuhan internasional Pelabuhan ini menjadi sarana tempat pengiriman rempah-rempah berupa gaharu pala lada cengkeh dan kapur barus dan rempah-rempah itu dikirim ke berbagai negara seperti Yaman Mesir Cina India Persia dan sebagainya pelabuhan internasional ini teman-teman ketika itu berada di bawah kekuasaan kerajaan Sriwijaya dan di bawah kendali Kerajaan 

 

Melayu seribu teman-temanku seiman pada sekitar tahun 628 masehi Raja Sriwijaya kedatangan seorang utusan dari tanah Arab yang bernama akasyah bin Muhsin Al usdi akasyah ini teman-teman diutus oleh nabi akhir zaman untuk menyampaikan dakwah islam kepada Raja Sriwijaya utusan dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ini mendapatkan sambutan yang baik dari Raja Sriwijaya salah satu Alasannya kenapa akasyah disambut baik adalah karena Islam adalah agama monoteisme yang memiliki kemiripan dengan agama yang dianut oleh para bangsawan Sriwijaya ketika itu keyakinan para bangsawan yang menyembah hanya kepada satu Tuhan dinamakan ajaran brahham dan menurut yang tertulis di buku itu ajaran Graham adalah ajaran monoteisme peninggalan Nabi Ibrahim makanya dinamakan Graham bahkan seorang penguasa Sriwijaya yang bernama Sri indrawarman merupakan seorang penguasa muslim dan menjalin persahabatan dengan khalifah Islam Umar bin Abdul Aziz ini bisa dibuktikan dari penemuan sebuah surat Kuno dari Sriwijaya ke penguasa Bani Umayyah yang diulas oleh sejarawan asal Pakistan yang bernama SQ fatimi menuangkan hasil penelitiannya ke dalam sebuah buku yang berjudul the two laters from the 

 

Maharaja to the khalifah fatimi menyebut bahwa pada tahun 100 Hijriah atau sekitar tahun 718 masehi seorang raja dari kerajaan Sriwijaya mengirim Sepucuk Surat untuk khalifah Daulah Umayyah dan jika dilihat dari tahun surat tersebut khalifah yang dikirimkan surat oleh Raja Sriwijaya adalah Khalifah Umar bin Abdul Aziz karena Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah khalifah Bani Umayyah yang berkuasa antara tahun 717 sampai 720 masehi sedangkan raja yang mengirim surat adalah Sri indrawarman yang menarik adalah isi dari surat itu agar bisa dikirimkan seseorang ke nusantara supaya bisa mengajarkan dan menjelaskan tentang ajaran Islam ini surat-surat Itu disimpan di Museum Oxford Inggris sobat Jazirah ilmu yang dimuliakan Allah pada tahun 640-650 masehi ada Sebuah kerajaan yang bercorak Hindu bernama kerajaan Kalingga yang terletak di pesisir 

 

utara Jawa Tengah kerajaan ini dipimpin oleh seorang Ratu bernama Ratu Sima dan anaknya bernama Ratu Jaya Sima ketika itu ada seorang dari tanah Arab yang diutus pada masa Utsman bin Affan dari bani Umayyah utusan dari Arab ini singgah di kalijangga dan berdakwah di sana Lalu Ratu Sima dan putrinya masuk Islam dan memerintah antara tahun 646 sampai 650 masehi ketika itu teman-teman Islam belum berkembang luas di sana maka Ratu Sima pun mengirim surat untuk didatangkan guru-guru supaya bisa berdakwah di masyarakatnya bukti-bukti keberadaan surat itu kini tersimpan di Museum Granada Spanyol [Musik] di Provinsi Sumatera Utara lebih tepatnya di daerah Barus kota tua yang terletak di pesisir Kabupaten Tapanuli Tengah ada tokoh-tokoh yang berasal dari jazirah Arab yang menyebarkan Islam di sana pada sekitar abad ke-7 masehi ini adalah waktu yang jauh sebelum Walisongo hadir di nusantara Buktinya adalah di sana ditemukan Kompleks pemakaman kuno salah satunya adalah makam dari Syekh ruhnuddin yang tertulis di Batu nisannya beliau wafat pada tahun 672 masehi atau 48 Hijriah kemudian Jika ditinjau lebih lanjut kota Barus memiliki jejak dan peninggalan Islam yang banyak di sana ditemukan beberapa benda-benda kuno 

 

bersejarah yang berbentuk perhiasan mata uang dari bahan emas dan perak Lalu ada yang berbentuk prasasti dan fragmen fragmen bangunan Lalu ada juga beberapa makam para ulama penebar agama Islam di sana yang yang berasal dari abad ke-7 masehi ini terpaut waktu sekitar 30-40 tahun setelah Syekh ruknudin tadi makam ulama itu yang paling terkenal diantaranya adalah makam papan tinggi Maka Mahligai makam Syekh mahdun makam Syekh Ibrahim Syah makam Tuan Ambar dan lain-lain lalu Kenapa ada banyak sekali makam para ulama asal Jazirah Arab di sana menurut para ahli sejarah pada abad ke-7 masehi baru sangat terkenal dan tersohor di dunia karena menghasilkan kapur barus dan rempah-rempah masuknya Islam ke Nusantara diyakini melalui jalur perdagangan 

 

Barus ini jalur perdagangan ini dikenal sebagai jalur rempah karena para pedagang memiliki misi mencari rempah-rempah setelah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam wafat sahabat-sahabat nabi menyebar ke seluruh penjuru dunia untuk berdakwah ini menunjukkan bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam memiliki kehebatan dan keistimewaan dalam memimpin strategi dakwah islam ke seluruh dunia Jadi kesimpulannya agama Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-13 tidaklah benar melainkan Jauh sebelum itu ada sangat banyak sekali bukti kalau Islam telah lama berlabuh di nusantara wallahualam bissawab Jadi itulah kisah tentang sahabat nabi yang berdakwah sampai ke Indonesia semoga Kisah ini bermanfaat lebih dan kurangi Mohon dimaafkan yang benar datangnya dari Allah subhanahu wa ta’ala khilaf atau keliru itu datangnya dari saya pribadi sebagai manusia biasa Sampai ketemu di kisah-kisah seru yang penuh makna selanjutnya saya akhiri wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 

By bloggerbanyumas

bloggerbanyumas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *