Asal Usul Gunung Arjuna | Cerita Rakyat Jawa Timur 1

Asal Usul Gunung Arjuna | Cerita Rakyat Jawa Timur

Dahulu kala di pulau Jawa,
ada seorang janda tua bernama Mbok Srini.
Sehari-hari dia bekerja di ladang
yang berada disamping samping rumah
peninggalan sang suami.
Ketika lelah dengan pekerjaannya
rasa kesepian selalu datang menghampiri.
Dia ingin sekali memiliki seorang anak
agar dimasa tuanya ada yang menemani.
Semakin lama rasa sepi itu semakin menumpuk
dan tak terbendung lagi.
Mbok Srini akhirnya memutuskan untuk mencoba
meminta bantuan kepada Buto Ijo.
Buto ijo adalah raksasa yang tinggal di dalam gua
di pinggiran desa,
dan terkenal suka mengabulkan permintaan
dari orang-orang yang datang kepadanya.
Akan tetapi tentu saja semua itu tidaklah cuma-cuma.
Hal itu juga berlaku untuk Mbok Srini. 
 
Asal Usul Gunung Arjuna | Cerita Rakyat Jawa Timur 2
Dimana dia harus membayarnya
dengan harga yang sangat mahal.
“ Ketika anak itu berusia 6 tahun,
kau harus mengembalikannya kepadaku
untuk ku jadikan santapan.”
Terlepas dari kondisinya,
wanita putus asa itu menyetujuinya.
Kemudian Buto Ijo memberikan satu biji mentimun
untuk ditanam di ladangnya.
Dalam beberapa hari
mentimun itu mulai tumbuh dan berbuah.
Diantara semua mentimun yang berbuah,
hanya ada satu yang memiliki ukuran sangat besar
dan memancarkan cahaya keemasan.
Mbok Srini sangat senang,
dibawalah pulang mentimun itu.
kemudian dia membelahnya dengan hati-hati.
Nampak seorang bayi perempuan
nan cantik didalamnya.
Dengan rasa penuh bahagia
dia menamai anak itu Timun Mas. 
 
 
Berjalanya waktu kini Timun Mas
tumbuh menjadi gadis kecil yang periang.
Mbok Srini merasa terus diawasi oleh Buto Ijo.
Rasa sayang Mbok Srini kepada Timun Mas
membuatnya tak rela untuk kehilangan
anak itu sebentar lagi.
Namun apa daya,
dia tidak akan pernah bisa melawan
raksasa Buto Ijo yang sangat kuat.
Mendekati waktu perjanjiannya dengan Buto Ijo,
Mbok Srini memutuskan untuk pergi ke Gunung Kidul
meminta petunjuk dan bantuan
kepada seorang pertapa sakti.
Setelah mendengar cerita dari Mbok Srini. 
 
 
Sang pertapa memberikan 4 buah kantong kecil.
“ Berikan ini kepada anakmu Timun Mas.
Ini akan membantunya melawan Buto Ijo.”
Kini tibalah hari dimana Buto Ijo datang
untuk menagih janjinya dahulu.
“Di mana makanan ku ?“
Mbok Srini segera menyuruh Timun Mas
melarikan diri dan memberikan 4 bungkusan
pemberian sang pertapa.
Melihat sang ibu dalam bahaya
Timun Mas mencoba memancing Buto Ijo
untuk mengejarnya.
“ Heiii… Aku disini !
Kejar aku !”
Tak ingin kehilangan santapannya.
Buto Ijo mengejar Timun Mas.
Timun Mas berlari sekuat tenaga kedalam hutan
agar tidak tertangkap.
Meskipun Buto Ijo mengejar hanya dengan berjalan
namun bisa menyusul Timun Mas. 
 
 
Karena langkah kaki Buto Ijo sangat jauh.
Teringat nasihat ibunya,
Timun Mas melempar kantong pertama
berisi biji mentimun ke arah Buto Ijo.
Secara ajaib biji mentimun itu
tumbuh dengan cepat dan lebat.
Jalan Buto Ijo pun tertutupi.
Tanaman mentimun itu menjalar ketubuhnya
hingga menjerat dengan erat.
Akan tetapi dengan mudah Buto Ijo melepaskan diri.
Buto Ijo terus mengejar Timun Mas
yang lari ketakutan.
Saat Buto Ijo hendak mendekat,
Timun Mas melemparkan kantong kedua
yang berisi jarum.
Seketika hutan bambu tumbuh lebat.
Bambu itu menjebak serta melukai
tubuh Raksasa Buto Ijo.
Segera Timun Mas berlari meninggalkannya.
Merasa diremehkan,
Buto Ijo pun mengamuk.
Dia mengambil beberapa batang bambu
dan melemparkannya kearah Timun Mas.
Dengan susah payah Timun Mas
berusaha menghindari bambu yang berjatuhan.
Tibalah Timun Mas di tepi sungai. 
 
 
Dia sudah sangat kelelahan.
Terdengar suara langkah kaki
dan teriakan Buto Ijo semakin mendekat.
Melihat Buto Ijo yang berhasil mendekatinya,
Timun Mas segera melemparkan kantong yang ketiga
berisi garam kearah sungai.
Timun Mas ketakutan dan berharap
kantong itu bisa menghentikan pergerakan Buto Ijo.
Seketika ombak besar menerjang tubuh Buto Ijo.
Raksasa itu terseret ombak menjauh dari Timun Mas.
Buto ijo sangat marah karena sudah dibuat
kesusahan oleh seorang anak kecil.
Gadis kecil itu terus berlari sekuat tenaga
hingga menaiki sebuah bukit.
Buto Ijo yang dipenuhi amarah,
dengan cepat menyusul Timun Mas.
Tebing yang tinggi pun dipanjat oleh Timun Mas.
Dia berharap Buto Ijo tak bisa menjangkaunya.
Namun sayang,
raksasa itu masih bisa memanjat tebing.
Timun Mas tidak bisa menghindar lagi,
ditangannya kini hanya tersisa satu kantong
pemberian dari pertapa sakti. 
 
 
Dia melemparkan kantong itu
dengan sekuat tenaga
ke arah raksasa Buto Ijo.
Tak ingin kejadian sebelumnya terulang,
Buto Ijo menangkisnya
dan kantong itu pun jatuh ketanah.
Dengan Sombongnya Buto Ijo tertawa kegirangan.
Kantong terakhir yang berisi terasi
berubah menjadi lautan lahar panas.
Buto Ijo masih belum menyadarinya
dan terus tertawa sambil memukul-mukul batu.
Timun Mas yang putus asa
hanya bisa pasrah kepada keadaan.
Dia berharap ada pertolongan datang
untuk menyelamatkannya.
Sungguh sial,
pijakan buto ijo runtuh
akibat dipukul berkali-kali.
Buto Ijo akhirnya terjatuh kedalam lahar panas.
Raksasa itu berjuang meloloskan diri.
Dia berteriak kesakitan.
Kemudian Buto Ijo tenggelam
didalam lautan lahar panas. 
 
 
Akhirnya Timun Mas dapat menghentikan
Buto Ijo untuk selamanya.
Usai melawan Buto Ijo,
Timun Mas kembali pulang menemui ibunya.
” Ibu.. Aku Berhasil !”
Mbok Srini sangat bahagia melihat
anaknya berhasil kembali pulang
dengan selamat dan mengalahkan sang raksasa Buto Ijo.
sang raksasa Buto Ijo.
” Buto Ijo sudah aku kalahkan. ”
Rumah mereka kini sudah tidak bisa ditinggali lagi,
akhirnya mereka memutuskan untuk berpindah tempat
dan hidup berdua menjalani hari-hari
dengan bahagia selamanya.
 
 

 

Disclamer:
Penulis adalah seorang pemerhati pendidikan anak-anak di indoneisa. Semua tulisan dan isi dalam website bloggerbanyumas.com ini adalah dirangkum, diambil, di copy dari berbagai sumber di dunia internet. Tulisan dan konten yang terdapat dalam website ini BUKAN hak cipta dari penulis bloggerbanyumas.com. Jika ada tulisan atau isi konten yang tidak sesuai dan melanggar hak cipta, silahkan hubungi penulis agar segera dihapus. Terima Kasih. jangan lupa share ke yang lain yah semoga bisa menghibur dan menambah wawasan.

 

By bloggerbanyumas

bloggerbanyumas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *